Beberapa hari kemudian.
Hari Minggu, di rumah.
Bona, Sooji dan Yurim sedang duduk di ruang tv lantai atas. Dengan posisi Bona duduk di tengah, Yurim tiduran di paha Bona sedangkan Sooji bersandar di bahu Bona. Mommy dan papa masih ada urusan di hotel.
Sooji dan Yurim sangat manja dengan kakaknya, apalagi yang kecil ia hanya ingin bermanja-manja dengan kedua kakaknya, karena ia akan berangkat ke asrama beberapa jam lagi untuk pelatihan bertanding di tingkat Asia bulan depan.
"Aduh, ssshhh.." Bona meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
"Eh, kenapa kak?" Tanya Sooji dan Yurim bersamaan.
"Bentar deh, kek ada yang keluar.. misi dulu dek.. kaka mau ke toilet.." ucap Bona lalu berlari kecil menuju kamarnya.
"Kaka kenapa?" Tanya Yurim pada Sooji.
"Nggatau.." jawab Sooji sambil mengedikkan bahunya.
Kemudian Yurim tidur di paha Sooji.
"Nemplok lagiii.. ishh kamu tuh, maunya nemploook mulu sama kaka-kaka.." ucap Sooji sambil mengusap lembut kepala Yurim.
"Biarin sih ka.. nanti kan aku udah berangkat ke asrama.. biar kaka ngga kangen sama aku.. hehehe.." ucap Yurim sambil menatap mata Sooji.
"Ngga kebalik tuh? Bukannya kamu yang kangen sama kaka-kaka? Hm?" Ucap Sooji sambil menyentil hidung mancung Yurim.
"Ah kaka bikin ga mood aja.." ucap Yurim manja lalu ndusel di perut Sooji.
"Hahaha.. maaf sayang.. kamu sih manja banget.." ucap Sooji sambil tertawa pelan dan memeluk Yurim.
Bona keluar dari kamarnya yang sudah membawa tas kecil dan kunci mobil.
"Kaka mau kemana?" Tanya Yurim yang masih tidur di pangkuan Sooji.
"Mau keluar sebentar.." ucap Bona lalu berjalan menuju lantai bawah.
"Hati-hati kak.." ucap Sooji. Bona hanya mengacungkan jempolnya.
"IKOOOOOT..!!!" Teriak Yurim yang sudah berdiri.
"NGGAUSAH DEK, DI RUMAH AJA!" teriak Bona yang sudah sampai di bawah.
"Ishhh.." Yurim kesal.
"Yaudah sih kek bocil aja suka banget ngintilin kakaknya kemana-mana.. sini aja duduk sini sama kaka.." ucap Sooji.
"Yaudah deh.." Yurim kembali tiduran di paha Sooji lagi. Sooji mengusap lembut kepala Yurim sambil memainkan ponselnya.
Yurim pun merasa ngantuk karena usapan lembut tangan kakaknya.
"Hoaaaam..."
"Ngantuk? (Yurim mengangguk) bobo kamar sana.." ucap Sooji.
"Enggamau, jam segini tidur.. mau sama kaka aja.." jawab Yurim.
"Mau dikelonin?"
"Engga ah.. semalem kan udah.." ucap Yurim sambil memejamkan matanya.
Sooji hanya menghela nafasnya, kemudian ia mendapat chat di grup teman-temannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Family (18+)
FanfictionKeluarga yang menormalisasi sex before marriage yang penting bisa jaga diri.. Lanjutan cerita di tiktok..
