17 - ANOTHER BABY?

9.1K 41 1
                                        



Di sebuah hotel bintang 5 di Jakarta, sebuah seminar sedang berlangsung, Geraldo menjadi salah satu pembicara di sana. Salah satu peserta seminar tampak kagum dengan Geraldo, seorang wanita muda, yang sedang mengandung. Mungkin usia kandungannya mungkin sekitar 4-5 bulan, Ia menggunakan dress ketat membuat perutnya yang sedikit membuncit tercetak pada dressnya.

Setelah acara selesai, wanita tersebut terlihat terburu-buru keluar dan mencari-cari sosok, begitu melihat sosok yang dicarinya wanita tersebut tersenyum lebar dan sambil berjalan dengan langkah cepat menghampiri sosok tersebut.

"Dokter Geraldo" panggil wanita itu pelan.

Geraldo tersenyum dan menyapa. "iyaa?"

"Dok, boleh minta waktunya sebentar?"

"Ada apa ya??"

"Saya Nabila dok, saya mau konsultasi bisa?"

Geraldo pun tersenyum, "boleh, besok bisa datang saja ke klinik saya" sambil menyerahkan kartu nama miliknya.

Wanita tersebut tampak melihat kanan dan kiri, lalu berbisik kepada Geraldo.

"Saya mau menggugurkan kandungan dok." ucapnya pelan

Geraldo tampak kaget dengan ucapan wanita itu. Wanita itu tampak mulai menangis. Tak tega melihat wanita itu yang menangis, Geraldo mengajak wanita itu untuk berbicara berdua.

Geraldo mengajak wanita itu ke kamar hotel tempatnya beristirahat. Tentunya tak lain dan tak bukan hanya sebagai dokter dan pasien untuk berkonsultasi. Nabila masuk mengikuti Geraldo, lalu duduk di sebuah sofa di dalam kamar setelah Geraldo mempersilakannya.

"Dok, saya tahu menggugurkan kandungan itu dilarang, tapi dari awal saya tidak menginginkan anak ini."

Nabilla menceritakan kronologis bagaimana Ia bisa hamil, usianya baru saja 23 tahun. Pacarnya menghamilinya dan pergi meninggalkannya bersama wanita lain. Ia juga pernah hampir ingin menggugurkan bayinya namun gagal. Saat ini usia kandungannya 20 minggu.

Geraldo mendengarkan cerita Nabila dengan saksama. Ia kemudian memberikan solusi dan motivasi untuk Nabila. Ia bercerita bagaimana dirinya dan sang istri begitu lama menunggu kehadiran buah hatinya. Dan bagaimana susahnya ibu-ibu di luar sana memperjuangkan dua garis biru.

"Kapan terakhir kamu check up?"

"Mungkin 1-2 bulan yang lalu."

"Saya berharap kamu bisa datang ke klinik saya besok untuk kontrol, dan jangan pernah berpikir seperti itu lagi ya."

Nabila menyeka air matanya, dan mengucapkan terima kasih pada Geraldo dan tersenyum.

"Makasih ya dok."

"sama-sama, ga boleh sedih-sedih ya, nanti kasihan bayi di dalam perut juga bisa merasakan loh."

"iyaa dokk."

"kalau ada yang mau ditanyakan, bisa hubungi saya."

"sekali lagi makasihh ya dokk."

Geraldo pun tersenyum dan Nabila meninggalkan kamar Geraldo.


***

Beberapa hari kemudian Nabila pun akhirnya untuk pertama kalinya datang ke klinik Geraldo untuk berkonsultasi, dan menjadi pasien tetap Geraldo. Nabila pun rutin datang untuk kontrol dan mulai menerima kehamilannya. Dan sejak saat itu mereka menjadi semakin akrab, Geraldo menganggap Nabila sebagai pasien yang butuh dibimbing, terlebih usianya masih muda. Ia mengingat adiknya yang usianya tak jauh beda dari Nabila. Nabila pun sering mengirimkan pesan pada Geraldo tak hanya pertanyaan seputar kehamilan, Ia pun bercerita tentang banyak hal, bahkan sesekali Geraldo melakukan hal yang sama. Tak kenal waktu, Nabila mengirim pesan pada Geraldo kapan pun jika ada yang ingin ditanyakan. Geraldo pun selalu membalas pesan Nabilla dan meresponnya dengan baik.

Born with Love, Just Me & YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang