Dunia Lain..
Kisah satu kepala keluarga yang melakukan kesalahan membuat malapetaka hingga merugikan satu desa.
Datang lah dua orang sahabat yang bermaksud untuk mengulik semua kejadian janggal di desa itu.
Namun beberapa kejadian tidak terduga dat...
Terlihat dadanya naik turun. Kepalanya memutar-mutar, seperti melihat keadaan di sekitar, lantas tangannya meraba ke arah mata.
Aaakggrhh!!!..
Teriakan kelima keluar dari mulutnya, teriakan yang lebih menggetarkan dari sebelum-sebelumnya, bahkan membuat telinga mereka yang ada di sana merasa sakit luar biasa.
"K-k-kita ... berhasil?" tanya Rosie susah payah setelah sang iblis cukup lama terdiam.
Jisoo dan Kakek saling tatap, lantas tertawa senang meski setelahnya mereka terbatuk-batuk.
"Sepertinya begitu ... sepertinya begitu!" seru Jisoo lega.
Paman Lee, Seulgi dan Sooyoung bangkit, lantas dengan tenang melangkah mendekat ke arah Teddy yang berdiri terdiam seperti patung, menyisakan jarak sejauh dua meter saja di antara mereka.
"Buka sebentar indra pendengarannya,"" perintah Paman Lee pada Seulgi
"Baik," balas Seulgi yang bertugas mematikan indra pendengaran sang iblis.
"Semua indramu sudah mati, kau tahu jika melanjutkan perlawanan, hanya akan sia-sia, dan menjatuhkan harga dirimu yang setinggi langit itu!" Ucap Paman Lee
Sang iblis tersenyum, dia tak dapat melihat, tetapi pendengarannya yang di buka, membuatnya tahu posisi sang pemimpin yang sedang bicara.
Kakek, Jisoo dan Rosie yang babak belur, kini sudah bergabung dengan 3 bersaudara itu.
"Kembalilah ke tempatmu, dan jangan pernah kembali ke sini lagi, karena kami akan selalu ada untuk menggagalkan rencanamu lagi dan lagi," ucap Paman Lee lagi, membuat senyuman Teddy sirna.
Teddy berdiri. "Kali ini kalian berhasil menghentikanku, tapi suatu saat, ketika hati para manusia sudah menghitam seperti arang, ditambah hadirnya sosok dari kalangan manusia yang menganggap dirinya Tuhan, itulah saat kemenangan bagiku!"
Para orang Jungsemi yang menyaksikan itu paham apa yang dia maksud.
Teddy membelakangi orang-orang Jungsemi, melangkah menjauh ke arah kegelapan sambil tertawa, lantas secara perlahan tubuhnya memumai dan terbawa angin hingga sosoknya hilang tak berjejak.
Mereka yang melihatnya mengucap syukur, karena berhasil membuat makhluk tersebut menyerah dan pergi.
"Kita berhasil, Ma!"" seru Rosie dengan mata berkaca-kaca.
Jisoo yang memahami semua pengorbanan yang dilakukan Rosie, memeluk erat tubuh anaknya itu, sangat erat hingga membuat Rosie merasa begitu hangat.
"Terima kasih atas semua usahamu, Nak!" ucap Jisoo. "Dan atas segala pengorbananmu!"
Rosie tersenyum, meski jauh di lubuk hatinya ada kesedihan yang masih tersisa, sedih karena tak akan bisa bersama Papanya lagi.
"Kembalilah ke kota Jungsemi saat urusan kalian selesai" ucap Paman Lee pada warga Jungsemi yang membantu
"terutama kamu—Rosie, tepati janjimu," tambahnya lagi
"Baik, saya pasti akan menepati janji, seperti Mama yang menepati janjinya hingga saat ini."
Paman Lee tersenyum mendengarnya.
"Terima kasih, Pangeran, atas bantuannya," timpal Jisoo lantas memeluk sesaat pada Paman Lee
"Suara kicauan burung terdengar, meski terdengar samar tetapi membuat tenang mereka yang mendengarkannya."
Paman Lee, dan orang-orang Jungsemi lainnya pamit undur diri, kembali menuju Kota Jungsemi, tugas mereka telah selesai.
"Sepertinya keadaan di desa sudah membaik," ucap Jisoo.
Mereka kembali ke desa setelah memastikan tak ada lagi sesuatu yang terlewat di sana, bahkan segala macam alat perdukunan di dalam gubuk itu sudah mereka hancurkan tanpa sisa, hanya meninggalkan bangunan pondok yang mungkin berguna sebagai tempat istirahat.
Matahari perlahan terbit dari arah timur, melenyapkan gelap bersama terang yang perlahan mulai merayap kembali di desa Lembah Tujung.
Benar dugaan mereka, tangis kesedihan yang Rosie dengar saat mengantar tubuhnya, kini sudah berubah menjadi tangis bahagia karena seluruh warga yang sempat meninggal, kini kembali hidup, menandakan tak ada satu pun yang ikhlas atas kematian mereka yang tak masuk akal dan ganjil seperti itu.
Namun....
"Di mana arwah Lisa, Nek?" tanya Rosie begitu tiba di rumah Pak RT.
Dan jawaban itu tidak akan semudah yang mereka harapkan.
......Belum selesai......
btw lanjutannya udah aku upload versi lengkap nya di Karyakarsa ya. nama akun tertera di bawah ini:atau kamu bisa ketik ulang link berikut di web HP kamu. https://karyakarsa.com/sapti72/series
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.