GRAYSON VALDY ANGELO, mereka menamai anak laki-laki keempat mereka. Kehadiran Grayson menambah lengkap keluarga kecil mereka, Gianna menjadi satu-satunya wanita di keluarga kecilnya.
Gianna masih tertidur di dalam kamar, kemudian Gianna terbangun karena mendengar tangisan bayi, hari sudah malam ternyata Ia tertidur cukup lama, Geraldo sengaja tidak membangunkannya, Ia membiarkannya beristrihat, karena Ia tahu Gianna pasti lelah setelah melakukan persalinan yang menguras tenaga.
"Uhhhmm saayangg" panggil Gianna samar-samar terlihat Geraldo yang sedang menggendong sambil bergoyang dan menggumamkan lagu.
Geraldo berbalik ke arah Gianna, "sayang udah bangun?"
Ia menghampiri Gianna sambil menggendong Grayson.
"Mommy udah bangunn?"
Gianna tersenyum, kemudian Ia mengambil Grayson dari tangan sang suami. Grayson terus menangis, sepertinya Ia kelaparan.
"sayangg, sepertinya Gray laper, mau minum ASI dia."
Gianna membuka kancing bajunya dan langsung meletakan sang bayi di hadapan payudaranya, bibir mungilnya langsung menghisap puting Gianna dan tangisannya pun langsung diam. Geraldo tersenyum melihat pemandangan di hadapannya.
***
Gianna masih tidak membayangkan dirinya sudah menjadi seorang Ibu dari 4 jagoan, rumahnya semakin ramai, hidupnya pun semakin berwarna. Saat ini Gianna dan ketiga putranya sedang makan malam di ruang makan, sementara Grayson putra bungsunya masih tidur di dalam kamar karena baru saja meminum ASI dan sang suami, Geraldo sedang berada di klinik.
Setiap hari Gianna pasti selalu berbagi cerita dan berbincang-bincang dengan sang anak, mereka saling membahas aktifitas dan keseharian sang anak di sekolah, dan sang anak pun selalu antusias bercerita tentang sekolah dan teman-temannya.
"Mommyy mommyy." Panggil Geofan dengan semangat
"Iya sayangg?"
"Temen Geo ada yang baru punya adik babyy."
"Wahh sama dong kayak Geo, Geo juga punya adik, baby Gray."
"Beda Mommy, dede bayinya cewee."
"Ohh cewee ya.. pasti cantik dongg?"
"Iyaaa.. Geo mau punya baby cewee juga" ucap Geo tiba-tiba
Gianna tersenyum dan tertawa, tiba-tiba Gavrel pun ikut menimpali.
" Iyaa mommy Gavrel juga mauuu."
Gianna pun bingung harus menjawab apa, Ia kemudian tersenyum, "Ia sayangg, kalau kalian mau adik cewe, berdoa ya semoga nanti Tuhan titipkan rejeki lagi buat kita adik cewe ya ."
"Iyaa Mommyy," ucap ketiga anaknya kompak.
Malam harinya, Gianna di dalam kamar sendirian, sambil melihat foto-foto di handphonenya, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya, permintaan anak-anaknya untuk adik perempuan. Terlintas di imajinasinya sepertinya lucu, jika Ia menambah anak terakhirnya perempuan, Ia akan menjadi anak bungsu yang akan dijaga oleh abang-abangnya.
"Sayangg, kamu lagi ngelamunin apa?" ucap Geraldo tiba-tiba masuk membuyarkan lamunan Gianna
"sayangg, tadi lagi makan siang anak-anak tiba-tiba minta adik cewe."
"Kok bisa tiba-tiba?"
"Iyaa karena tadi di sekolah temennya Geo baru punya adik katanya, terus adiknya cewe."
Geraldo pun tertawa mendengar cerita sang istri.
"Uhhmmm tapi kayaknya lucu juga sih kalau punya anak cewe. Bisa aku dandanin, pakein baju lucu-lucu." Ucap Gianna
"Kamu masih mau punya nambah anak sayang?"
"kalau satu lagi kayaknya boleh sih, aku pengen anak cewe terakhir, biar umurnya ga jauh sama Gray, abis itu aku mau KB. Kalau menurut kamu gimana?"
Geraldo tersenyum, "ya aku sih udah siap nih, sekarang juga ayok, kan yang ngejalanin proses 9 bulan dan persalinannya kamu."
"ihh kamu mah ambil enaknya doangg."
"Mau sekarang - sekarang ini atau tunggu Gray gedean? Dulu waktu Gavin kamu gamau langsung."
"Hmm iya sihh tapi kalau dipikir-pikir, umur aku sekarang juga udah 30, jadi ya biar sekalian aja capenya, ngelihat banyak anak aku juga jadi seneng, di rumah rame." ucap Gianna.
"Yauda aku ikutin keputusan kamu aja, apalagi aku juga udah hampir 40 tahun, kayaknya bakal capek banget sih ngurus bayi di usia segitu."
Gianna mengangguk pelan, kemudian tiba-tiba Ia merasakan tangan sang suami meraba dan meremas pahanya
"Sekarang aja yuk sayang, kamu kan udah lewat masa nifas juga, kita langsung gas." Ucap Geraldo menggoda dan tersenyum nakal.
Gianna melihat kearah Geraldo dan tersenyum, Ia membelai lembut rambut sang suami, mendapat lampu hijau, Geraldo tak mau melewatkan kesempatan, Ia langsung beranjak dan memulai aksinya, mereka menutup malam itu dengan penuh gairah.
***
Beberapa minggu berlalu, karena mereka menginginkan anak perempuan, Gianna mengikuti saran dari suaminya bagaimana agar bisa mendapatkan anak perempuan. Dan Ia juga melakukan banyak research, dan mendapatkan berbagai macam saran, salah satunya adalah berhubungan 2-3 hari sebelum masa ovulasi, banyak memakan yogurt yang katanya bisa membantu untuk menghasilnya anak perempuan, dan masih banyak hal lainya. Jika ada kesempatan, dan momen mereka pasti akan melakukan hubungan seksual, seperti yang sedang mereka lakukan saat ini, di saat Baby Grayson sedang tidur mereka langsung bercinta sebelum, baby Grayson terbangun di tengah malam.
"aaah sayangg tahan sebentar , jangan keluar dulu aku duluu. sedikitt lagii."
"aahhh sayaangg cepeet, udah ga tahaann, aahh ohh ahhhhh."
CROTT
Akhirnya Geraldo menyemprotkan spermanya dan disusul oleh Gianna yang berorgasme.
"aaaahh sayaangg nikmatt sekalii. thankyou sayangg. i lovee you."
"love youu too."
Mereka pun tertidur dalam pelukan satu sama lain.
***
2 tahun pun berlalu, namun Gianna tak kunjung hamil, hingga akhirnya Ia memasrahkan diri. Anak-anak pun juga sudah tidak pernah meminta adik kepada mereka.
Di dalam kamar setelah having sex mereka mengobrol.
"Sayangg, kayaknya udah 2 tahun sejak Gray lahir, sepertinya memang Gray ditakdirkan untuk jadi anak bungsu" Ucap Gianna
"Gapapa sayang kita usaha terus aja, ga ada salahnya kan, malah enakk dan nikmat." Ucap Geraldo sambil tertawa.
"Itu mah emang maunya kamuu!!" ucap Gianna cemberut
"apa kita mau program bayi tabung aja?" Geraldo memberi saran
"gausa lah, sayang uangnya mending dipake untuk keperluan yang lain, aku juga maunya secara alami aja." ucap Gianna
"Iya sayangg, kalau dikasih berarti rejeki kita, kalau engga juga gapapa ya sayang." Ucap Geraldo
"Iya aku juga sih sekarang udah di tahap, kalau dikasih bersyukur kalau ga juga gapapa, empat jagoan kita juga udah diluar ekspektasi aku. aku bersyukur banget malah." Gianna menambahkan.
"iya sayangg aku juga bahagia banget, biar kamu jadi ratu satu-satunya di keluarga ini." ucap Geraldo lalu memeluk Gianna erat dan menciuminya. Kemudian mereka pun terlelap tidur.
*to be continued*
KAMU SEDANG MEMBACA
Born with Love, Just Me & You
Romance⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah, Geraldo & Gianna dan belum dikarunia seorang anak. Geraldo adalah seorang dokter muda spesialis...
