"Bukan perihal sabar, tapi ini tentang
Sadar. "
•••
Vote dan komen yak! 😌
Happy reading🍂
•••••√
Setelah melihat apa saja isi halaman rumah tersebut, rain kini menghampiri tuan rumahnya sambil menenteng sebuah paper bag yang berisi cake.
"Lo nggk ngajak gue masuk? " Tanya nya ketika tak kunjung mendengar sambutan.
"Gak."
"Mampir gitu? " Sungguh rain sangat ingin masuk ke dalam. Ia sangat penasaran apa isi rumah aksa, apakah isinya seperti rumah pada umumnya?
"Pulang." Titah pemuda itu saat berdiri di depan pintu mencegah rain yang kian mendekat.
Gadis itu memencet bel rumah yang berada di dekat pintu layaknya tamu.
Ding ding ding ding
Terdengar bunyi yang membuat mata rain terbelalak dengan mulut terbuka lebar.
"Wah! Gue baru tau kalau bunyi bel rumah itu nggak selalu nya ding dong ding dong. "
"Ternyata ada juga yang ding ding ding ding." Lanjutnya sambil menatap kagum bel tersebut.
Rain menoleh dengan serius. "Aksa, bel rumah lo jangan di ganti ya? " Pintanya yang menurut aksa sangat aneh.
"...."
" Ini itu barang langka aksa! Bayangin aja, rumah yang lain tuh bunyinya ding dong ding dong lah ini ding ding ding ding. "
"Lo beli dimana emang? Berapaan? Nggk mahal kan? Bisa dijadiin bunyi notifikasi di ponsel gue nggk? Biar samaan gitu kayak rumah lo? " Ujar rain ketika menemukan solusi dalam otak kecilnya.
"Bisa nggk? " Tanya rain tanpa sadar memajukan tubuhnya ke depan hingga wajah mereka hanya tersisa beberapa senti membuat aksa harus menyetok beberapa kesabaran lagi.
Ia mendorong wajah rain menggunakan telunjuk nya. " Pulang aza. " ucapnya namun mampu membuat gadis itu diam membisu.
Rain mengedipkan matanya beberapa kali lalu menutup mulutnya dengan syok.
"Aksa lo bilang apa tadi? "
"Pulang."
"Bukan, setelahnya. "
"Aksa tadi lo ngomong apa gue nggk dengar! " Paksa rain.
"Pulang aza. " Ucap aksa pelan sambil menatap langit yang memang sudah mendung dan gelap.
Rain segera memegang dadanya lalu berbalik membelakangi aksa. " Zara?"
"Gue nggk salah dengar kan, si crush manggil gue apa? " Katanya pada diri sendiri.
"Huwaaa! Gue punya nama panggilan dari doi woyyy! Pengen bawa pulang orangnya! Sumpah! Aaaaaaa! "Teriaknya dengan kencang sambil berlari keluar di pinggir jalan saat melihat seorang anak lelaki sedang lewat.
Tiba tiba gadis itu meraih tangan anak tersebut lalu mengajaknya berputar dan melompat setelah itu memeluknya dengan kencang hingga anak itu merasa sesak dan terbatuk.
Anak itu seketika berfikir rain adalah orang gila baru yang kabur dari rumah sakit jiwa dan nyasar di komplek ini. kasian sekali dia .
Setelah melepas pelukannya rain kembali masuk dengan senyum yang hampir merobek sisi mulut hingga telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Pluviophile
Random[AYO FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] _______ Rain. Sesuai dengan namanya ia sangat menyukai hujan. katanya, dalam rintik air hujan tersebut ia bisa menemukan kedamaian. Air hujan itu bagai obat yang bisa menutupi lukanya sekali pun obat itu kadang tak...
