Geraldo baru pulang, langsung memanggil sang istri. Namun tak ada jawaban, hanya ada sang ART yang sedang beres-beres rumah.
"Mbak Sum, Ibu di mana ya?"
"di kamar Pak, dari tadi sore belum keluar kamar, saya udah siapin makanan juga belum dimakan."
"Ibu belom makan malam mbak? ini udh jam 10 loh."
"iyaa Pak."
Geraldo pun terlihat khawatir dan langsung naik ke atas, menghampiri sang istri yang berada di dalam kamar.
"Sayangg.. sayanggg." Panggil Geraldo lembut.
Melihat istrinya sedang tidur, dengan mata sembab, Ia yakin Gianna pasti habis menangis, dan Ia juga sudah menebak apa yang menyebabkan istrinya sampai menangis seperti itu.
Geraldo duduk di sisi ranjang dan mengelus lembut kepala sang istri.
"sayanggg.. bangun yuk makan. kamu belum makan kan?"
Gianna pun bangun, dan mengubah posisinya menjadi duduk, wajahnya tampak cemberut dan sedih.
"Tadi aku abis testpack ..... " Gianna terdiam sebentar.
Geraldo sudah tahu apa yang akan dikatakan Gianna selanjutnya.
"hasilnya negatif" ucap Gianna pelan, lalu tak lama Ia mengeluarkan air mata.
"Hei jangan nangis sayang, mungkin emang belom waktunya rejeki, nanti kita usaha lagi ya sayang." Ucap Geraldo, Ia pun segera memeluk sang istri sambil mengelus kepalanya pelan.
Gianna hanya terdiam dalam pelukan sang suami. Mereka terdiam dalam hening. Tiba-tiba terdengar suara dari perut Gianna, menandakan Ia lapar.
"sayangg, kamu belom makan? tuh cacing di perut kamu minta makan?"
Gianna tersenyum sedikit mendengar ucapan Geraldo.
"Sekarang kamu harus makan dulu ya, mau aku suruh Mbak Sum bawain ke atas?"
"Aku mau makan bareng sama kamu."
"Yauda,, tapi aku mandi dulu ya sebentar."
Gianna mengangguk.
Geraldo berjalan menuju kamar mandi, dilihatnya tiga buah testpack yang dibuang ke dalam tempat sampah. Ia hanya tersenyum dan menarik nafas. Geraldo pun segera mandi, setelah selesai mandi entah kenapa Geraldo iseng mengambil salah satu testpack yang ada di tempat sampah tersebut.
Matanya melotot melihat hasilnya.
Satu garis tebal dengan satu garis samar tipis. Tak percaya dengan hasil yang dilihat, dia mengambil kedua tespack lainnya, yang satu hanya dengan satu garis, dan satunya lagi menunjukkan dua garis.
Geraldo pun segera berlari keluar menghampiri sang istri, sambil membawa testpack.
"Sayangg liat ini."
"Apaan sihh ngapain kamu ngasih liat aku lagi, mau bikin aku nangis lagi?"
Gianna menepis tangan Geraldo, sehingga testpack yang dipegangnya terjatuh.
"Sayangg ini kamu liat dulu yang bener."
Geraldo memberikan testpack positif ke sang istri, Gianna hanya memandang tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Ga lucu deh bercanda kamu, kamu tuker kan testpack nya biar aku seneng."
"Yaampun sayang ngapain coba becandain beginiann. Ini aku ambil di tempat sampah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romance⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
