BAB 12

6.4K 177 1
                                    

Ruby mengerjapkan matanya berulang kali, menormalkan cahaya yang masuk ke pelupuk matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ruby mengerjapkan matanya berulang kali, menormalkan cahaya yang masuk ke pelupuk matanya. Ruby meringis kala dirinya merasakan perih di bagian selangkangannya. Tangan Ruby bergerak memeriksa bagian bawahnya, dan di sana terasa begitu perih. Ruby kembali memejamkan matanya, menarik tubuhnya dengan paksa untuk duduk di kasur. Sakit teramat sangat itu menyerangnya, tanpa sadar Ruby meneteskan air mata.

Ruby membuka matanya lagi, mengedarkan pandangannya meneliti ruangan di mana dirinya berada. Pakaiannya berserakan di lantai, dan ada pakaian milik Chris juga. Ruby mengingat semuanya, dia ingat dengan apa yang dirinya lakukan bersama Chris semalam. Ruby menyerah di bawah Chris, dan mereka melakukannya.

Ruby memejamkan matanya, merasa malu dengan dirinya sendiri, dia mendesah di bawah Chris. Menjerit minta di puaskan, bahkan Ruby menguasai permainan seperti singa betina yang kelaparan. Ruby tidak tahu apa yang merasukinya sampai dia kelepasan kontrol, dan menyebabkan kekacauan ini. Bagaimana dia akan menghadapi Chris nanti? Laki-laki itu pasti akan mengejeknya yang sok jual mahal, tapi begitu bergairah di bawah laki-laki itu.

Ruby mengalihkan pandangannya ketika mendengar pintu terbuka, terlihat Chris di sana, memasuki kamar, dan berjalan mendekatinya. Ruby hanya bisa diam menatap Chris, laki-laki itu pasti akan mengejeknya habis-habisan.

“Aku tidak tahu jika kau sudah bangun.”

Apa ini? Kenapa Chris jadi berubah lembut dengannya? Tatapan laki-laki itu berubah hangat, dan Chris tersenyum padanya. “Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan semalam, Chris. Aku tidak akan memarahimu karena aku tahu jika aku yang menginginkanmu. Aku akan anggap ini sebagai kesalahan, dan aku harap kau juga melakukannya.”

“Aku tidak mau.”

Ruby menarik matanya untuk menatap Chris. “Kau tidak mau?” ulangnya, di balas dengan anggukkan oleh Chris. “Lalu, kau mau aku memutar waktu? Kau juga menikmatinya semalam. Bukankah itu sudah cukup bagimu?”

Chris menggeleng, membuat Ruby mengernyit heran. “Aku memang menikmatinya, tapi aku tidak mau menganggapnya sebagai kesalahan karena aku ingin kau menjadi kekasihku.”

“Aku tidak mau!” tolak Ruby, menatap Chris terkejut. Namun, perempuan itu meringis ketika tanpa sengaja menggerakkan tubuh bagian bawahnya.

“Apa sakit?” tanya Chris panik. Laki-laki itu duduk di sebelah Ruby, tangannya hendak menyibakkan selimut Ruby, tapi di tahan oleh perempuan itu. “Aku sudah melihatnya semalam. Biar aku cek di bagian mana yang sakit.”

Ruby tetap menahan selimut itu agar menutupi tubuhnya. “Kau tidak perlu mengeceknya.”

Chris menghela napas pasrah. “Baiklah, aku tidak akan mengeceknya. Semalam aku sudah menyuruhmu untuk pelan-pelan, tapi kau tidak mendengarkanku. Aku tahu jika aku begitu nikmat.”

Ruby memalingkan muka saat merasakan pipinya memanas. Dia tahu jika semalam dirinya begitu agresif, berkali-kali Chris menahan pinggulnya agar tidak bergerak terlalu cepat. Berkali-kali juga Chris mengingatkan Ruby untuk melakukannya dengan perlahan.

Oh, My Boss!! (Sudah Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang