10 - GIFT

7.9K 46 1
                                        

Sesampainya di rumah, Geraldo memeriksa Gianna, karena sakit Gianna masih umum, Geraldo masih bisa memberikan resep obat, dan Geraldo mengambil sample darah Gianna untuk pengecekan lebih lanjut.

"Oh iya sayangg kapan terakhir kamu menstruasi?"

Gianna berpikir keras, memang sejak melahirkan siklus menstruasi Gianna tidak teratur terkadang 2 bulan sekali, sehingga Ia pun tidak menyadarai sudah beberapa bulan Ia tidak datang bulan.

"udah lama kayaknya sayang akuu ga dapet. Sejak melahirkan Gavrel menstruasi aku ga teratur jadi aku juga ga mikirin. Apa mungkin aku hamil? Tapi udah lama kita ga berhubungan."

Geraldo mengingat-ingat kapan terakhir kali mereka berhubungan seksual.

"uhmmm terakhir yang di bath up itu kan? sekitar dua atau tiga bulan lalu?"

Geraldo mengajak Gianna untuk USG, Gianna berbaring di atas ranjang dan dioleskan gel diatas perutnya, Geraldo mulai memutar transducer memutar perut Gianna, muncul gambaran sama di layar monitor, sebuah janin yang kira-kira seukuran buah strawberry. Detak jantung pun terdengar di monitor.

Gianna pun tak percaya apa yang dia lihat, "sayangg ini aku hamil?" matanya mulai berkaca-kaca.

Geraldo pun tidak menyangka istrinya hamil secepat ini, usia kehamilannya 12 minggu. Memang tidak ada tanda-tanda perubahan dari Gianna selama awal kehamilan, hanya baru-baru ini saja Ia mengeluh tidak enak badan, ternyata Gianna bukan sakit melainkan sedang hamil.

Geraldo membersihkan gel di perut Gianna, lalu membantu Gianna turun dari ranjang. Gianna memeluk erat sang suami, "sayangg ini beneran kann?" Gianna mengelus perutnya.

Tak menyangka secepat itu Ia diberikan kepercayaan untuk kembali hamil. Geraldo mengelus perut Gianna. Lalu mencium lembut bibir Gianna.

"sebentar lagi Gavrel akan menjadi abang." ucap Gianna

"love youu baby." ucap Geraldo berbisik di telinga Gianna

"love youu too sayangg." balas Gianna sambil meneteskan air mata.


***

Sama seperti kehamilan yang sebelumnya, kehamilan kali ini dijalani Gianna dengan lancar. Trimester pertama berhasil dilaluinya. Terlebih kehamilan kali ini terasa berbeda dengan sebelumnya, kali ini Ia tidak hanya fokus pada kehamilannya, namun juga harus fokus merawat dan menjaga buah hati pertamanya. Gianna masih belum menggunakan baby sitter, semuanya Ia lakukan sendiri hanya saja sesekali Ia akan dibantu oleh ART dan sesekali ibu dan mertuanya juga datang berkunjung.

Usia kandungan Gianna sudah berada di pertengahan trimester kedua, Ia sudah mengetahui jenis kelamin sang anak. Sama seperti kehamilan sebelumnya Gianna sudah mengadakan Gender reveal, namun kali ini hanya dengan keluarga inti saja. Jenis kelaminnya anak kedua mereka adalah laki-laki. Gianna benar-benar akan dikelilingi oleh pangeran-pangeran yang akan menjaganya kelak.

Hari ini adalah jadwal Gianna untuk melakukan senam hamil. Gianna berangkat menuju klinik, berbeda dengan senam hamil sebelumnya kali ini senam hamil dilakukan berpasangan, setelah selesai prakter Geraldo menyusul ke ruangan senam. Sesi kali ini adalah Yoga.

Beberapa pasang suami istri sudah bersiap pada posisinya masing-masing.

"siap semua bapak ibu, silahkan duduk para istri berada depan lalu suami berada di belakang istrinya. Sandarkan tubuh ibu-ibu ke tubuh suami kalian." instruktor memulai instruksinya.

Geraldo mengikuti dengan baik instruksi yang diberikan oleh instruktur. Ia memeluk Gianna dan memegang perut sang istri.

Gianna memulai pergerakannya perlahan dan mengatur nafasnya sesuai instruksi membuat badannya menjadi lebih rileks. Mereka terus mengikuti setiap arahan, dan tampak menikmatinya. 40 menit berlalu, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan salah satu peserta.

"aaaaakhhhh." salah seorang peserta berteriak, semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita sedang memegang perutnya yang sepertinya sedang merasakan kontraksi, dengan keadaan celana yang basah, ketubannya pecah. Usia kandungan wanita itu memang sudah memasuki HPL, Ia mengikuti senam hamil untuk membantu agar cepat pembukaan. Wanita itu merupakan salah satu pasien Geraldo.

Geraldo segera menghampiri wanita itu, sang suami terlihat panik melihat istrinya kesakitan, "dokk tolong istri sayaa."

"Aaaakkkhh mmmnpphh sakkitt dok"

"bapak tenangg ya, istri bapak akan segera melahirkan." Ucap Geraldo menenangkan.

"Ibu sejak kapan merasakan kontraksi?" Tanya Geraldo

"Se jaakk mu laii perte ngahann dok, aaakhhh ssstt tapi massihh bi sa ditahan, makanya saya ga berhenti." Ucap wanita itu sambil menahan sakit.

"Kok kamu ga bilang sama mas" ujar sang suami.

"Baik sayaa segera cek ya." Geraldo pun memanggil beberapa staff untuk membawa wanita itu ruang persalinan.

Geraldo pamit pada Gianna, Ia mengerti kondisi sang suami sebagai dokter, gimana pun juga nyawa pasien lebih penting daripada dirinya saat ini. Kelas pun berlanjut masuk ke sesi terakhir, Gianna mengikuti tanpa pasangan.

Setelah selesai kelas Gianna menunggu suaminya di ruangan sang suami. Tak lama kemudian, sang suami pun masuk ke ruangan menghampiri dirinya.


***

Usia kandungan Gianna sudah memasuki minggu ke 24, Gianna sedang duduk di ruang tamu sambil menyuapi Gavrel. Anak pertamanya itu semakin pintar, sudah mulai berjalan dan semakin banyak kosakata yang diucapkan.

"Daa ddy ddaa ddy." ucap Gavrel menunjuk ke arah pintu begitu melihat Geraldo pulang.

Gianna melihat ke arah pintu yang ditunjuk Gavrel.

"Anak daddy lagi makan yaa? Makan apa nak?"

"teeyoyy." ucap Gavrel menyebut telur.

"teyoyy? boleh daddy minta?" goda Geraldo

Gavrel mengambil sepotong telur yang ada dipiringnya lalu menyuapi sang ayah.

Gianna pun tertawa melihat kelakuan anak dan bapak itu.

"kamu udah makan sayang?" tanya Gianna pada sang suami.

"udahh. oiyaa aku ada hadiah buat kamu, tapi aku mandi dulu yaa." ucap Geraldo pada Gianna sambil mencium kening istrinya, lalu berjalan naik ke kamar mereka.

Tak beberapa lama, Geraldo sudah selesai mandi, menghampiri Gianna yang masih di ruang tamu sambil membawa sebuah amplop dengan pita merah. Lalu diberikannya pada Gianna, dan segera dibuka oleh Gianna.

2 buah tiket ke Bali.

Gianna terkejut dan tersenyum lebar, sejak kelahiran putra pertamanya itu, mereka belum pernah berlibur. Geraldo pun merasa kasihan terhadap Gianna yang selama ini pasti lelah mengurus putranya seorang diri. Mereka pun jarang menghabiskan waktu berdua. Jangankan ke luar negeri atau luar kota, untuk menonton bioskop atau bahkan dinner di luar berdua saja sudah jarang. Terlebih Gianna yang tidak bisa meninggalkan Gavrel terlalu lama. Maka dari itu Geraldo memberikan hadiah Gianna untuk berlibur beberapa hari sekaligus mereka babymoon. Kali ini akan menjadi pertama kalinya bagi Gianna meninggalkan Gavrel ke luar kota selama 5 hari.

"sayaanggg." ucap Gianna pelan.

"sayangg ini hadiah untuk kamu karena selama ini kamu pasti lelah dan capek mengurus Gavrel, kamu pasti butuh refreshing, ayok kita ke Bali, sekalian babymoon."

"makasihh sayangg, tapi kita berdua aja? Gavrel?"

"aku udah bilang sama mama, kita mau ke Bali dan mau nitipin Gavrel sama mereka." ucap Geraldo meyakinkan Gianna

"nakk maaf yaa kamu kita tinggal dulu, Mommy sama Daddy mau babymoon dulu ya nak." ucap Geraldo pada Gavrel.

Gavrel pun tak peduli dengan omongan Geraldo, Ia tetap asik memainkan mainan di depannya.

"Sayaangg makasih banget yaa. I love youuu."

"Love you too babyy."

Gianna mengambil wajah Geraldo dan mengecup bibir sang suami dengan lembut. Geraldo mengelus perut Gianna dan menciumnya.


*to be continued*

Born with Love, Just Me & YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang