By the way guys, di bab ini aku mau kasih warning kalau akan ada adegan 17+. Iyaaa, jadi cerita ini ada adegan dewasanya guys (belum tahu batasnya sampai mana karena aku masih dalam tahap nulis sih)... I'm so sorry kalau kalian masih ada yang minor. Tapi kalau kalian mau baca, bisa skip adegan yang atasnya aku kasih warning kaya begini ya. Ga akan mengganggu sebagian besar cerita kok. Buat yang sudah like dan komen, thank u guys! Kalau ada saran bisa langsung komen saja ya, aku penulis baru soalnya. Cerita ini juga sebenarnya aku tulis dari 2020 dan baru aku lanjutin sekarang :")
**
Entah kenapa, Mingyu merasa jika Jihyo menyadari sesuatu. Tentang perasaannya tentu saja. Tetapi gadis itu masih belum yakin. Mingyu tersenyum. Beberapa kali Jihyo telah mencoba melakukan skinship dengannya. Tentu saja Mingyu kaget. Tapi nampaknya Jihyo lebih kaget karena Mingyu meladeninya.
Contohnya saja saat gadis itu tiba-tiba memeluk pinggangnya saat sedang dibonceng, mengusuk rambut Mingyu pelan, lalu menggandeng lengan Mingyu dengan alasan agar tidak jatuh. Untuk yang terakhir, Mingyu jadi tersenyum sendiri mengingatnya.
Mall sedang dalam keadaan yang ramai. Beberapa orang bahkan dapat saling senggol. Maka dari itu, Jihyo tiba-tiba saja menggandeng lengannya.
"Takut jatuh. Orang-orang pada bar-bar, Gyu."
Mingyu hanya diam. Namun lelaki itu lantas melepaskan tangan Jihyo dari lengannya. Mingyu tahu jika Jihyo sedikit kesusahan menggandeng lengannya karena perbedaan tinggi badan mereka. Jadi, Mingyu langsung mengulurkan tangannya untuk merangkul bahu Jihyo.
"Eh?"
"Begini aja lebih aman, Ji."
Lelaki itu tersenyum saat mengingat tubuh Jihyo yang menegang sewaktu dirinya merangkul gadis itu.
Dan mungkin juga, gadis itu ingin membuktikan jika dia memiliki perasaan pada lelaki lain atau tidak. Siapa lagi kalau bukan Dowoon.
Mingyu akui jika dia cemburu melihat kedekatan keduanya. Apalagi Sungjin, kakak Jihyo tidak memiliki keberatan sama sekali jika adiknya memiliki rasa terhadap Dowoon. Tapi tentu saja Mingyu keberatan. Sangat keberatan.
"Gyu? Lo masih waras kan?"
Mingyu menoleh. Menatap ketiga teman dekatnya yang menatapnya aneh.
Netranya memandang Jungkook yang menaikkan alisnya. Tiba-tiba saja nafasnya terasa berat. Belum lagi Jungkook juga menunjukkan ketertarikan terhadap Jihyo.
Lelaki itu tidak terlalu suka beramah-tamah dengan seorang wanita. Tapi entah kenapa Jihyo sepertinya menjadi pengecualian bagi Jungkook.
"Kayaknya ketempelan setan deh. Tadi senyum sendiri, sekarang malah sedih. Pea lu!" Jaehyun meninju lengan Mingyu dengan pelan. Menyadarkan lelaki itu dari lamunannya. Lantas meminum kembali es americano di depannya.
"Lihat cewek di sana deh," Eunwoo tiba-tiba berujar pelan. Seolah yang dikatakannya adalah rahasia besar, "Tapi jangan noleh barengan. Natural aja. Yang rambut sebahu dicat coklat terang."
Mingyu yang duduk berada di samping Eunwoo, langsung bisa melihat gadis yang dimaksud sahabatnya itu. Disusul oleh Jungkook dan Jaehyun yang berpura-pura melihat ke arah lapangan. Mereka lantas menatap Eunwoo untuk meminta penjelasan kendati sudah melihat gadis yang dimaksudnya.
"Adik tingkat. Naksir sama lo, Kook. Anak asuh gue pas ospek."
Mendengar itu, Jaehyun menoleh lagi. Memperhatikan gadis itu yang sedang berbincang dengan teman-temannya. Terlihat asik, sampai bisa dilihatnya jika gadis berambut sebahu itu tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
From Sidekick to Significant Other
Novela JuvenilSebelumnya, Jihyo tak pernah membayangkan jika Mingyu mampu membuat jantungnya berdebar tak normal. Mereka teman sedari kecil. Bahkan pernah mandi bersama saat berusia lima tahun. Maka untuk meyakinkan perasaannya sendiri, Jihyo mulai melakukan aksi...