Beberapa minggu setelah rencana perawatan Lucian disusun oleh Seraphina dan Amara, ada sedikit perbaikan pada kondisi Lucian. Meski masih lemah, perawatan medis yang lebih intensif mulai menunjukkan hasil positif. Komunikasi antara Lucian dan Seraphina juga mulai membaik, meskipun masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki.
Suatu sore, Lucian menghubungi Seraphina melalui panggilan video. Wajahnya tampak lebih cerah dibandingkan sebelumnya, meskipun masih terlihat lelah.
"Seraphina, aku merasa sedikit lebih baik hari ini," kata Lucian dengan senyum lemah.
Seraphina tersenyum lega. "Aku senang mendengarnya, Lucian. Bagaimana perawatan medisnya? Apakah mereka menemukan sesuatu yang bisa membantu?"
Lucian mengangguk. "Ya, mereka menemukan bahwa aku memiliki kondisi autoimun yang memerlukan perawatan khusus. Aku harus menjalani terapi jangka panjang, tapi setidaknya sekarang aku tahu apa yang sedang kuhadapi."
Seraphina menghela napas lega. "Itu kabar baik, Lucian. Aku sangat mengkhawatirkanmu."
Lucian menatap Seraphina dengan mata penuh kasih. "Aku tahu, Seraphina. Aku juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik selama ini. Aku tahu itu sangat menyakitkan untukmu."
Seraphina menunduk, menghapus air mata yang mulai mengalir. "Yang penting sekarang adalah kamu mulai sembuh. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu ada di sini untukmu."
Beberapa hari kemudian, Lucian mulai merasa cukup kuat untuk kembali beraktivitas ringan di kampus. Amara, yang selalu mendukungnya, merasa lega melihat Lucian yang semakin pulih.
"Lucian, bagaimana perasaanmu hari ini?" tanya Amara ketika mereka berjalan pelan di taman kampus.
"Sedikit lebih baik, terima kasih," jawab Lucian. "Aku sangat berterima kasih padamu, Amara. Kamu telah banyak membantuku selama ini."
Amara tersenyum hangat. "Tidak masalah, Lucian. Aku hanya ingin kamu sembuh. Aku juga senang melihat kamu dan Seraphina mulai berkomunikasi lagi."
Lucian mengangguk. "Ya, aku sangat merindukannya. Aku merasa seperti aku telah menyia-nyiakan banyak waktu, tapi sekarang aku ingin memperbaikinya."
Pada malam hari, Lucian menghubungi Seraphina lagi melalui panggilan video. Kali ini, percakapan mereka lebih ringan dan penuh canda.
"Seraphina, ingat waktu kita pertama kali bertemu di perpustakaan?" tanya Lucian dengan senyum kecil.
Seraphina tertawa kecil. "Tentu saja. Kamu tampak sangat serius saat itu. Aku bahkan berpikir kamu tidak akan pernah tersenyum."
Lucian tertawa. "Ya, aku mungkin terlihat serius, tapi kamu yang berhasil membuatku tersenyum."
Seraphina tersenyum hangat. "Aku senang mendengarnya, Lucian. Kamu tahu, aku benar-benar merindukan saat-saat seperti ini."
Lucian mengangguk. "Aku juga, Seraphina. Aku berjanji akan berusaha lebih keras untuk selalu ada untukmu, meskipun kita terpisah jarak."
Hari-hari berikutnya, komunikasi antara Lucian dan Seraphina semakin membaik. Meskipun masih ada hari-hari sulit, mereka berdua berusaha untuk tetap berhubungan dan mendukung satu sama lain. Amara, yang tetap menjadi teman baik bagi Lucian, juga membantu menjaga suasana tetap positif.
Suatu sore, Lucian dan Seraphina berbicara melalui panggilan video tentang masa depan mereka.
"Lucian, aku ingin tahu rencanamu setelah kamu pulih sepenuhnya," tanya Seraphina dengan penuh harap.
Lucian tersenyum. "Aku ingin menyelesaikan studi di Lunaria dan kemudian mencari pekerjaan di kotamu. Aku ingin kita bisa lebih dekat, Seraphina."
Seraphina merasa hatinya hangat mendengar itu. "Aku juga berharap kita bisa lebih dekat, Lucian. Aku tahu kita bisa melalui semua ini bersama-sama."
Dengan cinta yang semakin kuat dan komunikasi yang lebih baik, Lucian dan Seraphina menemukan harapan baru di tengah kesulitan. Mereka menyadari bahwa cinta sejati membutuhkan komitmen, kepercayaan, dan dukungan satu sama lain, bahkan ketika menghadapi rintangan yang paling sulit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta tak harus memiliki
JugendliteraturLucian, seorang pemuda introvert dan kalem dari Lunaria, menemukan pelarian dari rutinitasnya yang membosankan di sebuah aplikasi chat. Di sana, ia bertemu dengan Seraphina, seorang gadis populer dari Valoria yang memiliki ego tinggi namun berhati b...
