Beberapa bulan berlalu sejak Gianna mengetahui dirinya sedang hamil, saat ini usia kandungannya memasuki 35 minggu. Bisa dibilang kehamilan Gianna kali ini adalah hamil kebo, tidak ada morning sickness, ngidam dan symptoms hamil lainnya, seperti yang Ia alami saat hamil ketiga anak sebelumnya. Begitu pula dengan perubahan bentuk tubuhnya, janinnya tidak terlalu besar, sehingga berat badan Gianna pun tidak berubah significan, hanya bagian perut saja yang membuncit. Perubahan yang terjadi pada Gianna hanya hormon saja, Ia menjadi lebih manja tak bisa jauh dari sang suami, jika memungkinkan Ia akan ikut kemana pun suaminya pergi, seperti menemaninya bekerja, setelah mengantar ketiga anaknya sekolah Gianna akan pergi ke klinik sang suami untuk sekedar memeluk sang suami. Dan tentu saja hormon seksualnya juga sangat tinggi, sehingga beberapa kali dalam sebulan atau bahkan dalam hitungan minggu mereka tidak pernah absen untuk berhubungan. Satu hal lagi, dikehamilan kali ini Gianna selalu ingin berdandan cantik di depan sang suami, bahkan di rumah Ia lebih sering memakai dress cantik dan lingerie setiap malam.
Gianna sedang menunggu Geraldo pulang, Gianna sudah sangat kangen dengan sang suami, padahal Ia baru saja bertemu beberapa jam yang lalu. Gianna sudah bersiap merias wajah, dan mencatok rambutnya, Ia pun memakai dress silk berwarna satin dan tak lupa menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya, kemudian Ia naik ke atas ranjang tiduran di atas kasur siap untuk menyambut sang suami. Ia tersenyum lebar tak sabar melihat reaksi dari sang suami. Tak kunjung tiba, Ia pun menunggu sambil memainkan handphonenya. Ia terlalu sibuk dengan handphonenya hingga tak sadar suaminya sudah masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang.
"Sayangg? kapan kamu masuk?" ucap Gianna kaget
Geraldo pun langsung mengelus perut dan rambut Gianna lalu mencium bibir istrinya.
"wangi banget dan cantik banget sihh.. istri siapa sih inii?"
Gianna pun tersipu malu dan tersenyum, dengan manja Ia pun langsung memeluk sang suami.
"sayangg, ada yang mau aku omongin."
Gianna perlahan melepas pelukannya, lalu menatap Geraldo dengan tatapan manja.
"uhhmm, aku ada seminar lusa" Geraldo berhenti sejenak
"kok dadakan? dimana? berapa lama?" cecer Gianna
"3 hari di Singapore.." ucap Geraldo menatap Gianna, Ia bisa menebak apa reaksi Gianna selanjutnya.
"aku mau ikutt." rengek Gianna tiba-tiba.
"tapi sayangg, aku full 3 hari seminar, kamu juga lagi hamil tua, biasanya ada batas usia kehamilan untuk terbang sayang ."
"yaa kan kamu dokternya, kamu bisa keluarin surat dan pastiin kondisi aku dan baby." ucap Gianna tak mau kalah.
"tapi sayaaangg....." belom selesai Geraldo menyelesaikan omongannya Gianna pun langsung membantahnya.
"bilang aja biar kamu bisa bebas sama cewe-cewe kan disana!! kamu ga suka kan ada aku." ucap Gianna lalu mendorong sang suami. Ia pun langsung merebahkan tubuhnya dan berbalik membelakangi Geraldo.
"sayangg heyy ga gituu." ucap Geraldo mencoba memberikan alasan yang logis untuk Gianna.
"udah lah aku ngantuk, udah ga mood! mau tidur." ucap Gianna menarik selimut lalu menutup seluruh tubuhnya.
Geraldo hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sang istri yang sangat manja semenjak kehamilannya. Sebenarnya Geraldo juga ingin mengajak Gianna, namun melihat kehamilan sang istri yang sudah memasuki 35 minggu, bisa saja beresiko untuk melakukan penerbangan, terlebih beberapa maskapai tidak akan mengizinkan ibu hamil untuk melakukan penerbangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romansa⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
