Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 13 : Rumah aksa

38 4 2
                                        

Ayo ayo di vote dulu🙂

Happy reading🧡

•••••√


"Adoh bangsaaat!!! "

Suara umpatan terdengar ketika tubuh itu terjatuh kebelakang dengan posisi kepala yang terbentur lantai. Dua detik kemudian rain segera menyentuh kepalanya yang nyut-nyutan. " Kepala gue nggk pecah kan? " Monolog nya yang masih tak bergerak sedikit pun setelah satu menit berbaring.

ia segera bangun saat sadar banyak murid yang menatapnya tanpa mau menolong. Dasar manusia.

Rain berusaha untuk berdiri, tangan kirinya  memegang lutut lalu tangan kanan berada di pinggang. sebenarnya bukan cuma kepala yang sakit tapi pinggangnya pun rasanya sudah encok.

Saat berbalik matanya menangkap sosok aksa yang berdiri di ujung tangga sambil memasukan tangannya di dalam saku celana, menatap nya seperti biasa tanpa ekspresi selain datar. Ia segera melambaikan tangan dan menyapa seolah-olah kejadian tadi hanya angin lewat.

"Hai aksa. Ngapain disitu, nunggu jodoh yah. "

Bukan aksa jika harus menyapa balik, dan bukan pula namanya rain jika harus peduli.

Tanpa kata aksa melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda namun beberapa detik langkah kecil turut serta menyamai perjalanan nya.

Rain yang merasa kepalanya sedikit sakit kini berusaha meraih pergelangan tangan milik aksa. "Aksa, gue minta maaf. Tentang di kantin tadi gue  dapat tantangan dari kelas setelah main truth or dare. " Ucap rain menjelaskan tentang kehebohan yang ia buat di kantin tadi.

Aksa segera menarik tangannya. "Lepas."

Gadis itu ingin mengejar langkah aksa menaiki tangga namun baju yang ia kenakan basah akibat insiden tadi. Dengan sangat terpaksa ia memutar arah menuju loker mengambil baju ganti.

Untungnya dia selalu menyimpan baju dalam loker hingga tak perlu lagi membeli di koperasi.

Saat rain tiba di toilet ia melihat kiara yang sedang bercermin sambil menata rambutnya. Gadis yang menempelkan stiker love di bawah matanya itu tampak tersenyum remeh.

Kakinya dengan sengaja ia julurkan saat rain berjalan melewatinya. "Ups, sengaja. " ucapnya saat jebakan itu mengenai kaki rain hingga terjatuh.

Gadis itu berdiri lalu membersihkan roknya, "Kara, lo nggk capek apa gangguin gue. Oh, gue lupa. Lo kan emang pengganggu hidup orang."

Kara maju ingin menjambak rambut rain namun tangannya lebih dulu di tepis. "Nggk usah pegang rambut gue entar bau lagi. "

Gadis dengan rambut pirang itu terlihat kesal, "Heh! Nggk usah belagu lo jadi cewe dasar pembawa sial! Huh, "

"Emang dasarnya cewe nggk tau malu yah kar, udah di tolak mentah mentah masih juga ngejar. " Sahut lani sahabat kara yang berada di sebelah kiri.

Dea yang bersandar di wastafel ikut menimpali. " Ihh kara mending cepetan deh lo sadarin si aksa jangan sampai ketularan sial kayak dia. "

"Iya sih, secara aksa itu sempurna buat dia yang bermuka dua plus pembawa sial. " sahut kara menatap rain jijik.

Rain yang memang sedang malas, tak memedulikan ucapan mereka. Ia segera masuk ke dalam toilet untuk mengganti bajunya yang basah.

Kara yang diabaikan kini tampak sangat kesal, ia segera mengambil ember yang berisikan bekas air pel lalu membawanya masuk kedalam bilik toilet tepat di samping rain.

She PluviophileCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang