24. Pengumuman lomba

536 32 6
                                        

"Bukanya adek cewek ya?" Tanya Gilang bingung

........................

Diyah menepuk dahinya pelan, lah iya juga ya kan Diyah cewek, tapi masalahnya Diyah itu meskipun cewek kelakuannya mirip cowok, masa mulai pakaian sama hobinya persis cowok. Mungkin dulu Mamanya pingin punya anak cowok tapi yang lahir Diyah, jadi ya gitu asli cewek tapi tingkahnya cowok.

"Hehehe iya juga, tapi Adek gak mau tidur sekarang, nanti aja dulu," ucap Diyah yang tetap gak mau tidur

"Ya udah gampang gak mau tidur, berarti besok gak jadi sekolah," ucap Gio mengancam Diyah yang keras kepala

"Gak bisa gitu dong, heran suka banget ngancem," bantah Diyah sambil menatap Gio sinis

''Ya makanya tidur sekarang,'' ucap Gio datar menatap Diyah tajam

''Iya ini tidur,'' ucap Diyah ketus sambil bangkit dari duduknya dan berjalannya menuju kamarnya

Disaat kaki Diyah akan menaiki tangga pertama mendapatan peringatan ancaman lagi, tapi dihiraukan oleh Diyah yang tetap menaiki satu persatu-satu tangga.

''kembali, gunakan lift atau besok gak jadi sekolah,'' ucap Dafin mengancam Diyah lagi, dan dihiraukan Diyah

Disetiap pijakan tangga Diyah menggerutu kesal lantaran tiada hari tanpa larangan. Setiap hari ada aja larangannya, ini padahal masih baru beberapa hari Mamanya menikah, tapi kenapa Papa serta Abangnya tirinya langsung melarang setiap gerak-gerik Diyah. Diyah membuka pintu kamarnya dengan kasar dan menutupnya secara keras sampai menimbulkan suara yang begitu nyaring membuat Mama, Papa, serta Abang-abangnya yang masih berada diruang keluarga terkejut dan mengelus dada sabar.

BRAKKK

Sampai dikamar Diyah merebahkan badannya dikasur dan mengambil HPnya, ia akan menelfon Ayah dan mengadu. Dering telfon tersambung gak lama diangkat langsung tapi bukan Ayah melainkan Bunda.

Ayah📞📞

"Hallo Ayah,"

"Halo dek, Ayah masih diruang kerjanya, HPnya gak dibawa ada dikamar ini,"

"Bunda adek minta tolong ya kasihkan HPnya ke Ayah," rengek Diyah

"Iya dek Bunda ke ruang kerja Ayah dulu." Vera terkekeh mendengar suara rengekan Diyah

"Iya Bunda,"

"Mas ini adek telfon," panggil Vera diluar ruangan, setelah itu Fadil menyuruh istrinya masuk

"Hallo putri Ayah ada apa telfon Ayah." Tanya Ayah disebrang sana dan juga mengeraskan losspekernya agar Vera bisa menendengar suara Diyah juga

"Ayah adek mau tinggal sama Ayah aja ya, adek gak mau tinggal sama Mama lagi," rengek Diyah membuat Fadil dan Vera terkekeh karena tiba-tiba ingin tinggal bersamanya

"Kenapa tiba-tiba pingin tinggal sama Ayah, dan Ayah dengar kemarin trauma Papa kambuh ya gara-gara adek pingin tinggal sama Ayah, memangnya adek tega lihat Papa kayak kemarin, kalau adek kangen sama Ayah langsung main aja kesini tapi ingat harus pamit dulu sama Papa biar gak kawathir," ucap Ayahnya, bukanya dibolehin Diyah malah mendapat wejangan dari Ayahnya tapi tau darimana Ayah

"Habisnya adek dikekang terus disini Ayah, kok Ayah bisa tau Papa trauma,"

"Kemarin abang Dafin cerita ke kak Bisma jadi Ayah tau,"

"Adek tetap tinggal sama Papa ya, kalau adek kangen mau nginep dirumah Ayah boleh asalkan harus ijin dulu sama Papa, Mama dan Abang-abangnya adek dulu biar gak ada kejadian seperti kemarin, dan adek kemarin juga sempat drop kan gara-gara kaget juga pas waktu Papa trauma, jadi lebih baik adek tetap tinggal sama Papa, Ayah tau kok sebenarnya Papa itu sayang banget sama adek," jelas Ayah

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Fatimatussa'diyah (ON-GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang