Eits, tunggu ✋
Sebelum masuk ke cerita, alangkah baiknya chapter ini di kasih vote dulu yuk, biar gak lupa nantinya, hehe.
••§••
Di bawah gelapnya malam Dengan langit bergemuruh menandakan bahwa sebentar lagi hujan akan turun, Para remaja itu masih terus bermain kucing-kucingan di hutan.
Dengan bantuan sedikit cahaya bulan yang hampir tertutup awan hitam,Janu melihat ada terowongan di dekat mereka, lokasi itu cocok untuk bersembunyi sejenak,
"Al, kesini!" kaos merah itu melar begitu Janu menyeretnya masuk.
"Woi! Tunggu dulu ege!"
••§••
"Sshhttt!" Akbar mengangkat tangan mengisyaratkan yang lain untuk berhenti. Pandangannya tak henti-hentinya memandangi sebuah goa besar di dekat mereka, tampak jelas dua pasang jejak kaki mengarah kesana. "Kalian, masuk!"
Salah satu dari mereka membulatkan matanya kaget, "lu gila? Lu aja yang masuk Sono!" Yang lain mengangguk setuju.
Hembusan nafasnya mengudara, "Kalau kalian gak mau masuk, gue gak bakalan mentraktir kalian bir lagi," ujar Akbar santai, ia tau kalau kawan-kawannya tak akan membantah perintahnya kalau udah diancam dengan bir.
Tangan terkepal erat, urat muncul di pelipisnya, seperti yang Akbar duga, mereka pergi satu persatu, dengan langkah beratnya mereka sengaja menyenggol bahu pemuda didepan mereka. Perlahan cahaya flash dari ponsel mereka masing-masing mesuk, mengabsen setiap bebatuan besar di dalam goa.
Bau amis mulai tercium, semua teliti mencari dari mana sumber bau itu berasal, "mungkin bau darah anak tadi"
Tak terasa udah sampai di ujung goa, mata mereka terbelalak memandangi tubuh manusia tak lagi utuh tengah tergeletak di sela-sela bebatuan. Tubuh mulai bergetar hebat, cahaya flash tak lagi fokus. "Diam!" Ujar seseorang saat melihat salah satu dari mereka ingin berteriak, "sshhtt! Dengar."
Semua membuka telinga lebar-lebar, terdengar samar-samar raungan harimau tak jauh dari posisi mereka berdiri saat ini, bau pesih ikut tercium disana ... Ya, sebagian dari remaja udah basah tepat di area selangkangan, cairan hangat mengalir deras di sana.
"LARI! ANJING!!..." Histeris semua, berbondong-bondong berlari keluar tanpa tujuan, Akbar yang liat kepanikan seluruh remaja mengerutkan kening bingung, apa yang membuat mereka histeris sampai lari meninggalkannya sendirian disana?
"Woi! ... Jangan tinggalin gue bangke!"
••§••
Di gelapnya malam, dua siluet seseorang berjalan menelusuri jalan setapak sembari memapah satu sama lain. Sepanjang langkah diiringi dengan teriakan sekelompok remaja dari sisi lain hutan. "Kenapa mereka?"
Janu, tangannya tak lepas dari pinggang yang tak henti-hentinya terasa begitu nyeri, cairan hangat berwarna merah masih membasahi telapak tangan. "Tunggu dulu!" Janu mendudukkan bokong diatas rerumputan hijau, secepat kilat ia membuka semua baju hingga kini ia bertelanjang dada.
Alden gimana perasaan Lo sekarang? Heheh.
Krak!...
Ia membalut singlet yang barusan robek pada pinggang yang kini tak lagi tertancap paku, sebab dia udah lebih dulu mencabutnya dalam perjalanan tadi.
Alden terus memandangi remaja di hadapannya yang kini tengah menahan rasa sakit. "Sini gue, bantu," tawarnya tak tega liat Janu terus-terusan menderita, kini bibir yang semula merah bagaikan es krim rasa strawberry tampak memucat.
Kedua tangannya bekerja di bawah sana, tapi matanya tak henti-hentinya memandangi Janu, wajah anak itu yang kini terpejam begitu indah dari segi manapun. Lambat tapi pasti, Alden mendekatkan wajah tampannya pada Janu.
Bam!...
Satu pukulan keras berhasil mendarat tepat di pipinya, "lu mau nyium gue?" Tatapan tajam 8a lontarkan pada remaja di sebelah, ia memegang pipi yang terasa perih.
"Bukan bangke! Gue cuma ... Cuma ... " Janu memutar bola matanya males, tatapannya beralih liat semak-semak di seberang, Alden heran sama tingkah sahabatnya satu ini, matanya tak berkedip sedikitpun. "Alden? ... Pergi sekarang?"
Tbc.
Thanks yang udah baca ceritanya 🥰 🥰 tunggu chapter selanjutnya, jangan lupa vote
KAMU SEDANG MEMBACA
Wings of dreams
Novela JuvenilJanu Pradipta, seorang remaja laki-laki yang hidupnya sih ribet, tapi asal masih bisa ngelawak bareng sahabat sahabatnya, ya ... It's oke, hidupnya tetap jalan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai ngerasa aneh, kayak ... Kenapa jantungnya berisik begitu...
