Pagi hari mereka terbangun masih dalam pelukan satu sama lain, Gianna mengeratkan pelukan pada sang suami, Ia sangat merindukan momen bersama sang suami berdua tanpa gangguan tangisan anak mereka, namun Gianna juga sudah kangen dengan kedua buah hatinya. Geraldo mencium kening sang istri. Mereka terdiam sejenak menikmati kesunyian dalam pelukan satu sama lain, menikmati detak jantung dan suara nafas satu sama lain. Setelah cukup lama berpelukan akhirnya mereka pun harus bangun karena harus segera sarapan dan check out.
Mereka pun kembali tiba di rumah, disambut oleh kedua buah hati mereka. Gavrel langsung berlari dan berteriak memanggil ibunya.
"Moo mmyy mo mmy." teriak Gavrel
Gianna pun langsung menggendong putra sulungnya itu lalu menciumnya. Sementara Geraldo mengendong putra bungsu mereka.
"Maa makasih ya udah jagain anak-anak." ucap Gianna pada ibu dan ibu mertuanya
"sama-sama, mama seneng kok jagain cucu, jadi ada hiburan."
Mereka pun tertawa dan bercanda bersama-sama.
***
Beberapa bulan berlalu, Gianna sudah semakin terbiasa dengan kehidupannya saat ini. Ia semakin sibuk mengurus kedua putranya meskipun lelah tetapi menyenangkan melihat sang buah hati tumbuh dengan pintar. Gavrel yang baru saja merayakan ulang tahun ke dua, sudah mulai dimasukan ke sekolah untuk batita, sementara Gavin sudah mulai merangkak dan mulai berbicara. Ia sudah bisa menyesuaikan dan mengatur waktu dengan baik. Pagi hari, sarapan bersama keluarga, lalu mengantar Gavrel ke sekolah, siang hari bermain dengan Gavin sambil menunggu Gavrel pulang sekolah. Dan malam harinya tentu jatah quality time dengan sang suami.
Beberapa hari ini Gianna merasakan tubuhnya sangat amat letih dan lemas, sepertinya tubuhnya butuh istirahat kali ini. Kepalanya sangat amat pusing, Ia memutuskan untuk tidur dan meminta sang baby sitter untuk menjaga anaknya sebentar.
Gianna terbangun, Ia kaget tidur cukup lama hari sudah sore, Ia segera beranjak dari tempat tidurnya namun perutnya terasa mual. Ia pun segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
"Hoekk hoekkk hoekkk."
Tiba-tiba Geraldo masuk ke kamar mandi mendengar sang istri yang muntah-muntah.
"sayangg." panggil Geraldo pelan sambil berlutut di samping sang istri yang sedang di depan closet
"hoekk hoekk."
Geraldo memijat tekuk sang istri dan mengambil minyak kayu putih, lalu memapah sang istri ke ranjang.
"aaakhh sssttt." Gianna memegang perutnya yang tiba-tiba terasa keram dan sakit.
Geraldo langsung mengendong sang istri dan menidurkan di atas ranjang.
"sebentar ya sayang aku ambil alat periksa dulu."
Geraldo pun segera mengambil stetoskop dan memeriksa keadaan sang istri, sekaligus ia melakukan USG terhadap perut sang istri. Namun betapa terkejutnya, ternyata sang istri sedang hamil. Usia kehamilannya baru 3 minggu.
"sayangg kamu hamill."
Gianna shock mendengar ucapan sang suami. Rasa senang, tak percaya, khawatir, takut, semua jadi satu. Ia memikirkan kedua buah hatinya yang masih kecil, Ia khawatir jika Ia memiliki anak lagi buah hatinya akan berkurang dan semakin terbagi perhatiannya. Namun Geraldo menyemangati dan memberikan Gianna semangat dan pengertian. Mereka berdua tersenyum dan bersyukur Tuhan memberikan kepercayaan untuk mereka kembali.
***
Beberapa minggu berlalu sejak Gianna mengetahui Ia sedang hamil, kehamilan Gianna kali ini cukup berbeda dari sebelumnya. Gianna terus mual-mual di pagi hari, setiap makanan yang masuk selalu dimuntahkannya. Gianna pun cepat lelah dan mengantuk, beberapa kali Gianna pun mengalami keram perut dan beberapa kali mengalami flek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romance⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
