Konflik di cerita ini merupakan sebuah kisah
Yang diambil berdasarkan
Pengalaman gue sendiri,
Jadi ...
Gue harap, kalian bisa menerima dan
Sayang dengan karakter Janu. Mungkin, di antara kalian ada juga yang bisa merasakan emosi karakter utama di cerita ini.
Sebelum masuk ke ceritanya, alangkah baiknya kalian bisa memberi voting pada cerita ini ya...
••§••
Janu Pradipta, seorang remaja laki-laki tunggal berusia 16 tahun yang hampir tidak pernah tersenyum lagi karena dia memiliki hidup yang menyedihkan.
Dia juga tidak punya sahabat ataupun teman, di sekolah lamanya bullying sudah jadi makanannya setiap hari di saking seringnya, kini ia bersekolah di SMA ternama di kotanya, Janu berharap disekolah barunya ini dia bisa sedikit bahagia juga tidak ingin di bully lagi ... Itu saja udah cukup baginya.
Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Janu ingin sekali memiliki seorang teman seperti ia kecil dulu, waktu Janu memiliki seorang sahabat dekat yang kemana mana mereka selalu bersama hingga suatu hari, dunia memisahkan ikatan tali mereka. Sahabatnya pergi meninggalkannya begitu saja, apa salahnya Janu? ... Entahlah.
Kehilangan sahabat dekat membuat Janu diselimuti rasa sedih sekaligus campur aduk. Saat punya teman baru, itu juga tak berlangsung lama, mereka pergi meninggalkan Janu. Hal itu terus terjadi di hidupnya, sampai akhirnya Janu trauma dan memutuskan untuk menyendiri saja sampai sekarang.
Dia juga berfikir kalau dirinya ditakdirkan oleh dunia agar tidak boleh memiliki seorang teman.
Bisakah anak malang ini mendapat seorang yang benar-benar teman?...
••§••
"Turun" pinta ayahnya yang bernama Adi, suara beratnya membuatnya tersadar dari lamunan. saat Janu baru ingin melangkah turun, ayahnya lebih dulu menggenggam tangannya kuat, itu membuat Janu makin terkejut, "awas ya, kalau kamu membuat masalah lagi, aku tak segan segan untuk menghukum mu!!"ucapnya.
Dengan bibir sedikit bergetar Janu menjawab. "iya ayah," lalu pergi meninggalkan ayahnya sendirian. Ternyata ayahnya mengantarkannya ke sekolah barunya.
Saat berjalan di lapangan sekolah yang luas itu, tak sengaja Janu menabrak seseorang karena dia berjalan dengan kepala yang tertunduk.
"Akhh!"
Dengan cepat Janu meminta maaf dia tak ingin masa masa pahit di sekolah lamanya terulang lagi, "maaf aku gak sengaja"
Remaja berkulit putih yang lebih tinggi darinya itu tersenyum melihat tingkah Janu, "iya gak apa apa, lain kali hati-hati ya," balasnya dengan nada yang sangat lembut.
Janu sontak membulatkan matanya, apa itu nyata? Setelah sekian lama, akhirnya ada orang yang berbicara lembut padanya. "I-iya, permisi," ucapnya lalu pergi meninggalkan cowok yang masih menatap kepergiannya sambil tersenyum "lucu juga dia, tapi ... Siapa?" batinnya.
••§••
Di kelas XI² semua murid duduk di kursi mereka masing-masing saat guru sudah memasuki ruangan, kelas yang terkenal disiplin itu sangat rapi juga bersih. "Anak-anak. Ibuk mau menyampaikan sesuatu, kalau hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, dia murid pindahan"
"Cewek atau cowok buk?" tanya salah satu murid.
Wanita setengah baya itu terkekeh kecil, "Cowok ... Ayo masuk"
Saat masuk, cewek maupun cowok langsung terkesima melihat kegantengannya, bagaimana tidak?....
Dengan kulit yang putih bersih dan mata coklat yang indah membuat semua orang terpanah melihatnya.
"Sekarang perkenalkan diri kamu,"
Kepalanya tertunduk, kedua tangan meremas kuat bagian samping celana, Dada berdebar tak karuan, keringat sesekali meleleh di pelipisnya. Walau deg degan, Janu tetap memperkenalkan diri kepada 27 murid dihadapannya, ia mulai mengatur napas.
"perkenalkan namaku Janu Pradipta, kalian bisa panggil aku Janu"hanya itu yang bisa dia katakan, Janu tak ingin semua orang tau lebih banyak tentangnya.
"Oke Janu, kamu bisa duduk dengan Alden di sana," tunjuk guru itu.
Janu Pun pergi ke arah tempat duduk yang sempat ditunjuk oleh guru sekaligus wali kelas mereka, "eh kita ketemu lagi, gue Alden Ravindra panggil saja gue Alden," ujarnya sambil menjulurkan tangan yang di balas oleh Janu walau ragu.
"Janu," ucapnya lalu diam tak ada percakapan lagi di antara mereka selama pembelajaran berlangsung.
••§••
Jam istirahat terakhir tiba semua murid berbondong bondong keluar dari dalam kelas Mamuju kantin kecuali Janu dia memutuskan untuk duduk di bangku dekat lapangan futsal sambil menggambar, pensil ditangannya menari nari di atas permukaan kasar sketchbook sesekali dia juga ngelirik ke anak anak lain berolahraga.
Terlalu fokus melihat kakak tingkat beriman bola, tak sengaja pensil yang dipegangnya terjatuh, Janu sedikit menundukkan tubuhnya mengambil kembali pensil, namun saat dia sudah meraih ujung pensilnya ...
ada sebuah tangan juga ikut memegang ujung pensil yang satunya. Tidak sengaja kedua mata mereka bertemu.
"Kau ... "
Tbc.
Semoga kalian suka sama ceritanya
Thanks yang udah baca 🥰🥰
Jangan lupa di vote yaa.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Wings of dreams
Teen FictionJanu Pradipta, seorang remaja laki-laki yang hidupnya sih ribet, tapi asal masih bisa ngelawak bareng sahabat sahabatnya, ya ... It's oke, hidupnya tetap jalan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai ngerasa aneh, kayak ... Kenapa jantungnya berisik begitu...
