~Author
Setahun telah berlalu. Banyak kejadian yang sudah terlewati mulai dari Leo yang terpaksa harus direhabilitasi akibat sering mengamuk dan menghancurkan isi apartemen.
Tak mudah membuat Leo luluh dan mau di rehab, untungnya Lex berhasil menjebaknya. Tak ada cara lain sebab Leo sama sekali tidak mau menemui Zayyan maupun Sing selaku saudara kandungnya. Hanya Lex lah yang di percayai Leo pada saat itu.
Bahkan Lex lagi-lagi hampir kecolongan dengan tindakan yang di lakukan oleh Leo, pasalnya Leo sering melakukan aksi bunuh diri tanpa sepengetahuan nya. Beruntung Lex lagi dan lagi mampu mencegah nya.
Kini setelah satu tahun, Leo sudah kembali ke apartemen Karna kondisinya sudah mulai stabil dan psikiater yang merawatnya sudah memberi izin asal Leo sering minum obat yang diresepkan oleh psikiater tersebut.
Ia masuk ke apartemen, keadaan nya sangat gelap gulita. Ya semenjak ia di rehab Lex tidak lagi tinggal di apartemen, dia memilih untuk kembali ke rumah gebuk nya, pasalnya dia tidak ada lagi alasan untuk tinggal di sana Karna keinginan nya yang ingin menemani Leo sudah selesai.
Leo menghidupkan senter handphone nya dan menyenter seisi apartemen berjalan mencari saklar lampu untuk ia hidupkan.
Setelah pencahayaan kembali menyala, Leo menatap satu frame foto yang terpajang di dinding ruang tamu tanpa berekpresi apapun ia hanya terpaku pada foto tersebut.
"Mama, Papa, Bang Jay dan Sing. Apa aku pantes berada di sekitaran kalian lagi? Pasti Mama malu punya anak yang sakit jiwa kayak aku." Ia menunduk pandangan nya, ia tidak bisa membayangkan cemoohan apa lagi yang harus ia terima sehabis ini.
Ia sengaja tidak memberi tau siapapun atas kepulangannya sebeb ia takut akan memperkeruh keadaan. Ia berfikir keluarga nya sengaja mengurung nya di tempat odgj itu agar mereka bisa bersenang-senang selayaknya keluarga tanpa ada gangguan dari nya.
*******
Zayyan sempat stres juga menahan rindu yang ia Pendem selama berbulan-bulan untuk tidak menjenguk Leo di tempat rehabilitasi.
Ia menyibukkan diri dengan berbisnis dan wara Wiri keluar negeri untuk menghalau rasa rindu nya.
Pasalnya Leo selalu mengamuk kalau ia datang walau hanya sekedar menjenguk nya.
Ia pikir itu hal yang wajar sebab apa yang adik nya lalui selama ia hidup hanya penderita dan penderita, adiknya itu bagaikan tidak ada waktu buat bersenang senang menghabiskan masa remajanya dan belum pernah merasa sebahagia remaja pada umumnya.
Dalam waktu setahun ini hubungan ia dengan Sing kembali membaik, seperti sekarang ia tinggal di rumah berdua dengan Sing.
Nita sudah jarang pulang ke rumah pasalnya wanita itu telah menikah lagi dengan laki-laki dewasa pilihannya. Mereka telah hidup bahagia dan menetap di luar negeri. Zayyan Sing memutuskan untuk tidak menggangu nya lagi.
Meski dapat penolakan dari Zayyan maupun Sing tapi nyatanya Nita tetap lah Nita yg keras akan pendirian nya, ia tidak mendengar apa kata anak-anak nya, Nita terlalu fokus pada harta kekayaan yang di janjikan oleh suami barunya.
Meskipun kini mereka tidak tinggal lagi serumah, tapi Zayyan tetap menghargai Nita sebagai ibunya. Ia sering berkomunikasi lewat handphone bahkan sering vidio Coll juga alih-alih memperlihatkan kebahagiaan yang di rasakan oleh masing-masing sepasang anak dengan ibunya.
Nita terlihat jauh lebih bahagia sekarang, bahkan ia tidak sungkan memperlihatkan senyum merona yang terpancar dari wajahnya. Tidak seperti waktu masih tinggal bareng mereka muka Nita judes seperti Mamah tiri yang ada di film film.
Zayyan ikut merasa senang melihat Nita bahagia, mungkin penyebab Nita selama ini marah-marah Karna ia merindukan sosok almarhum suaminya sekaligus papa Zayyan.
*****
Berbeda dengan Zayyan, justru Sing setamat SMA tidak melanjutkan kuliahnya lagi. Ia memang tidak tertarik dengan metode pembelajaran yang ada di perkuliahan. Meski sekarang ia malah nganggur seharian ngurung diri di kamar. Sesekali sahabat-sahabatnya datang mengunjungi nya dan tak lupa membawa cemilan-cemilan khas anak tongkrongan pada umumnya.
Win dan juga Beomsoo sudah tau tentang Sing yang menyembunyikan identitas dirinya dan tidak menganggap Leo sebagai adiknya. Meski setelah tau itu mereka sedikit kecewa pada Sing tapi akhirnya mereka sadar bahwa kemarahan tidak akan membuat masalah selesai. Pada akhirnya mereka sudah sepakat untuk tidak lagi ada rahasia-rahasian diantaranya.
_____________
Pada hakikatnya manusia tidak
akan pernah bisa mengubah
masalalu dan takdirnya.
Kita hanya lah manusia biasa yang
hanya bisa berpasrah dan berharap
akan ada hari baik menanti.
Sekian dari author yang suka ngasih harapan palsu. ☺️
KAMU SEDANG MEMBACA
3 SIBLINGS || XODIAC
Novela JuvenilBerceritakan tentang seorang anak yang di besarkan oleh seorang Ibu yang pilih kasih dalam hal membesarkan anak-anak nya. Awal mula semuanya baik-baik saja. Sampai di suatu peristiwa yang terjadi hingga Ibunya berniat untuk membenci salah satu putra...
