Beberapa minggu berlalu setelah pulang dari Jepang, Gianna merasakan kepalanya pusing dan perutnya mual. Gianna curiga dirinya sedang hamil, karena Ia merasakan perubahan pada tubuhnya, payudaranya membesar dan perutnya sedikit membuncit. Gianna pun menyuruh ART untuk membeli testpack untuk dirinya. Ia sengaja tidak bilang pada sang suami, jika Ia benar hamil Ia ingin memberi kejutan untuk Geraldo.
Gianna pun segera ke kamar mandi untuk mengecek kehamilannya, Ia memasukan secara langsung empat testpack ke dalam urine yang sudah ditampung di dalam gelas. Harap-harap cemas Gianna menunggu selama 10 menit, jika positif Ia akan sangat bahagia namun juga tidak pun Ia akan tetap bersyukur.
10 menit berlalu, Ia perlahan mengambil salah satu testpack, dan melihatnya perlahan.
GARIS DUA.
Gianna menutup mulutnya, Ia pun langsung mengecek ketiga testpacknya untuk memastikan. semua testpacknya menunjukan GARIS DUA, dan matanya mulai berkaca-kaca, Ia tersenyum lebar lalu mengelus perutnya.
"terima kasih Tuhan sudah mempercayakan kembali padaku menitipkan malaikat kecil ini."
Gianna memikirkan ide untuk memberi kejutan pada Geraldo. Ia mengambil sebuah kotak dan memasukan keempat testpack tersebut lalu menunggu sang suami pulang.
Begitu Geraldo pulang, Gianna terlihat tampak gembira dan menyambutnya dengan ceria.
"saayangggg, udah pulangg? cape gaa sini aku pijitin."
Melihat tingkah Gianna, Geraldo merasa ada yang aneh. "Kamu kenapa? lagi happy? ada apa?"
"aku punya hadiah buat kamu." Gianna menyerahkan sebuah kotak
Geraldo bingung, namun segera membuka, dan Ia kaget melihat testpack di dalamnya.
"sayangg? positiff?"
Gianna mengangguk semangat. Geraldo langsung memeluk erat Gianna dan mencium keningnya. Kemudian Ia menarik tangan Gianna, menuju ruang pemeriksaan.
"ayoo sayangg aku mau pastiin sekarangg."
Gianna segera tidur di atas kasur, Geraldo sudah siap dengan alat USG, Ia langsung mengoleskan gel pada perut Gianna dan memutar alat transducer mengelilingi perut Gianna. Raut wajah Geraldo berubah, membuat Gianna khawatir.
"sayangg ada apaa? tell me."
Geraldo terdiam, tak menjawab memastikan apa yang dilihatnya.
"sayangg!! ada apaa? aku ga hamil?"
Geraldo masih terdiam menatap layar monitor.
"Sayangg Jawab dongg, ada apaa!!" Ucap Gianna semakin khawatir.
"sayangg ada 3."
"hah? 3 apa?" Gianna bingung
"triplet sayang, kamu hamil anak kembar 3."
Gianna menganga dan melotot tak percaya dengan apa yang di dengarnya, speechless. Begitu pula Geraldo tak menyangka sang istri yang mengandung 3 bayi kembar.
"iya sayang liat, ada 3 janin." Geraldo menunjukkan tiga janin sebesar buah anggur di layar monitor.
Tangis Gianna pecah, antara percaya tak percaya. Ia masih dipercaya untuk mengandung ketiga malaikat kecil sekaligus. Geraldo membersihkan sisa gel pada perut Gianna lalu membantu Gianna turun.
"sayangg, ini bener kan?"
"iya sayangg. i love youu sayangg, sehat-sehat ya nak sama mommy." ucap Geraldo sambil mengelus perut lalu kepala sang istri dan mencium bibir mungil sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romance⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
