Gadis Kecil

209 23 5
                                    

Dito, Mahesa dan Ajun sudah tiba di rumah sore ini, sesuai rencana awal yang mereka perbincangkan bersama Sekala siang tadi.

Mahesa terus mengikuti Dito sesampainya di rumah, sejujurnya Mahesa masih sedikit khawatir tentang Dito. Ia merasa Dito masih harus dalam perawatan medis jika di lihat dari sudut pandangnya.

"Kakak nggak istirahat?" tanya Dito ketika mereka berdua duduk di sofa ruang tengah, pantulan cahaya sore hari yang masuk melalui celah-celah jendela membuat hawa kantuk menyerang Dito yang masih setia di ikuti oleh Mahesa.

"Adek ngantuk ya?" Dito hanya mengangguk perlahan, kedua netranya mulai terpejam seiring usapan lembut pada kepalanya membuatnya semakin nyaman. Mahesa menarik Dito agar ia tidur dengan nyaman di pangkuannya, membuat Mahesa ikut mengantuk sembari bersandar pada sofa, dengan suasana yang tenang dan nyaman yang mereka rasakan, dan beberapa menit setelahnya, mereka berdua terlelap dalam tidurnya masing-masing. 

Kelelahan yang Mahesa rasakan seperti terbayarkan sore ini, dan kelelahan Dito yang terus menerus berbaring di rumah sakit, seakan memberikan kenyamanan tersendiri, bahwa tidak ada tempat yang nyaman selain rumah hangat yang memberinya kenyamanan seperti ini, di temani dengan kakak yang menyayanginya seperti Mahesa, membuatnya mudah terlelap dalam balutan kasih sayang yang tidak ia temukan dimana pun selama ini.

'Mereka berdua kayak sepasang kakak beradik yang saling menyayangi'

Itulah kalimat singkat yang terlintas di pikiran Ajun ketika ia melihat Mahesa dan Dito yang tertidur di sofa sore ini. 

.

.

Johan dan Joshua baru tiba di rumah jam tujuh malam, setelah seharian mereka bekerja di hotel milik Sekala. Mereka langkahkan kaki lelah mereka masuk ke dalam rumah, berjalan perlahan menuju ruang tengah dimana Mahesa dan Dito masih telelap dalam tidur mereka masing-masing.

"Kok mereka tidur di sini?" tanya Joshua pada Johan yang sama terkejutnya dengan Joshua.

"Gue seharian sama lo ya Jo, mana tahu mereka udah pulang dan tidur di sofa begini berdua. Ini kemana juga yang lainnya? masa bocil di biarin tidur di sini berdua?" Johan menoleh ke sekeliling dan tidak mendapati seorang pun berada di sana.

"Bentar gue chat di grup --- "

Setelah mengetik beberapa pesan di grup, Ajun tiba-tiba keluar dari dalam kamarnya dengan wajah bantalnya.

"Bang gue di rumah sama bocil-bocil -- ehh mereka belum bangun dari tadi?" Ajun terlihat terkejut melihat Dito dan Mahesa yang masih nyenyak tertidur di sofa.

"Tidur dari kapan?" tanya Johan sembari berjalan menghampiri Mahesa dan Dito.

"Sore bang, jam 5 kayaknya deh. Abis mandi mau gue bangunin, eh gue malah ketiduran hehe" ucapnya dengan entengnya.

"Adek -- adek ---" Johan dengan lembut mengusap perlahan pipi Dito dan Mahesa secara bergantian. "Pindah ke kamar yuk bobonya, di sini pegel lho."

Baik Mahesa maupun Dito akhirnya membuka mata mereka, kemudian duduk perlahan sembari mengumpulkan kesadaran karena sudah tertidur lama sejak sore tadi.

"Ini jam berapa kak Jo?" tanya Mahesa pada Joshua yang duduk di sampingnya.

"Jam tujuh, adek udah pada makan?"

Baik Dito dan Mahesa langsung menggelengkan kepala dengan perlahan.

"Aduh cil maaf ya, gue kira lo udah pada bangun. Bentar gue bikinin makanan ya?" Ajun dengan cepat berlari menuju dapur, mencari bahan makanan yang bisa ia masak dengan cepat untuk kedua adik-adiknya yang baru saja terbangun.

Family For The ReasonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang