Bab 27

227 8 0
                                        

×happy reading×
+Jangan lupa vote and follow+
×semoga suka×

+Kalau ada typo tolong di komen ya guys+
×thank you×
+×+

"Kau tau" ucap gala, gracia menaikkan sebelah alisnya.

"Kau sangat cantik grace" ucapnya hendak membelai pipi gracia namun di tepis oleh gracia.

BRAKK

"SIALAN SIAPA YANG BERANI MENGGANGGUKU" teriak gala.

Archen dan leo masuk ke dalam ruangan setelah mendonrak pintu, reflek gala langsung mengunci pergerakan gracia lalu menodongkan belati ke leher gracia.

"GALA!" teriak archen dan leo dari belakang setelah mendobrak pintu.

"BERHENTI" teriak leo.

"KALAU KAU BERANI MENGGERAKAN BELATI ITU, AKAN KU BUAT HIDUPMU MENDERITA GALA" teriak Leo.

Gala dan leo masing masih menodongkan pistol ke arah gala.

"Kalau kalian maju satu langkah saja aku akan" gala menggerakan belatinya lebih dekat ke leher gracia.

"KALAU GUE NGGA BISA DAPETIN GRACE LO JUGA GA BOLEH DAPETIN DIA"

archen sudah sangat marah mendengar ucapan Gala ingin sekali dia menarik pelatuknya. Namun Gracia menggeleng mengkode mereka.

"LETAKAN SENJATA KALIAN" perintah Gala.

" CEPAT!" tegasnya.

Leo dan archen meletakkan pistol mereka ke lantai dengan hati hati.

Lalu mengangkat tangan kosong mereka ke udara.

Gala menyeret Gracia mundur, gracia tentu saja terseret dan mengikuti pria itu.

Archen ingin melangkah tapi leo memberikan isyarat gelengan.

Setelah Gracia agak jauh.

"Aws"

"SIALAN"  teriak gala

Gracia mencoba melepaskan diri dari gala dia menyikut perut gala dan langsung memegang tangan gala yang memegang belati.

Dia mencoba menahan tangan gala dengan sekuat tenaga, tangannya bahkan sekarang sudah bercucuran darah.

Tangan gala bergetar kala melihat darah mengalir dari tangan gracia dia melepaskan belati itu.

"Cintanya terluka karna dirinya" pikirnya.

Gala memegang tangan gracia yang terluka dia meniupinya matanya memanas dia menangis melihat sayatan yang cukup dalam.

"Ini pasti sakit, maafkan aku maafkan aku" ucap gala dengan lembut dia mengambil sapu tangan yang ada di sakunya lalu mengelap darah yang mengalir di tangan gracia dengan lembut.

Gracia hanya diam, dia sudah tidak berdaya kaena kehilangan banyak darah.
Pandangan matanya juga sudah mulai buram.

"Tidak apa apa grace kau akan baik baik saja" Gala menyelipkan rambut Gracia ke belakang masih dengan tangan yang bergetar.

Change of ReyciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang