32

524 37 3
                                        

Petugas keamanan itu tercengang mendengar permintaan Force. Saat itulah dia menyadari bahwa dia tidak melihat tuan Force pulang tadi malam.

Kepalanya mulai menghubungkan titik-titik dugaannya. Jadi... Tuan Kasibook membeli kue itu untuk merayakan ulang tahun Tuan Force tetapi karena Tuan Force tidak pulang, ia memutuskan untuk memberikan kue itu kepada kami...? Entah mengapa aku kasihan pada Tuan Kasibook

"Astaga, bagaimana mungkin aku sampai hati memakan kue itu? Aku teringat bagaimana Tuan Kasibook tampak sedikit murung ketika dia datang tadi malam. Aku harap semuanya baik-baik saja, pastikan untuk menghiburnya. Kotak kue telah diambil oleh tim tata graha pagi ini. Bagaimana kalau saya membeli kue yang baru?"

"Tidak apa-apa, tidak perlu," tolak Force. Sebagai gantinya, dia mengulurkan tangan dan memotong tiga potong kue.

Meskipun kue bolu dan krimnya masih berbau harum, namun potongan stroberi dan mangga sudah tidak semenarik pas awal dibeli, begitu pula dengan bunga-bunga hiasnya yang tampak agak rusak, dan kacang-kacangannya tidak renyah lagi. Meskipun demikian, Force tetap mengemasnya dalam kotak kedap udara dan meminta bantuan nong Film untuk menyimpannya di kulkas apartemennya yang ada di pusat kota.

Tidak ada gunanya mengganti kue ulang tahun yang sudah lewat.
Ia hanya ingin mengambil sedikit sebagai pengingat untuk tidak pernah meninggalkan Book sendirian lagi.
Tanpa diminta, ia mentransfer pembayaran kue-kue itu kepada petugas keamanan, tetapi dengan cepat ditolak oleh petugas tersebut.

"Anda hanya mengambil tiga potong kue ulang tahun yang seharusnya milik anda. Bagaimana aku bisa menerima pembayaran?"

Force: "Simpan saja. Ini bukan hanya untuk kue, aku harap bapak bisa merahasiakan masalah ini juga."

...

Sementara itu, Book sedang dalam perjalanan kembali ke vila ketika ponselnya bergetar. Itu adalah panggilan telepon dari Dr. Sarin.
Mungkinkah ada kemajuan terkait rencana perawatan Amnesianya. Book segera menerima panggilan itu.

Ada nada urgensi dalam suara Sarin. Ia bertanya, "Khun Kasibook, aku melihat beberapa artikel di internet tentangmu yang dibawa ke Italia oleh Ibumu saat kamu berusia enam tahun. Benarkah itu?"

Karena kehilangan ingatannya, Book sendiri tidak yakin akan hal itu. Namun jika semuanya seperti yang dikatakan Force dan dia dibesarkan di Italia, kemungkinan besar Ibunya meninggalkan Thailand bersamanya setelah menjual rumah mereka.

"Sepertinya begitu."

Sarin "Aku punya sepupu yang tidak pernah kutemui lagi saat dia dibawa keluar negeri setelah kematian ayahnya. Nama ibunya adalah Ny. Savitree . Kalau tidak keberatan, apakah sepupuku itu adalah kamu?"

Book tercengang mendengar pertanyaan itu. Untuk memastikan, dia bertanya, "Di mana sepupumu tinggal sebelumnya?"

Pertama kali Sarin menemuinya di rumah sakit, dia bertanya apakah dia dibesarkan di Italia. Saat itu, dia begitu yakin bahwa dia tidak ada hubungannya dengan negara pizza itu. Lagi pula, wajar saja jika ia menganggap dirinya orang lokal dengan kefasihannya dalam bahasa Thai, kecintaannya pada Somtam, dan ketidaksukaannya pada makanan Barat.

Sarin menyebut sebuah alamat, alamat rumah keluarga lamanya yang telah dijual. Sebuah adegan terlintas di depan mata Book. Itu adalah kenangan dari masa lalu ketika dia baru berusia sepuluh tahun.

Hari itu ibunya menatapnya dengan dingin sambil membawa sebuah amplop di tangannya.
"Pamanmu telah meninggal dunia karena penyakitnya. Kamu tidak punya lagi kerabat di negara ini yang bisa menerimamu."
Kasibook kecil menangis sejadi-jadinya.

Apakah selama ini paman masih hidup? Book memejamkan matanya. Segala sesuatu terjadi begitu cepat, dia tidak tahu siapa yang harus dipercayai dan apa yang harus dipercayai. Yang ingin dia lakukan sekarang hanyalah meminta penjelasan dari Force, tetapi pada saat yang sama dia merasakan kebutuhan mendesak untuk melepaskan diri darinya. Bagaimana aku tahu apakah Force berbohong padaku atau tidak?

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang