Enam Belas

100 14 4
                                    


Baunya harum. Meskipun terkena sinar matahari sore yang cukup menyengat dan pasti membuat pemiliknya berkeringat, tapi sekali lagi Jihyo bisa menghidu jika kemeja milik Dowoon yang dipakainya ini berbau sangat harum. Ia benar-benar tidak menyangka jika lelaki itu akan memakaikan kemejanya setelah melihat crop top yang dipakainya.

"Banyak yang lihatin." ujarnya pelan ketika ia menjumpai berbagai pasang mata melihat Jihyo.

Salahkan Jeongyeon yang sudah merekomendasikan untuk memakai baju yang minim bahan. Kekasih dari Sungjin itu mengatakan jika nantinya mereka akan kegerahan kalau tidak memakai baju pendek. Maka dengan penuh sadar, ia memilih crop top putih lengan pendek yang memperlihatkan sedikit perutnya. Tentu saja itu dilakukannya untuk menarik perhatian Dowoon.

Hatinya tadi sempat menghangat mendapatkan perhatian dari drummer Enam Hari. Namun ternyata semesta tak membiarkannya terlalu lama semenjak kehadiran seorang gadis bertubuh tinggi dengan rambut memanjang hingga pinggang. Wajahnya begitu cantik, hidung bangir dan bibirnya yang tipis membuat perpaduan sempurna pada wajahnya.

Pun saat bersanding dengan Dowoon, Jihyo bisa merasakan aura mereka yang begitu kuat ketika bersama.

"Itu namanya Sowon." Jeongyeon berbisik dari samping. Membuat Jihyo tersenyum kecut. Ia jelas mengingat nama Sowon yang diucapkan Dowoon waktu itu.

Mereka adalah teman sedari SMA dan menjalin hubungan di tahun kedua. Keterkejutannya saat itu mendengar lamanya hubungan mereka membuat Jihyo sadar mengapa abangnya menilai Dowoon 'belum move on'. Ya pikir saja, siapa yang bisa cepat move on kalau putus dari kekasih yang sudah menemani hampir 6 tahun lamanya?

"Belakangan ini dia sering ke studio tempat latihan Enam Hari. Gue nggak tahu masalah mereka sih, cuma dari sepenglihatan gue, kayanya Sowon juga gabisa move on."

Jihyo hanya mengangguk-angguk. Ia tidak ingin terlibat lebih jauh tentang urusan mereka. Bukannya menyerah, ia hanya ingin Dowoon menyelesaikan masalah dengan masa lalunya. Menyelesaikan? Hahaha, entahlah.

Pun setelahnya ia pamit kepada Sungjin untuk peri ke toilet yang berada di luar. Tak lupa, melepaskan kemeja Dowoon dan meletakkannya pada salah satu kursi.

"Mau ke toilet." ujarnya ketika Jeongyeon bertanya kemana Jihyo akan pergi. Pacar dari kakaknya itu juga menawarkan untuk menemani, tapi ditolak halus oleh Jihyo.

Sekalian cari udara, karena pikirannya sedikit bingung melihat Dowoon bersama dengan gadis lain selain dirinya.


**


Matanya mimicing sekali lagi untuk memastikan penglihatannya. Di samping panggung, ia bisa melihat sosok lelaki yang menggunakan kemeja denim tengah mengarahkan kamera pada perempuan yang sedang berpose. Tanpa sadar kakinya memutuskan untuk mengikis jarak mereka.

 Tanpa sadar kakinya memutuskan untuk mengikis jarak mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
From Sidekick to Significant OtherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang