Butuh waktu sepuluh menit bagi Force untuk menenangkan Book.
Pemandangan Book yang mengenakan piyama, bertelanjang kaki dan menyeka air mata di lengannya membuat hati Force sakit. Ini juga pertama kalinya dia merasa Book peduli padanya sejak pertemuan mereka kembali dari rumah sakit.
"Jangan hapus air mata dan ingusmu di bajuku."
Meskipun Book sudah melupakan masalah mereka beberapa waktu lalu, dengan bendungan di hatinya jebol, tidak mudah untuk menghentikan air matanya mengalir deras. Air mata itu terkumpul dari ketakutannya akan masa lalunya yang tidak diketahui, kesengsaraan yang dialaminya pada hari ulang tahun Force, emosi yang dirasakannya saat menunggu tanpa kejelasan di depan kue ulang tahun untuk seseorang yang akan kembali...
Hanya sejenak bersantai, kenangan dan emosi itu kembali membanjiri dirinya.
Yang tidak membantu adalah Force sering berada jauh dari rumah, membuatnya sulit untuk merasa aman. Bahkan, keterlambatan Force pulang ke rumah dapat membuatnya merasa kesepian dan cemas, membuatnya merasa tidak berdaya, seperti sekali lagi ditinggal sendirian di dunia ini untuk berjuang sendiri. Dia tidak mengenal siapa pun di dunia ini, tidak ada orang lain yang menjaganya, dan tidak ada seorang pun yang dapat dia dekati. Book tersesat, bahkan masa lalunya pun menjadi misteri baginya.
Ketika ketenangan akhirnya datang, rasa malu pun datang. Namun, balas dendam masih segar dalam pikiran Book. Sebagai bentuk balas dendam cepat, ia menarik kemeja Force dan menyeka wajahnya disana.
"Memangnya kenapa kalau aku menyeka air mata dan ingusku di bajumu? Berapa harganya? Aku akan menggantinya."
Namun, Force tidak tersinggung. Sebaliknya, ia mengusap sudut mata Book yang memerah dan terkekeh, "Bukan masalah bajuku yang mahal. Melainkan istriku membuatku khawatir. Bagaimana jika kain bajuku menggores kulitmu?"
Wajah Book terasa lembut dan lembab karena terlalu banyak menangis dan terasa seperti akan robek jika disentuh dengan lembut, apalagi jika terkena kain.
Namun pernyataan itu tidak begitu mengesankan bagi Book dan membuatnya terdiam. Ia tidak pandai menanggapi pernyataan seperti itu dari Force.
Sambil menggertakkan giginya, dia memaksakan diri untuk membantah, "Oh, kalau begitu aku harus menggunakan apa untuk menyeka air mataku. Atau haruskah aku menangis sampai mati saja."
Force dengan lembut menyeka sisa air mata dari dasar mata Book dengan ujung jarinya, rasa pahit dan asin membuat hatinya sakit sekali lagi.
Book kembali terdiam. Diam-diam mengangkat selimut, dia dengan mantap membungkus diri di sana.
Force juga ingin melakukan hal yang sama. Namun, melihat bercak basah di dadanya, ia memutuskan untuk berganti dengan piyama sebelum naik ke tempat tidur.
Saat dia mengangkat selimut, menarik Book yang pemalu ke arahnya dan mendekapnya erat-erat, dia bertanya, "Ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi."
Book sudah sangat malu. Kakinya yang indah dan lentur menegang dan bergesekan dengan seprai tempat tidur sementara wajahnya memerah. "Apa maksudmu dengan apa yang terjadi? Berhentilah mengolok-olokku. Aku sudah belajar dari kesalahanku, lain kali seseorang memberitahuku bahwa kau..."
Book berhenti di tengah kalimat dan tidak melanjutkan.
Force: "katakan detailnya. Itu akan membantuku mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang penipu itu sehingga Jan dapat membuat laporan di kantor polisi."
Book: "Tidak banyak yang terjadi. Kamu tidak kembali setelah satu jam dan aku menerima telepon dari seseorang yang mengatakan kamu mengalami kecelakaan dan sedang menerima perawatan darurat. Orang tersebut meminta untuk mentransfer uang ke rumah sakit dan jumlah yang ku transfer akan menentukan kualitas perawatan yang akan kamu dapatkan."
Force: "Dia menyebutkan namaku?"
Book: "Tentu saja! Tapi aksennya terdengar agak aneh."
Force mengerutkan kening. Dia bukan suami sah Book, jadi mengapa ada panggilan penipuan seperti itu?
Dia menganalisis, "Mungkin ada kebocoran informasi. Mungkin saja daftar kontakmu telah diretas atau kamu pernah memberikan informasi pribadi di suatu tempat? Ada banyak situs web saat ini yang digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi orang lain, seperti situs web yang mengharuskan untuk mengisi nama dan nomor teleponmu dan suami untuk menguji kecocokan atau mengikuti undian berhadiah."
KAMU SEDANG MEMBACA
✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)
FanfictionKasibook yang baru saja mendarat di tanah kelahirannya menjadi korban tabrakan dan mengalami Amnesia. Sebagai upayanya untuk menyelamatkan diri dari kemalangan, Ia membuka kontak di ponselnya dan mendapati satu kontak yang bernama 'HUBBY'. WAIT...
![✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)](https://img.wattpad.com/cover/371802462-64-k382947.jpg)