Sebelum masuk ke ceritanya, jangan
Lupa kasih vote dulu yuk, hehe..
••§••
Di langit yang tampak mendung,Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.10 malam,Janu masih betah berada di sana, berlarut dalam kesedihannya.
"Buk ... Janu akhirnya punya teman lagi di sekolah baru buk."
"Mereka baik banget sama Janu,"curhatnya sembari tersenyum memandangi nisan.
Sebenarnya banyak hal yang ingin Janu ceritakan pada Salma, apalagi tentang yang dia alami hari ini. Tapi , itu tak bisa lagi ia lakukan.
Ditengah lamunannya, Janu tiba-tiba terpikir dengan ayahnya.
Kenapa saat ibunya meninggal Janu tidak di beritahu sama sekali, padahal Janu sangat ingin melihat proses pemakaman dan wajah sang ibu untuk yang terakhir kalinya.
Sungguh tega ayahnya tak memberitahunya.
Dengan emosi Janu beranjak dari sana dengan cepat pergi menemui ayahnya di rumah, "ayah!"geramnya.
Apa Janu bakal bisa menangani sikap kasar Adi?
••§••
Dirumah Janu tak mengucapkan salam seperti biasa, di buat kaget melihat seorang wanita cantik dengan menggunakan pakaian serba mini tengah duduk bermesraan dengan ayahnya di rumah tamu. "ayah!" Panggilannya sedikit membentak.
Melihat Janu diambang pintu adi tampak biasa saja bahkan dia membuang pandangannya dari Janu. Seperti tak ada rasa bersalah sedikitpun.
Tak direspon sang ayah, wanita itu bergerak mendekati Janu, jalanan begitu feminim tapi Janu menatapnya tajam. "hai ... kenalin nama Tante gilda, calon ibu baru Janu"
Deg!
Hah? Dia tak salah denger kan? Gilda adalah calon ibunya?
Janu semakin dibuat kaget bukan kepalang dengan berita itu, tak diberi tahu ibunya meninggal aja dia udah kesal ditambah wanita di depannya ini mau jadi ibu barunya? Tentu Janu tak ikhlas, ia tak Sudi nantinya harus memanggil wanita itu dengan sebutan "ibu".
"Karena kamu udah pulang, kita makan malam bersama yuk, kamu pasti sudah lapar"ajaknya sambil menarik tangan Janu, tapi ajakan itu ditolak mentah-mentah.
Janu menarik tangannya dengan kasar hingga genggaman gilda terlepas lalu pergi mendekati ayahnya.
"Yah, kenapa ayah gak ngabarin Janu kalau ibu meninggal? padahal Janu mau lihat ibuk untuk yang terakhir kalinya, kenapa? ... Kenapa ayah cuma diam aja? HAH!!" Tubuhnya bergetar hebat, matanya ikut memerah. "Kalau ayah cepat ngabarin Janu, Janu bisa liat ibuk hiks hiks."
"Diam!! ... Berisik!" Bentak ayahnya yang merasa terganggu dengan isakan tangis Janu. "Kalau aku gak mau ngabarin kenapa emang, hah!! ... Gak penting" lanjutnya.
Deg!! ... Mendengar perkataan ayahnya membuat Janu tak habis pikir dengan sikap ayahnya ini, bisa bisanya dia tidak merasa sedih sedikitpun setelah kepergian istrinya.
"Tega ... Ayah tega!!, ayah gak kasihan apa sama ibuk?... Hah!! ... Ibuk baru aja meninggal tapi ayah udah selingkuh dengan pelakor kurang ajar ini," Janu menunjuk gilda.
Plak!!...
Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi Janu. "diam kau!"
"Jahat ... Ayah jahat!! Bahkan semasa hidupnya ayah gak pernah sekalipun bahagiain ibuk!!" anak malang itu berlari masuk ke kamar seraya terus memegang pipinya yang terasa perih. Di dalam,Janu duduk di tepi kasurnya sambil menggenggam liontin yang dulunya adalah hadiah pertama dari Salma, terdapat foto Salma dan dirinya di dalam ... Hanya mereka berdua.
•
•
§
•
•
Beberapa bulan setelah kepergian Salma, berkat dukungan dari teman temannya yang selalu ada untuknya. Perlahan akhirnya Janu bisa mengikhlaskan kepergian ibunya.
Dia bersyukur memiliki teman yang sangat peduli padanya.
Ngomong ngomong tentang kepergian ibunya, Adi tak mau melakukan doa' bersama untuk almarhum hari itu ... Tak sekalipun.
••§••
"Anjirr!! Telatt!!" Janu panik jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sembilan belas, sedangkan mereka masuk jam tujuh lima belas. secepat kilat dia bersiap siap pergi ke sekolah. Semenjak kepergian Salma, telat menjadi kebiasaan Janu sekarang.
Di jalan dia terus berlari saat ingin menyeberang jalan dia tidak melihat kanan kiri.
"Awas!!"
Bruk!!....
Tbc.
Thanks yang udah baca ceritanya 🥰🥰
Semoga kalian suka sama ceritanya....
Tunggu chapter selanjutnya, jangan lupa vote
KAMU SEDANG MEMBACA
Wings of dreams
Roman pour AdolescentsJanu Pradipta, seorang remaja laki-laki yang hidupnya sih ribet, tapi asal masih bisa ngelawak bareng sahabat sahabatnya, ya ... It's oke, hidupnya tetap jalan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai ngerasa aneh, kayak ... Kenapa jantungnya berisik begitu...
