Epilog

9.2K 63 0
                                        


8 tahun berlalu.

Gianna dan Geraldo berjalan perlahan menyusuri karpet, dibelakangnya disusul keempat putranya dan si kembar 3. Gianna berjalan perlahan, tangannya mengandeng lengan sang suami, sementara tangan lainnya mengelus perut besarnya lalu memegang bagian bawah perutnya. Iya, Gianna sedang hamil, lagi.. Kehamilan ke 6 dan akan menjadi anak ke 8, kehamilan yang sangat-sangat tidak terduga dan tidak direncanakan bisa dibilang Gianna kebobolan. Terlebih Gianna sudah melakukan KB, ya memang mungkin ini rejeki dari Tuhan. Mereka diberikan kembali titipan seorang malaikat kecil.

Bisa dibilang Gianna hamil di usia yang sudah tidak muda lagi, 41 tahun, tidak mudah bagi Gianna menjalani kehamilan di usia kepala 4, meski secara tampak mata tubuhnya masih terlihat masih bagus dan kencang bak wanita seusia 20an, namun secara fisik tubuhnya tak sekuat itu. Di kehamilan yang yang ini Ia sangat-sangat jompo dan mudah lelah, pinggang dan seluruh tubuhnya sering pegal-pegal dan sakit, Ia pun tak kuat untuk berjalan jauh, terlebih saat kehamilannya yang semakin besar. Kehamilan dan kondisi janinnya pun berkembang dengan sangat baik dan sehat.

Di kehamilan kali ini, bisa dibilang Gianna cukup santai. aktivitasnya tidak terlalu banyak, terlebih keempat anaknya sudah beranjang remaja, sehingga bisa membantunya menjaga si kembar yang berusia 8 tahun. Meskipun saat Geraldo mengetahui Gianna hamil, Ia cukup kaget dan shock, namun Ia juga senang, meski pada awalnya ada juga kekhawatiran bagi Geraldo dan Gianna, namun seiring berjalan waktu ternyata semuanya berjalan dengan sangat baik hingga kini sudah memasuki 35 minggu.

Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, Gianna masih ragu apakah Ia akan memilih melahirkan secara normal atau dengan operasi caesar. Dari lubuk hatinya Ia sangat ingin melahirkan normal, namun tentu melihat usianya kini, Ia juga khawatir. Terlebih Ia mencari tahu banyak hal tentang hamil di usia 40 tahun dan resiko-resikonya. Geraldo pun membebaskan Gianna untuk memutuskan, jika menurut hasil pemeriksaan kondisi Gianna dan janin sangat memungkinkan untuk melahirkan normal. Tak ada kendala ataupun komplikasi - komplikasi pada kehamilannya ini.

Gianna dan Geraldo sampai di atas panggung kecil, Ia sedang menghadiri Pesta Ulang tahun Pernikahan Emas ke 50, orang tua Geraldo di Bali. Tidak banyak undangan hanya beberapa teman dan keluarga terdekat saja. Setelah sesi foto keluarga Gianna berbaur dengan para tamu, dan tentu saja Gianna tak luput dan pertanyaan kehamilannya di usia ini.

Gianna pun hanya tersenyum dan tertawa mendengar godaan para keluarga yang tak menyangka Gianna akan kembali hamil.

***

Sudah 1 minggu, Gianna dan Geraldo menikmati sisa-sisa hari terakhir mereka di Bali sebelum mereka akan kembali ke Jakarta,  sekaligus menikmati liburan karena sudah lama juga mereka tidak liburan. Ketujuh anaknya sudah kembali ke Jakarta, karena harus sekolah. Gianna dan Geraldo memang ingin menghabiskan waktu berdua lebih lama, sebelum sang bayi lahir dan mereka akan jarang menikmati waktu berdua. Gianna dan Geraldo, berjalan berdua menyusuri pantai sambil menikmati sunset. Mereka duduk di kursi di pinggir pantai sambil menikmati deburan ombak dan angin sepoi-sepoi.

"Sayang, semoga usia pernikahan kita bisa sampe kayak mama papa ya, sampe kakek nenekk."

"Amiiinn sayanggg, harus dongg. Biar Kita nanti bisa merayakan Pesta Ulang Tahun Pernikahan Emas juga"

Gianna pun tersenyum lalu menyandarkan kepala ke dada bidang sang suami, sementara Geraldo merangkul tubuh sang istri sambil mengelus perut istrinya.

"Aaaaakhh sssttt" tiba-tiba Gianna merintih

"Sayangg, kontraksi?"

Gianna mengangguk pelan. Sebenarnya sejak tadi pagi Gianna sudah mengalami kontraksi yang hilang timbul, namun Ia tak bilang pada sang suami. Ia menganggap itu hanya kontraksi palsu. Namun kontraksi tersebut kian menguat setelah siang tadi setelah mereka having sex.

Born with Love, Just Me & YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang