Bab 20

401 11 0
                                        


×semoga suka×

×Kalau ada typo tolong di komen ya guys×
×thank you×
+Happy reading+

🌸🌸🌸

Hari ulang tahun tara.

"Ka cia tu lama betul dah" ucap aland menggerutu karna menunggu Gracia yang tak kunjung muncul.

"Semedi kali dia"ucap zafer di angguki oleh aland dan archen yang sedari tadi juga sudah menunggu gracia yang lama betul.

Tak

Tak

Tak

Suara ketukan hils milik gracia yang mengalihkan perhatian ketiga pemuda itu.
Satu kata cantik dan anggun yang bisa menggambarkan gracia saat ini.

"Cantik betul!"

"kaka gw nih senggol dong" ucap aland yang membuat kedua pemuda disitu memutar bola matanya ke atas namu tak ayal mereka mengakui gracia cantik sekali.

"Ya udah yuk berangkat" ajak zafer.

****

"Happy Birthday temen gw yang cemprengnya melebihi toa masjid" ucap Gracia sambil memeberikan pelukan tak lupa dia juga memberikan paper bag dengan merk ternama tentunya untuk sahabat tercinta.

Setelahnya di mendudukan diri di sebuah kursi mengambil segelas sirup.

"Happy Birthday bocil" ucap Zafer memberi selamat.

"Thanks ya bang tapi gw bukan bocil ya" ucapnya lali melirik sinis Zafer.

"Happy Birthday" ucap Archen.

"Thanks"

Tak lama setah itu Raka datang dengan seorang perempuan mereka berdua mendekat ke arah Tara.

"Happy Birthday bawel, nih kado spesial dari gw" ucap raka sambil menyerahkan sebuah paperbag.

"Happy birthday tara" ucapnya

"Makasih bella" ya perempuan itu adalah bella.

"Happy birthday ka tara yeaaahh tambah tua niee" ucap aland yang membuat mereka tertawa.

"Iya iya deh si paling muda em, tapi makssih banyak ya" balas tara setelahnya memeluk aland.

Gracia tersenyum melihat itu dia tidak sadar bahwa dimejanya sudah ada Archen yang sedari tadi memperhatikannya.

"Ngapain senyum senyum lo" ucap Archen yang langsung mendapat tatapan tajam dari Gracia.

"Apa si ganggu lo" ucap Gracia ketus lalu meninggalkan meja itu

"Ngapain lo ngikutin gue" tanya gracia karna sedari tadi Archen mengikutinya seperti anak ayam.

"Gpp takut lo ilang aja, nanti di culik om om" jawab archen ngasal.

"Gw bukan anak kecil" balas Gracia tak terima.

"Iya bukan anak kecil" ucap Archen sembari meletakkan tangannya di atas kepala Gracia lalu menggerakkan tangan itu seolah menunjukan bahwa Tinggi gracia cuma setinggi dadanya.

Gracia mendengus lalu terus berjalan mengambil buah.

***

"Hadeeeh hidup ini rasa rasanya tidak asik sekali" ucap Gracia yang sedang rebahan di kamarnya sepulang sekolah.

"Hmm gimana kalo gw abisin duit ayah, tapi gw bosen ngabisin duit yang ngga ada abisnya" ucap Gracia kembali berfikir.

"Hmm gw mau les aja apa ya tapi gw udah bisa di segala bidang"lanjutnya lagi.

Saat sedang melamun dering ponsel tiba tiba mengagetkannya, dia meraih benda pipih itu lalu melihat siapa yang menelfon.

Tarara is calling

hallo

hmm

lo ada acara kemanam gitu

ngga gw lagi lagi bingung mau nngapain

nah bagus  kelur yuk ma gw gw juga gabut nih ngga tau mau ngapain

ok

tut...

tak lam asetelah itu benar saja suara cempreng dari Tara mamasuki gendang telinganya.

"GRACIAAAAA IM COMING"

"brisik lo" ucap gracia seembari menuruni tangga.

di rumah hanya ada Gracia sendiri maknaya dia gabut ngga tau mau ngapain Aland pergi bersama teman teannya sementara Zafer juga pergi entah kemana dari pagi.

****

"mau kemana kita sebenerya si Tar"tanya Gracia yang sudah lelah melihat lihat jalan bayangkan saja Tara hanya mengajaknya muter muter tidak jelas kemana tujuannya.

"sutt  diem lo ngga liat tu mobil depan" ucap Tara sembari menunjuk mobil berwarna merah di deepan.

"kok gw kaya ngga asing sama mobil itu" ucap Gracia sembari berfikir.

"what the...itu mobil abang gw lo ngapain ngikutin abang gw ege" ucap Gracia tak percaya apa apaan ini apakah Tara menyukai abang nyebelinnya itu ah yang benar saja.

"diem dulu liat dulu cwe yang sama dia"ucap Tara.

"Bella"terkaget untuk yang kedua kali ngapain si Zafer sama si Bella.

"Lah gw juga ngga tau gw aja mau cari tau"ucap Tara, memang benar dia hanya melihat siluet orang yang seperti dia kenal makanya dia ikuti karna dia juga sebenernya gabut.

"Waaah ngga beres nih" ucap Gracia pada Tara.

"Ngapain mereka ke Cafe" tanya Gracia.

"Yuk ah lama" ucap Tara menyeret tangan Gracia.

"Iye sabar elah" ucap Gracia.

Mereka ahirnya mengikuti Zafer dan Bella ke dalm cafe tp mereka duduk di bangku pojok agat tidak ketahuan.

***
"Waah abang lo diem diem Ci" ucap Tara pada Gracia.

Saat ini mereka sedang di mobil Tara menuju ke Perpustakaan, katanya Tara tiba tiba pengin main ke perpustakaan.

"Kira kira ada apa bang zafer sama bella" gumam Gracia menyandarkan kepalanya ke jok mobil lalu memejamkan matanya.

"Woi dah sampai"ucap Tara membuat Gracia membuka matanya.

Mereka turun dan menghabiskan waktu di  danau sampai sore hari lalu tara mengantar gracia pulang.

"Thanks ya" ucp Gracia

"Yoi gue cabut ya" pamit tara lalu pergi.

Gracia berjalan masuk ke dalam ruang tamu.

"Dari mana sayang" tanya bunda dania

"Abis main bun sama tara" jawabnya

" Oh ya udah bersih bersih gih nanti turun makan malam"

"Okey bunda"

Change of ReyciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang