Gianna terkulai lemas setelah berhasil mengeluarkan bayinya tersebut. Geraldo langsung mengangkat sang bayi, lalu diciumnya kemudian diletakan di atas dada Gianna. Tak lupa Geraldo mengecup bibir Gianna dengan lembut.
"makasih ya sayang udah berjuang melahirkan anak kita."
Gianna pun menangis terharu, melihat sosok bayi mungil di dadanya. Namun tak lama perutnya terasa mulas kembali, namun tak sesakit tadi.
"sayang perutt ku sakitt lagii."
"placentanya sayang belum keluarr, ayo aku keluarkan, kalau kontraksinya datang lagi langsung mengejan ya."
Gianna pun mengejan untuk mengeluarkan placenta, hanya sekali mengejan placenta langsung keluar. Setelah placenta keluar Geraldo pun memakai celana, sedari tadi Ia belum sempat memakai celana dan mengambil selimut untuk membalut sang istri dan bayinya itu. Geraldo segera membawa Gianna dan Baby G ke ruangan yang sudah disiapkan olehnya.
Geraldo pun membersihkan vagina Gianna dan menjahitnya dengan hati-hati, setelah selesai Geraldo langsung membersihkan Baby G dan menaruhnya di box bayi. Gianna pun tertidur karena badannya terasa amat lelah setelah 2 hari ini Ia tidak bisa tidur.
Geraldo memandangi wajah sang istri dan sang anak, tidak menyangka Ia telah menjadi seorang ayah, tanpa sadar Ia meneteskan air mata.
GAVREL VASCO ANGELO, nama yang diberikan untuk putra pertama mereka.
***
Satu minggu berlalu sejak kelahiran Baby Gavrel, Gianna masih tak percaya Ia telah menjadi seorang ibu, dipandangi wajah mungil Gavrel. Baby Gavrel melengkapi kebahagiaan keluarga kecil Geraldo.
"Babyy, makasih ya udah hadir di hidup mommy." Ucap Gianna tersenyum.
Gianna merasakan aktivitas baru sebagai seorang ibu, Geraldo pun selalu membantu Gianna merawat dan menjaga Gavrel. Setiap malam Gavrel menangis, Geraldo dengan sigap menggendongnya tanpa membanguni sang istri. Karena Ia tahu sang istri pasti lelah seharian menjaga Gavrel.
Sejak kelahiran Gavrel, keluarga dan beberapa teman terdekat mereka pun datang berkunjung , membawa hadiah untuk Gavrel. Gianna pun merasa senang banyak orang yang sayang dengan dirinya dan anaknya.
Termasuk Gabby dan kedua Ibu Gianna dan Geraldo, Mama Gisel dan Mama Anne yang hampir setiap hari datang untuk mengunjungi Gavrel. Mereka membantu Gianna menjaga Gavrel bergantian.
Hari ini Mama Gisel dan Gabby yang datang berkunjung.
"Babyy G, cucu Grandma tersayanggg." ucap Mama Gisel.
"Babby Gavrell keponakan auntyy, liat nih aunty banyak apa." Ucap Gabby tak mau kalah dengan ibunya.
"Haii grandmaa Isell haii onty gabby." Gianna menjawab sapaannya itu.
Untungnya kedua orang tua Geraldo dan Gianna bukan orang tua yang ribet, sehingga mereka tidak ikut campur bagaimana Gianna mengurus Baby Gavrel. Hal tersebut membuat Gianna pun nyaman dengan sang mertua.
"Hai Maa." Geraldo yang baru pulang langsung menyapa sang Ibu. Tak lupa Ia menyapa sang adik dan mengelus kepala sang adik itu.
"Aldoo, liat tuh mata dan bibir Gavrel mirip banget sama kamu."
"ya iyalah aku kan bapaknya, kalau mirip tetangga ya bingung ya nak ya."
"Gavrel mah akan tumbuh lebih ganteng dari daddy ya nakk." Ucap Gabby meledek kakaknya itu.
Gianna pun hanya tertawa mendengar obrolan mereka itu. Mereka pun berbincang-bincang dan tertawa-tawa bersama.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romance⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
