Chapter 17 🔞

44.8K 1.6K 88
                                        

Flashback

Afkar ditolak oleh gadis yang ia sukai sejak kecil, ia mengeluh dengan Rezel yang sudah sangat lama menjafi sahabatnya.

"Re, dia masa nolak gue?"

"Udah gue bilang, lu terlalu bagus buat dia"

"Tapi dia cantik banget Re, suaranya bagus, gue suka"

Rezel memutar bola matanya malas.

"Ada apa ini?" Sahut Kiko yang tiba tiba berada ditengah keduanya. "Muka lu kenapa asem gitu?" Binggung Kiko mendapati Afkar sahabatnya cemberut.

"Nania nolak gue" jawab Afkar lesu.

Kiko yang tau jika Afkar sangat menyukai gadis itu dari kecil hanya menepuk pundaknya pelan.

"Perjalanan masih panjang, tidak usah mementingkan hal yang tidak penting, ntar Nania juga mau sama lu"

"Udah gue bilang, gadis itu terlalu buruk buat lu" ucap Rezel kemudian jalan lebih dulu.

"Ck, kenapa se dia, dari dulu gak pernah dukung lu sama Nania?" Binggung Kiko.

Afkar menggedikkan bahunya sambil mengekor pada Rezel dan diikuti Kiko.

Bebera hari kemudian, setelah penolakan itu, Rezel berkunjung kerumah Afkar, mereka ingin membuat kejutan untuk ulang tahun Kiko 5 hari lagi.

Setelah mendapat tempat dan rencana yang sempurna, Rezel pulang, namun hpnya tertinggal disana.

Afkar terpaksa mengejar Rezel dengan motornya, dipersimpangan ia melihat siluet Rezel dari jauh yang belok bukan kearah rumahnya, ia mengikuti Rezel dimana ia berhenti di sebuah pinggiran kota yang cukup sepi.

Rezel turun dari motor lalu berjalan kearah sungai buatan dibelakangnya, Afkar terus mengikuti Rezel dan betapa kagetnya Afkar melihat Nania memeluk Rezel dari kejauhan.

Dadanya begitu sesak saat melihat dua orang yang ia sayangi berhianat dibelakangnya, Afkar meremas jaketnya, ia memilih langsung pergi dari sana dengan perasaan terluka.

Disisi Rezel, ia langsung mendorong gadis itu "berhenti gak lu kirimin foto sama video bugil lu sama gue, kalau bukan karna Afkar suka sama lu, udah gue sebarin biar semua orang tau kelakuan lu" kesal Rezel.

Nania bersedekap, menatap Rezel sambil tertawa kecil "berani lu sebarin foto gue, gue bikin Afkar gila sampe mapus" jawab Nania yang terobsesi dengan Rezel.

Hal itu bisa saja terjadi karna Afkar hanya melihat Nania dari kecil, Afkar cinta mati dengan gadis itu.

"Udahlah Re, mending kita main dibelakang Afkar, gue gak bakal ngecewain lu kok" rayu Nania dengan mengalungkan tangannya pada Rezel yang langsung ditepisnya lalu pergi meninggalkan Nania yang teriak frustasi.

Afkar menangis sampai matanya bengkak, ia salah paham dengan Rezel. Ia tak menyangka jika sikap acuhnya selama ini karna Rezel juga mencintai Nania-nya.

Hp Rezel tiba tiba bunyi karna ada panggilan dari orang yang dinamainya crazy, Rezel mengangkatnya sambil menutup kamera depannya.

Betapa syok Afkar melihat Nania disana tanpa busana yang tampak sedang memuaskan dirinya sendiri sambil menyebut nama Rezel.

Afkar buru buru mematikan panggilan itu dan terdiam cukup lama.

Dear Dany!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang