"Emhg bar.. stop" lenguh Leo
"Ini kan yang lele mau?" Tanya bara
"Engga.. emphh, bara akh-" Leo merasakan tangan bara yang mulai masuk ke dalam bajunya, mengelus pinggang, perut lalu mencubit pelan putingnya
"Bara akh- Leo gak mau! Emh.." lek menangis merasakan bara yang menciumnya dengan kasar dan menyentuhnya tanpa kasih sayang.
nafsu, hanya nafsu yang bisa Leo rasakan oleh perlakuan bara, dia seperti di perkosa oleh orang yang dia sukai sendiri
"Bar.. ahhh...ackh stop berhenti, bukan ini bukan ini yang lele mau qkh-" bara merobek baju Leo dengan sekali tarikan
"Bara please.. akhh gak.. bara sakit.. hiks" Leo menangis sejadi-jadinya dia takut melihat bara yang sekarang, bara yang kasar pada dirinya
"Diam" bara tidak memperdulikan Leo yang sudah gemetar dan menangis kencang dia berusaha membuka celana Leo dengan tidak sabaran
"Suka kan sama bara? Ini yang lele mau kan?" Bara masih dengan aksinya yang merayangi tubuh kecil Leo
"Bara please jangan... Lele mohon, ackh bar ahh, kalo bara gak suka sama lele gak usah gini, jangan kasar.. maaf Lele tadi becanda emhh- akh" Leo berusaha berontak dari kukungan bara
"Bara? Jangan lele mohon" Leo gemetar saat melihat bara mulai menyentuh lubang senggamanya
"Bara becanda kan? Gua udah sadar kok enggak mabuk lagi, jadi ayo jangan gini" Leo mencengkram kuat lengan kekar bara
Bukannya menjawab bara malah mencengkeram erat rahang Leo hingga mulutnya terbuka
"Suck it" bara menyodorkan jarinya kedalam mulut Leo
"Emhh barah ack- emhg" Leo berusaha memberontak bara kemudian mencoba menerobos masuk ke dalam hole Leo menggunakan jari tengahnya
"ACK.... BAR AHH SAKIT BAR-" benar yang di rasakan Leo hanya sakit dan ketakutan tidak ada rasa nikmat dan semacamnya, Leo berusaha berontak sekuat tenaga
PLAKK
Leo diam, bara menampar kuat pipinya tidak merasa air matanya jatuh meluruh tanpa suara, diam dan pasrah dengan apa yang terjadi entah kenapa sakit yang di terima oleh fisiknya tidak sebanding dengan sakit mental dan hatinya yang teriris di perlakukan seperti jalan oleh bara, bara orang yang paling dia cintai, orang yang dia sangat percaya
PLAKK
"Kenapa diam? Ha? Kurang kasar?" Bara mencengkram pipi Leo kemudian mencoba mencium Leo dengan kuat setelah merasa Leo yang sesak nafas karena kehabisan pasokan udara bara mulai memasukkan juniornya ke dalam hole Leo tanpa pelumas dan kondom
"ACKK BARA STOP ACKH- BARA GUE MOHON AKHH-" hancur sudah pertahanan Leo saat merasa dara merembes dari lubangnya bara bak kesetanan tidak memperdulikan hal itu dan malah mulai menyodok Leo dengan kasar sesekali menggigit dengan kuat menampar dan bahkan memberikan pukulan mentah pada perut dan rahang leo
***
Bara sedang duduk di pinggiran kasur, jam sudah menunjukkan pukul empat subuh, dirinya terbangun saat mendengar rintihan tertahan dari Leo yang tertidur
Setelah membersihkan tubuh Leo dan mengobatinya bara terduduk diam tanpa suara memikirkan hal yang dia lakukan pada Leo hingga pria kecil itu menangis kuat, membayangkan hal itu membuatnya ingin memotong tangannya sendiri
Tubuhnya gemetar, dia menangis tanpa suara, menundukkan kepalanya tidak peduli dengan pusing tidak tertahankan dari kepalanya
Bara berbalik mencium kening leo, hidung, pipi kemudian bibirnya. Dia menggigit bibir bawahnya agar suara tangisnya tidak keluar melihat tubuh Leo penuh dengan lebam dan ruam merah keunguan membuat hatinya seperti di tusuk pisau
KAMU SEDANG MEMBACA
Milky Way
Romance[ON GOING] "I wanna be your boyfriend Chiko" "El? Aku cowok" "Ya terus?" Tanya Michael bingung "Emang cowok sama cowok gapapa?" "Pacaran?" "Iya, emang boleh yah?" "Emang sesama cowok boleh ciuman?" Tanya Michael balik, Chiko diam, iya ya?
