Target Vote : 100
****
K
ata-kata Chris tadi terdengar begitu serius, bahkan laki-laki itu tidak mengiyakan ajakan Ruy. Hal itu membuat Ruby semakin merasa bersalah karena dia menganggap semua yang dilakukan Chris hanya demi kepuasan sesaat.
Setelah pertanyaan bodohnya yang menanyakan keinginan Chris untuk berhubungan seks dengannya, Chris memilih mengantarkan Ruby pulang. Laki-laki itu meminjamkan Ruby kemejanya untuk mengganti dress Ruby yang terkena keringat. Chris jadi pendiam saat mengantarkannya pulang, tidak ada sepatah kata lagi yang di ucapkan oleh laki-laki itu.
Setelah memastikan Ruby sampai di depan apartemennya, Chris berlalu begitu saja meninggalkan Ruby. Apa tindakannya membuat Chris marah? Bukankah diamnya Chris akan lebih baik baginya? Ruby tidak perlu lagi memikirkan cara untuk membuat Chris menjauh. Perlahan laki-laki itu akan menjauh dengan sendirinya.
Tapi, kenapa Ruby malah merasa sedih, dia harusnya senang dengan hal itu. Entahlah, Ruby merasa jika semua ini salah, yang dia lakukan semuanya salah. Ruby merasa sudah mengecewakan orang yang berniat serius menjalin hubungan dengannya.
“Kau tidak berniat mandi, Ruby?” tanya Agnes, menatap heran ke arah Ruby yang terduduk diam di sofa semenjak di antar Chris pulang. Perempuan itu bahkan masih mengenakan kemeja Chris, belum berganti baju lagi.
“Sepertinya semalam hanya Ruby yang hubungannya tidak lancar,” ucap Elsa. Perempuan itu baru kembali dari dapur dengan membawa semangkuk sup penghilang pengar. Dia mabuk parah semalam, dan terbangun di hotel bersama seorang laki-laki yang dia temui di klub. Sekedar percintaan semalam, dan Elsa tidak terlalu memikirkannya.
“Padahal kau begitu bernafsu mencium Chris di klub,” beri tahu Agnes. Perempuan itu mengotak-atik ponselnya, mencari sebuah foto yang dia ambil. “Ini, kau lihat.” Agnes memperlihatkan layar ponselnya kepada Ruby, tapi perempuan itu tampak tidak tertarik. Di sana terlihat foto Ruby yang tengah berciuman dengan Chris. “Aku mengambilnya karena kau menyuruhku memotret, dan laki-laki itu Chris. Kau pasti kecewa karena tidak sesuai dengan rencanamu.”
“Aku mau lihat.” Elsa berdiri di sebelah Agnes, ikut melihat foto Ruby dan Chris di klub kemarin. “Mereka berciuman di klub?” tanyanya yang di balas dengan anggukkan oleh Agnes. Elsa tidak melihat apa yang terjadi antara Ruby dan Chris karena dia sudah di bawa laki-laki lain ke hotel.
Agnes mendudukkan bokongnya di sebelah Ruby, menaruh ponselnya di meja. “Bagi supnya.” Agnes menggeser mangkuk berisi sup pengar milik Elsa, menyendoknya. Agnes merasa sedikit lega saat sup hangat itu mengaliri tenggorokannya dan turun ke lambung, bercampur dengan wine yang dia minum semalam.
“Kau putus dengan Chris?” tanya Elsa, menatap Ruby yang masih saja melamun.
Ruby menghela napas pelan, menggelengkan kepalanya perlahan. Jika Chris meminta putus, maka Ruby tidak akan terlalu memikirkannya. “Dia mendiamkanku saat tahu aku berencana tidur dengan laki-laki lain dan berniat mengaku hamil padanya.”

KAMU SEDANG MEMBACA
Oh, My Boss!! (Sudah Revisi)
Romance(FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA UNTUK MEMBUKA BAB YANG DI PRIVATE ACAK!) Tak kunjung mendapatkan pekerjaan, Ruby menerima tantangan dari kedua sahabatnya untuk mengajak tidur laki-laki acak yang berada di bar di mana mereka sedang minum-minum. Sebagai...