2 tahun berlalu..
Hubungan Gianna dan Geraldo sudah semakin membaik, meski terkadang terlihat ada jarak di antara mereka. Entah mengapa masih ada rasa takut dan khawatir untuk Gianna. Terkadang Gianna menghindari Geraldo, Ia sering kali tertidur di kamar anaknya saat sedang menidurkan putranya. Gianna baru kembali ke kamar setelah Geraldo tertidur, atau bahkan saat Geraldo pulang larut Gianna sudah tertidur. Gianna fokus mengurus ketiga putranya. Gavrel dan Gavin sudah masuk sekolah TK, sementara Geofan dimasukan ke kelas bermain untuk batita. Ketiga putranya tumbuh dengan cerdas, pintar dan aktif.
Gianna sedang duduk di atas ranjang, fokus bermain hp, tak sadar Geraldo yang sudah masuk ke dalam kamar dan duduk di sampingnya.
"sayangg, kamu udah packing untuk ke Bali?" tanya Geraldo.
Minggu depan mereka sekeluarga memang harus berangkat ke Bali, untuk menghadiri pernikahan Gabby, adik dari Geraldo.
"belomm, aku bingung mau bawa berapa banyaknya. Kita mau berapa lama di sana?"
"Gimana kalau kita extend , sekalian ngerayain ultah Gavin? udah lama juga kita ga liburan kan"
Gianna tersenyum, "yauda terserah kamu aja, aku ikut aja."
Lalu Gianna pun menaruh handphonenya di meja nakas samping tempat tidurnya, lalu menarik selimutnya, dan tidur membelakangi sang suami.
***
Satu minggu berlalu, mereka sudah berada di bandara bersiap berangkat ke Bali. Mereka pun pergi ke Bali, untuk pernikahan adik Gabriel, momen ini menjadi momen pertama liburan mereka setelah masalah besar hari itu. Seluruh keluarga besar Geraldo sudah berada di Bali, hanya mereka saja yang berangkat 2 hari sebelum hari pernikahan sang adik. Mereka sudah berada di dalam pesawat dan siap untuk lepas landas.
2 jam berlalu, akhirnya mereka tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, setelah mengambil bagasi mereka sudah dijemput oleh petugas hotel dan langsung berangkat menuju hotel, sekitar 1 jam perjalanan menuju hotel, akhirnya mereka pun tiba. Mereka langsung check in dan di antar ke sebuah villa yang berada di lingkungan hotel, villa tersebut berisi 2 kamar tidur, satu kamar untuk Geraldo dan Giana, satu lagi untuk ketiga putranya beserta baby sitter, terdapat pula kitchen bar dan private pool di belakang villa.
Setelah mereka menaruh barang-barang, mereka pun menemui keluarga besar Geraldo yang berada di sebuah villa besar, dan berkumpul bersama hingga larut malam. Malam hari, Geraldo dan Gianna pun kembali ke hotel, anak-anak mereka sudah tertidur. Gianna bersiap untuk berganti pakaian, tiba-tiba sang suami memeluknya dari belakang dan mencium leher sang istri. Gianna hanya diam menikmati pelukan sang suami, kemudian Geraldo membalikkan tubuh Gianna dan mencium bibir Gianna dan dibalas lembut Gianna. Tangan Geraldo mulai masuk ke dalam baju Gianna, namun tiba-tiba tangan Gianna menahan dan melepas ciuman sang suami dan mendorongnya.
"Maaf, aku belom bisa." ucap Gianna sambil meninggalkan Geraldo.
Sejak hari itu, hingga saat ini mereka memang belum berhubungan intim, entah ada rasa takut untuk Gianna. Ia tahu, tidak seharusnya Ia seperti ini tapi entah mengapa hatinya selalu menolak. Untungnya, Geraldo berusaha memahami keadaan sang istri.
***
Hari pernikahan Gabby pun tiba, mereka sudah berada di acara, siap menyaksikan janji suci kedua mempelai. Gianna mengenang, momen saat Ia menikah dahulu dan tersenyum, memori-memori indah terlintas di kepalanya dan tanpa sadar Ia menitikan air mata haru. Geraldo menggenggam tangan sang istri dengan erat. Setelah janji suci diucapkan, mereka pun foto keluarga dan acara berlanjut hingga malam hari. Setelah pesta selesai, Mereka kembali ke Villa, Gianna segera membersihkan diri dan berganti pakaian, Ia pun langsung terlelap tidur karena sudah sangat mengantuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Storie d'amore⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
