LOCAL STORY
This story is about sincerity, togetherness, love, and care within a family that was accidentally formed.
If you don't like this story, you can find another story on this account
Warning !!
*All of this is fiction
*Tidak untuk di bawa k...
Miko bangun lebih awal pagi ini, ia berniat lari pagi di sekitar tempat tinggal Sekala sambil menghirup aroma embun yang masih tersisa di pepohonan, tapi ia harus mengurungkan niatnya kembali. Cuaca pagi yang dingin membuatnya kembali mengubur dalam-dalam niatnya karena kabut yang menghalangi pandangan mata.
Miko masih betah duduk termenung di teras rumah sambil sesekali menghirup udara segar pagi ini, tak lama kemudian ia melihat gerbang di buka lebar oleh mang Asep, mempersilahkan mobil milik Sekala masuk ke dalam pelataran.
"Lah baru pulang mas?" tanya Miko pada Sekala yang baru turun dari mobilnya.
"Iya~" Sekala hanya menjawabnya dengan lirih, ia langsung duduk di kursi samping Miko sambil memejamkan mata, kepalanya terus berdengung karena pekerjaanya yang tidak ada hentinya.
"Capek banget ya mas ngurus hotel?"
"Ya begini lah, tapi lebih capek lagi nyari orang buat kerja di hotel."
"Bagian apa memangnya?" tanya Miko penasaran.
Sekala yang tiba-tiba terpikirkan sesuatu langsung duduk tegap menghadap Miko.
"Lo bisa masak Ko?"
"Bisa"
"Klo bikin kopi?"
"Gampang itu mah, gue sering bantuin nyokap gue di cafe bikin kopi." jawab Miko dengan heran.
"Bagus! Lo mau nggak kerja di cafe yang ada di hotel?"
"Cafe?"
"Iya, di hotel gue ada dua cafe dengan konsep berbeda, nah salah satu cafe ada yang butuh banyak pegawai karena kemarin sempet tutup tuh, gimana? tertarik kagak lo?"
"Jam kerjanya?"
"Santai kok, lo masih bisa kuliah dengan aman tanpa ganggu waktu lo belajar, nanti gue cari beberapa pekerja lagi buat bantuin lo. Gimana?"
"Ok deh, nanti ajak gue buat lihat-lihat kesana ya mas."
"Tenang aja itu mah, thanks ya Ko."
Setelah itu Sekala masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, meninggalkan Miko dengan perasaan yang campur aduk karena di tawari pekerjaan mendadak oleh Sekala.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miko membuang nafasnya kasar melihat balasan teman-teman satu rumahnya.
"Klo ada gratisan dimana-mana pasti langsung gercep dah, ah gue masakin sesuatu deh buat mereka."
Miko langsung masuk ke dalam rumah menuju dapur. Rumah Sekala yang sebesar ini terlihat sangat sepi sekali, sepertinya teman-temannya yang lain memang masih tertidur pulas di kamar mereka masing-masing.
Sekala yang baru saja mandi langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil air mineral, ia melihat Miko yang sedang memotong beberapa sayuran yang sepertinya sudah ia cuci terlebih dahulu.