_Draluna Time?_
Ini bukan hanya sekedar hidup di kehidupan baru tapi dengan tubuh yang berbeda. Berbeda? Apa yang berbeda?
~'•'~
Awalnya aku tak menyangka rasa ini akan jatuh padamu, ku pikir ini hanya pikiran ku, hanya sekedar kekaguman akan ketang...
Hari yang melelahkan untuk Luna, ketika dia harus mendorong sepedanya saat pulang sekolah. Ban sepedanya terkena paku sehingga tidak dapat digunakan.
Saat tengah mendorong sepeda miliknya tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di dekatnya. Luna berhenti sebentar untuk melihat siapa orang di dalam mobil tersebut.
Saat pintu terbuka Luna memalingkan wajahnya dengan kesal. "Bocor?" tanya Draco dengan wajah datar khasnya.
"Udah tahu masih nanya, buta apa?!" dumel Luna sambil melihat ke arah lain.
Draco melangkah mendekati Luna lalu berhenti tepat dihadapan gadis itu membuat Luna refleks menoleh ke depan. "Ap-apaan sih lo?!" tanya Luna dengan gugup.
"Kalau diajak ngomong, jangan natap yang lain. Gue di depan lo bukan disamping ataupun diatas."
"Yah suka-suka gue dong mau lihat kemana, emangnya harus banget natap lo."
Draco sedikit membungkuk untuk menyamakan tingginya dengan Luna, kini wajahnya berada tepat di hadapan Luna membuat gadis itu berhenti mengoceh. "Sopan santun, belajar lebih baik lagi biar ngerti," ucap Draco lalu melangkah kembali ke mobilnya.
Sebelum ia masuk ke dalam mobil dia berbalik sebentar melihat Luna yang masih terdiam. "Jas gue, besok gue terima dari lo," ucapnya lalu masuk ke dalam mobil dan pergi.
"Jas jus jas jus, dia pikir gue pembantunya apa?! Besok gue terima dari lo yah," Luna menirukan ucapan Draco tadi dengan ejekan, "taii!"
***
Di mobil Draco melirik ponselnya, "Unalove," gumam Draco membaca akun Instagram gadis yang berhasil menarik perhatian nya.
Draco memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya yang luas, saat akan keluar tiba-tiba satu pesan masuk di ponselnya. Pemberitahuan dari Instagram.
Unalove_
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Unalove_ bannya kempesss:'( Disukai oleh Gingin dan lainnya..
Tanpa disadari, Draco tersenyum ketika melihat postingan itu. Saat hendak mematikan ponselnya ia juga tanpa sengaja me-like postingan tersebut.
Luna sedang duduk di bangku depan sebuah kafe kecil sambil menunggu ayahnya datang untuk menjemput nya, sembari meminum lemon tee miliknya, Luna melihat notifikasi dari Instagram, matanya langsung terbelalak kaget. "Ni orang stalking akun gue!" gumam Luna.
Drac05_ menyukai postingan anda.
"Nggak jelas banget," gumam Luna.
"Siapa yang nggak jelas, sayang?" tanya sang ayah sambil mengusap kepala Luna.
"Kamu aja yang sibuk sama ponsel kamu dari tadi sampe ayah klaksonin nggak sadar-sadar."
Mendengar itu Luna hanya terkekeh, "maafin Una, Yah," ucapnya lalu menggandeng tangan sang ayah.
Ayahnya hanya menggeleng pelan lalu menarik sepeda Luna untuk diikat di belakang mobil, sementara gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah manis ayahnya.
***
"CHO! LO HARUS LIHAT INI!" teriak Ginny lalu melompat dan mendarat dengan bebas di atas tempat tidur, sementara Cho hanya mendumel kesal pasalnya keripik kentang nya jatuh karena ulah Ginny.
"Apaan sih? Bisa nggak lo nggak usah terlalu heboh gitu," ucap Cho.
"Lo lihat ni! Si kating ngeselin itu nge-like fotonya si Luna," ucap Ginny lalu menunjukkan ponselnya pada Cho.
"WHAT?!! OMG! kok bisa Ny?" tanya Cho.
"Ya itu makanya. Ini pasti bakal heboh si di sekolah," ucap Ginny.
"Huh, mending si Luna hati-hati deh mulai sekarang."
Ginny mengalihkan perhatian dari ponsel ke arah Cho, ia mematikan ponselnya lalu melihat gadis itu dengan penasaran. "Hati-hati? Emang kenapa harus hati-hati?" tanya Ginny penasaran.
"Ya lo kan tahu sendiri, ka Pansy itu suka banget sama ka Draco, dari dulu dia selalu ngejar ka Draco, cuman nggak dibalas perasaan nya," jelas Cho.
"Kasihan bener, tapi kok bisa yah orang-orang pada suka sama tu kating ngeselin, perasaan mukanya biasa aja," ucap Ginny.
"Biasa aja? Wah! Lo nggak boleh ni ngomong gini di kintal sekolah, bisa-bisa lo dijambak sama pemuja nya si ka Draco. Ni yah, ka Draco itu, ganteng, blasteran, kaya lagi, keluarganya itu punya pengaruh besar di Indonesia apalagi di spanyol, jadi gitu deh," ucap Cho.
"Menurut gue sih mereka itu nggak cinta sama ka Draco, mereka cuman mau kepopuleran dia doang."
Cho mengangguk setuju dengan pendapat Ginny. "Eh, btw mommy gue udah datang, gue balik duluan yah," ucap Ginny ketika mendapatkan notifikasi dari ibunya.
"Udah sana, dari dulu emang nyusahin," ucap Cho.
Yah, keduanya berteman sejak kecil hanya saja saat keluarga Ginny memutuskan untuk kembali ke London dan tinggal disana mereka berpisah, hanya saja sekarang Ginny sudah kembali.
"Cho, itu mommy nya Ginny nungguin lo," ucap ibunya Cho sambil membuka pintu kamar Cho.
"Heheh iya Tante, ini si Cho nggak mau saya pulang makanya masih ditahan."
"Dih! Ogah, amit-amit, mending sana deh pulang," ucap Cho sambil mendorong Ginny.
"Udah, udah. Kalian berdua ini dari dulu selalu aja berantem. Ginny nanti bawa kue buatan Tante yah, udah Tante siapin," ucap ibu Cho sambil merangkul gadis tersebut dan berjalan turun ke bawah.
Haloo semuanya, jangan lupa vote cerita ini yah biar semangat aku nulisnya.
Makasih yang udah mau baca, see you in the next chapter 🐍💙 byeee.