"Sampaaaaaii.. yuk turun.. (tak ada jawaban, melihat kedua adiknya) haishhh, pada tidur ternyata.. gara-gara macet tadi nih jadi mereka ketiduran ck.." ucap Bona lalu melepas seat belt nya.
"Sayang-sayangnya kakaaaa.. bangun yuk.. udah nyampe rumah nih.. (mengusap pipi Sooji) dek, bangun.. hei.." ucap Bona lembut.
"Hmmm.." Sooji hanya bergumam.
"Bangun nak.. (mengusap tangan Yurim) sayang, bangun yuk, udah nyampe rumah nih.." ucap Bona.
"Emh.. (ngulet) eeeeenghh.. udah sampe ka?" Ucap Sooji dengan suara parau sambil membuka pelan matanya.
"Udah, yuk bangunin adeknya gih.. kaka masuk duluan ya.. mau pipis dulu.." ucap Bona lalu keluar dari mobil dan berlari menuju toilet dekat garasi.
"He'em.. dek, bangun.." ucap Sooji lalu memejamkan matanya lagi.
Kemudian Sooji kaget, lalu bangun dan membangunkan adiknya, ia turun dari mobil dan membuka pintu belakang.
"Sayang, bangun yuk.. hey.. udah nyampe rumah nih.." ucap Sooji sambil mengusap kepala Yurim.
"Hmmm.. nggamauu.." gumam Yurim, lalu meraih tangan kakaknya dan dipeluknya.
"Ish, malah dipeluk.. heh, bangun dek.. udah nyampe rumah nih.. yuk.." ucap Sooji.
"Boong.." ucap Yurim dengan suara parau.
"Lah, kok boong sih? Beneran ini.. yuuuk.. melek dulu sayang.." ucap Sooji lalu menarik tangannya.
"Gendooong.." Yurim manja lalu mengalungkan tangannya di bahu Sooji dan masih merem.
"Ngga ah.. dikira enteng apa.. yuk ah, kaka cipratin air nih ya kalo ngga bangun.. papa bilang kalo adek ketiduran di mobil disuruh cipratin air ke mukanya.. mau ngga?" Ancam Sooji.
"(Membuka mata) iya iyaaa.. jangan gitu dong kaaa.. jahat banget sihh.." ucap Yurim cemberut lalu turun dari mobil.
Sooji mengambil beberapa kantong plastik yang berisi martabak dan wedang ronde.
"Yuk, bantuin bawain ini dulu, kasihin ke bibi, trus ambil mangkok sama sendok tiga.." ucap Sooji lalu memberikan satu martabak manis dan telor pada Yurim.
"Ishh, ka Bona kemana emang?" Ucap Yurim menerima kantong itu.
"Udah masuk, belet pipis tadi katanya.. yuk sana kamu ke dapur, kaka mau ke kamar papa.." ucap Sooji. Yurim hanya berdehem untuk menjawabnya. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah, sementara Bona baru keluar dari toilet dekat garasi.
"Yah lupa, belum dikunci mobilnya.." ucap Bona lalu bergegas mengunci mobil dan mengikuti kedua adiknya masuk ke dalam rumah.
"Biii.. bibiiii.." teriak Yurim saat sudah di dapur. Ternyata bibi tidak ada di dapur, melainkan berada di belakang, menonton tv bersama yang lain.
"Nah, di sini ternyata.." tambahnya.
"Eh, tadi non manggil bibi ya?" Ucap bibi saat melihat Yurim.
"Iyaaa, nih bi dibeliin martabak sama kaka-kaka.." ucap Yurim sambil memberikan satu kantong plastik berisi dua kotak martabak itu.
"Waaah, makasih banyak ya non.. tolong sampein makasih juga sama kaka-kaka.." ucap bibi menerima kantong itu sambil senyum mengembang.
"Iya bi.. oya, aku minta mangkok sama sendok tiga dong bi.. buat makan di atas.." ucap Yurim.
"Oh iya, yuk bibi ambilin.. pak, ini ada cemilan dari non Bona sama non Sooji.." ucap bibi.
"Oh iya, makasih banyak non.." ucap bapak-bapak itu pada Yurim.
"Sama-sama paaak.. goodnite.." ucap Yurim, ia memang kadang menggunakan bahasa Inggris saat sedang bicara pada bapak-bapak, walopun hanya sekedar menyapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Family (18+)
Fiksi PenggemarKeluarga yang menormalisasi sex before marriage yang penting bisa jaga diri.. Lanjutan cerita di tiktok..
