51

577 39 7
                                        

Penyesalan Book semakin besar karena kebohongannya, pemuda itu ingin membenturkan kepalanya di kaki Force sebagai aksi untuk memulihkan ingatannya dn membuktikan bahwa dia tidak bersalah, atau memasukkan celana dalam itu ke mulut Force agar berhenti bicara. Untuk apa membuat celana dalam yang kekurangan bahan seperi itu? Book bahkan ragu bolanya bisa aman memakai celana dalam itu.

Force meletakkan kotak pakaian dalam ke dalam tas pakaian Book, "Simpan dengan baik, jangan sampai hilang, kamu akan memakainya nanti."

Pipi Book semerah tomat busuk: "Aku rasa tidak pernah membeli celana dalam yang seperti itu"

Force bertanya-tanya: "Kalau bukan milikmu? Lalu siapa?"

Tahu Force kembali memasang perangkap, Book yang terbiasa berkelit tak bisa menahan seringai : "Oh! Aku ingat, setahun setelah kita berpisah aku punya pacar mungkin itu kado darinya".

Ekspresi Force tiba-tiba mengeras, dia sempat curiga Book punya pacar setelah putus dengannya, namun setelah di yakinkan oleh senior dekat Book, dia tidak percaya dengan kebohongan ini
"Jangan mengarang cerita"

Alis Book terangkat dan menatap Force 'heh, makanya jangan macam-macam denganku, kau pikir aku tidak bisa menggertak? Tapi sekarang aku tidak ingin main-main lagi'.

Book akhirnya tahu tujuannya kembali ke Thailand adalah untuk bertemu Force dan mengajaknya berdamai, bukan untuk membuat kesalahpahaman.
Book meralat kata-katanya dengan cepat: "Tapi itu belum jelas juga, aku lupa-lupa ingat, bagaimanapun hanya seorang pacar yang bisa membeli barang-barang seperti itu untuk pacarnya bukan?"

Setelah mendengar kata 'pacar' terucap dari bibir Book, suasana hati Force terangkat, meski Book tidak menyebut dirinya pacar secara langsung, tapi kata itu jelas di tujukan padanya karena dialah yang membeli barang-barang itu untuk Book.

Awalnya Force sedikit banyak khawatir bila Book memulihkan ingatannya, semua usaha yang selama ini Ia lakukan untuk mengambil hati pemuda ini akan sia-sia. Namun dari kata-katanya barusan, Force bisa yakin bahwa caranya cukup efektif. Dan hubungan mereka menuju kearah yang jelas.

Akhirnya Book mendapat pencerahan dan dia bisa yakin pemuda itu juga punya perasaan yang sama dengannya. Lalu dia bertanya dengan santai, "setelah kita berpisah, apa kamu punya partner baru untuk belajar bahasa Thai?"

Book merasa jika menjawab 'Ya', Jaksa Force akan menuntutnya dengan hukuman mati.
"Tidak, aku tidak punya waktu untuk itu, aku hanya banyak menonton berita" dengan pelan melanjutkan "Aku hanya fokus belajar untuk menyelesaikan studiku dan kembali ke sini"

Jantung Force seperti di pukul dengan permen kapas, Ia sangat ingin memeluk Book dan menepuk pantatnya, belum sempat mengulurkan tangan, Book berkata dengan sinis "Aku juga banyak menonton berita selebriti tanah air yang hampir setiap hari memberitakan skandal aktor terkenal bernama Force Jiratchapong. Ah pasti sangat sulit menjadi super star".

Memikirkannya kembali, rasa masam mengisi dada Book. Dia duduk di tempat tidur dan menatap lurus ke arah Force: "Ngomong-ngomong film mu sangat populer, bahkan bioskop dekat sekolahku memutarnya"

Force: "Apa kamu menontonnya?"
Dia tampaknya telah mengabaikan sesuatu. Sikap Book saat ini tampaknya bukan tergerak karena perlakuannya selama pemuda itu amnesia, tetapi ... Book sudah berpikir untuk berdamai dan membawa hubungan mereka ke arah yang lebih serius ketika datang ke Thailand.
Dugaan dan asumsi narsis yang dia buat saat menjemput Book di rumah sakit tampaknya diverifikasi sedikit demi sedikit.
Tapi saat ini, Force lebih suka Book tidak menyukainya tiga tahun lalu.
Pertama kali mereka kencan online, Force berniat menunjukkan kontrak filmnya pada Book terlebih dahulu, dan pihak lain mengangguk sebelum menandatangani kontrak itu. Jika Book tidak suka dengan plot atau adegan yang akan di rekam, dia tidak akan melakukannya.
Bahkan didalam film, Force tidak berpegangan tangan dengan lawan mainnya, sang aktor dengan sadar menempatkan dirinya pada posisi sebagai suami Book dan menghormati status pernikahan mereka. Dia berpikir bahwa hubungan mereka akan naik level secara alami tanpa harus di ucapkan dengan kata-kata, jadi ketika Force terbang ke Italia dan ditampar kenyataan bahwa dirinya digunakan sebagai alat sejak awal, dan mengalami patah hari pertamanya di usia dua puluh tiga, saat itu semua perasaan negatif menguasai dirinya dan berubah dingin.

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang