Sebelum masuk ke dalam cerita, alangkah baiknya kasih vote untuk bab ini yaa ...
••§••
Di siang hari yang cerah, terdengar suara riuh para siswi yang begitu hebohnya menyemangati kakak kelas yang terkenal dengan wajahnya yang tampan, tingginya menjulang, serta kulitnya yang putih dan mulus sedang berlari ngejar bola di lapangan yang luas.
Dengan wajah tampannya, semua siswi di sana banyak yang mengejar dan mendekatinya. Tapi, dari sekian banyaknya siswi yang mengejarnya tak ada satupun yang membuat cowok tertarik.
Dia patut di curigai, tapi kita gak boleh souzon ya kan, hehe. Siapa tau dia belum nemu aja type cewek yang dia suka.
Dari kejauhan dia melihat Janu yang duduk sendirian sembari menatapnya "siapa tu anak?"
••§••
Alden bersama kelima sahabat nya berjalan di sekitar lapangan menghilangkan rasa bosan mereka.
Tak sengaja matanya tersorot pada sosok remaja berkulit putih bersih dengan pipi yang sedikit berisi membuat orang itu sangat lucu di matanya, sedang duduk sendirian melihat kakak kelas mereka bermain bola.
Tanpa basa-basi dia pergi menghampiri Janu.
••§••
Menyadari kalau anak itu terus melihatnya, entah dengan sengaja atau tidak dia menarik baju berniat mengelap keringat di pipi tirusnya, perut terbentuk sempurna itu menarik perhatian semua mata, mengundang teriakan histeris dari para fansnya.
Senyum kemenangan terukir di wajahnya, menapakkan deretan gigi putih nan rapi.
Janu terus melihatnya hingga tak sengaja pensil ditangannya menggelinding kebawah, ia sedikit menundukkan tubuhnya mengambil kembali pensilnya, namun saat dia sudah menggapai ujung pensilnya.
tangan putih berurat ikut memegang ujung pensil yang satunya. Tidak sengaja kedua mata mereka bertemu.
"Alden...?"
Mendengar Janu memanggil namanya Alden hanya tersenyum lalu kembali berdiri.
Cowok itu melirik kelima remaja lain sedang berdiri dibelakangnya. "Kalian ngapain di sini?"
"Kami cuma jalan jalan aja di sini, biasa ... Nyari angin"jawab salah satu diantaranya yang bernama Ratan berjalan santai di belakangnya. "Lo lagi gambar apa?" tanyanya balik sembari tangannya mengambil sketchbook milik Janu di atas bangku.
Halaman demi halaman ia bolak balik kan. "Gilak!!" Histeris nya begitu liat hasil karya seni Janu. "Ini Lo yang gambar?" Ratan makin terkesima liat gambar di halaman sebelah, terdapat hasil art wajah realis disana.
"Gilak ... Bagus banget coy. Eh vil, Lo ada saingan nih!!"serunya
Deg! ... Hah? Saingan? Apa Janu bakal dapat musuh lagi?
"Selain indah, ternyata tangan cantik ini berbakat dalam bidang seni!" Seru shankara ikut nimbrung.
Melihat ekspresi Ratan, membuat Villas yang dari tadi jongkok di sampingnya tak percaya sebelum liat sendiri. "mana coba sini gue li..."
Bibirnya sedikit terbuka, hatinya tak tenang pas liat ekspresi anak itu berubah drastis, dari sinis jadi melongo.
Kedua matanya melotot tak percaya ada anak yang lebih pandai darinya membuatnya sedikit tersaingi "wah ... Keren"
Yang lain terkekeh geli mendengar respon sahabatnya satu ini.
Disela sela tertawanya, Alden melihat sebuah bola melayang cepat mengarah Janu. "Janu awas!"serunya seraya menarik Janu ke dalam dekapannya.
"Sorry gue gak sengaja," ucap orang itu sambil mengambil kembali bolanya namun malah mendapat tatapan tajam dari keenam remaja dihadapannya.
Tbc
Thanks yang udah baca, tunggu chapter selanjutnya
Jangan lupa vote....
KAMU SEDANG MEMBACA
Wings of dreams
Teen FictionJanu Pradipta, seorang remaja laki-laki yang hidupnya sih ribet, tapi asal masih bisa ngelawak bareng sahabat sahabatnya, ya ... It's oke, hidupnya tetap jalan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai ngerasa aneh, kayak ... Kenapa jantungnya berisik begitu...
