18 - CONFLICT

7.1K 46 1
                                        




Sejak kejadian malam itu, Geraldo menjaga jarak dengan Nabila, Ia tidak mau masalah menjadi lebih rumit, dan terulang kembali. Ia hanya bertemu saat jadwal Nabila kontrol kandungan, dan tak hanya mereka berdua, harus ada seorang suster di dalam ruangan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Geraldo pun sudah tidak pernah membalas pesan Nabila. Memang selama ini Ia merasa terlalu dekat dengan Nabila, terkadang sesekali Geraldo memang merasa berasa nyaman bercerita dengan Nabila, Ia juga sering meminta masukan kepada Nabila jika sedang ada masalah dengan sang istri, namun Ia tidak menyangka hubungannya dengan Nabila bisa lepas kontrol dan berakhir seperti itu. Hingga saat ini Geraldo pun masih tidak sepenuhnya ingat apa yang terjadi malam itu.

Waktu berlalu usia kandungan Gianna sudah memasuki trimester akhir, saat ini berusia 36 minggu namun berat sang janin sudah mencapai 3,6 kg dan tetapi kondisinya sudah semakin stabil dan kuat, pertumbuhan janin Gianna pun cukup pesat. Meski dengan perutnya yang besar namun Gianna sudah kembali beraktivitas normal, sesekali Ia mengantar sang anak ke sekolah ataupun menemani mereka bermain dan Gianna pun sudah mulai mengikuti kelas senam hamil. Menurut saran sang suami, Ia harus sering banyak bergerak agar memudahkan proses persalinan nanti, terlebih ukuran bayinya cukup besar.

Meski sangat malas karena pinggangnya yang terasa pegal dan sakit namun Ia tetap memaksakan diri untuk melakukan senam hamil. Hari ini Gianna sedang berada di klinik sang suami untuk mengikuti senam hamil. Sementara Geraldo yang baru saja menangani pasien langsung segera ingin menghampiri sang istri di ruang senam. Tiba-tiba seseorang menarik tangannya.

"dokk.."

Geraldo kaget melihat siapa yang menarik tangannya. Nabila.

"kamu ngapain disini? ada istri aku." Geraldo melepas tangan Nabila dan berjalan meninggalkan Nabila.

"istri kamu cantik juga." ucap Nabila

Geraldo berhenti, dan berbalik menghampiri Nabila. Nabila tersenyum.

"tadi kita senam bareng loh. istri kamu baik banget."

"kamu apa-apaan sih? udah aku bilang jangan sering kesini kalau bukan jadwal kontrol."

"kenapa sih? kamu takut ada yang tahu kejadian malam itu?"

"Please, cukup ga usah bahas kejadian itu disini, udah aku bilang malam itu cuma sebuah kesalahan, hubungan kita hanya sebatas pasien dan dokter. Ga akan pernah lebih. Mengerti?"

"Hhmm iya dok. Gausa galak-galak gitu ah, takutt." Ucap Nabilla manja.

"Awas kalau sampai istri aku tau dan jadi salah paham!!"

Tak sadar dengan perdebatan mereka, Gianna sudah berada tak jauh di belakang Geraldo, mendengar semua ucapan mereka.

Tubuhnya menegang, perut besarnya mengencang.

"ALDOO!! Apaan-apaan ini?"

Geraldo dan Nabilla pun melihat ke arah suara, betapa terkejutnya Geraldo. Ia segera menghampiri Gianna

"sayangg biar aku jelasin ini semua."

"ga ada yang perlu kamu jelasin, aku udah denger semuanya."

"sayaanggg... sayanggg.. Giannaa.." Geraldo berusaha menahan Gianna, namun Gianna berjalan cepat dengan perut besarnya itu.


***

Gianna kembali ke rumah langsung mengambil kopernya dan mengemas pakaiannya, kebetulan kedua anaknya tak ada di rumah karena sedang diajak berlibur ke Puncak oleh orang tua Geraldo.

Geraldo masuk ke kamar dengan tergesah-gesah, "sayangg kamu mau kemanaa?"

Gianna tak menjawab terus mengemasi barang-barangnya.

Born with Love, Just Me & YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang