10. hurts or sick?

337 14 0
                                        


ෆ╹⁠ ⁠.̮⁠ ⁠╹⁠ෆ






🌻🌻


"Udah selesai?" Tanya bara kepala beberapa anggota OSIS kelas 11 yang bertugas membacakan surat suara

"Udah kak, ini kata Wakasek besok aja pengumuman nya pas apel pagi"

"Oke, karena kalian udah kerja kelas besok kita par–"

"Hushh!" Leo menjitak kening bara dengan keras

"Ahh sakit, kenapa di jitak sih?"

"Jangan ngajak yang enggak-enggak yah, gua tau pikiran busuk lo" bara mendengus

"Oh iya adik-adik makasih yah udah bantuin, kita gak bisa party dulu soalnya masih sibuk, gimana kalo nanti kita pelantikan OSISnya di pantai?" Leo tersenyum manis pada adik-adik OSIS nya

"WOAHHH BOLEH KAK!"

"Jangan senyum-senyum" bara mencubit pipi Leo

"Bara!" Leo mengelus pipinya yang memerah

"Ya udah kalian boleh kekelas masing-masing, makasih sekali lagi ya!" Leo melambaikan tangannya

"Makasih juga kak, kita pergi dulu, Babay"

"Iya ati ati"

Setelah ruang OSIS kosong Leo mulai membersihkan ruangan, merapikan kertas-kertas, menyapu dan menyusun kotak suara

"Jangan angkat yang berat-berat" bara mencoba mengambil kotak yang Leo angkat

"Bisa, tenang aja" Leo tetap mencoba menaruh kotak di atas rak yang berada di atas kepalanya dengan berjinjit, Sehingga kontak yang sudah di susun rapi terjatuh tepat di kepalanya

"Akh–"

"Udah di bilang, kenapa bandel banget sih?!" Bara menahan kotak dengan kedua tangan dan badannya

"Shhh em" bara meringis ketika bahunya terkena ujung kotak suara yang terbuat dari kayu

"Bar! Gak Papa?" Leo mendongakkan kepalanya melihat wajah kesakitan bara

"Gak, gak ada yang sakit kan?" Bara menjauhkan dirinya dari Leo kemudian memutar mutar bahunya mengecek apakah parah apa tidak

"Enggak, tapi bahu lo?" Leo mencoba mendekat kearah bara namun kakinya tersandung oleh barang-barang yang tadi jatuh bersamaan dengan kotak suara

BRUKK

"Akh shhh–" Leo meringis ketika jatuh tepat di dada bara dan bara tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga jatuh ke lantai

"Leo.." bara menatap Leo, tidak habis pikir dengan kecerobohannya yang tidak ada habisnya

"Sorry" Leo nyengir dengan senyuman bodohnya

"Gak apa-apa kan?" Tanya Leo lagi, bara tidak menjawab sibuk menatap wajah Leo yang ada di atasnya

"Bar! Jawab anjir, yang mana sakit?" Leo mencoba bangkit tapi malah tidak sengaja menyentuh arah selatan bara menggunakan lututnya

Milky Way Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang