Selina menjatuhkan ponselnya saat menonton video tentang sahabatnya. Dia menggelengkan kepalanya . Gadis itu tertawa , tidak percaya bahwa video itu adalah sahabatnya. Selina tahu sahabatnya itu anti dengan berbau Sex . Tapi ini sahabatnya .
" Tidak mungkin! Vanya tidak mungkin lakuin itu. " Gumam Selina mengeratkan pegangan erat tali tasnya. Mereka sudah ulangan dari sebulan yang lalu sebelum Vanya menghilang seminggu , gadis itu sudah mengikuti ulangan . Dan juara Umum dari kelas X sampai sekarang selalu di dapatkan Vanya . Mereka juga sekarang telah menjadi murid kelas XII IPS bukan XI IPS . Tentang pembagian rapot , sudah di adakan acara besar besaran . Tentang pelatihan panitia MPLS nanti . Hari ini di tunda karena organisasi OSIS hari ini sangat sibuk menyiapkan besar acara yang turut mengundang orang tua. Semua OSIS sudah di bagi Vanya beberapa hari sebelum gadis itu libur tanpa keterangan . Selina tahu , Vanya trauma atas kejadian Video itu di sebar . Dia akan mendatangi gadis itu saat dia ke Mension nya. Tidak peduli orang itu melarang dia , Yeng penting dia harus bertemu Vanya untuk meminta kejelasan tentang video itu .
Selina mengambil parfum kecil lalu menyemprot ke leher dan kedua tangannya . Dengan perasaan tak karuan , Selina berjalan menuju seseorang yang menunggu dia .
PLAKK!!
Selina menampar orang itu dengan marah sementara orang yang menunggu Selina sibuk dengan ponselnya hingga dia terkejut mendapat tamparan dari Selina.
" APA APAAN INI!!!" Murka orang itu menatap tajam Selina yang emosi sudah di ujung tanduk.
" Lo kan yang nyebarin hoax sahabat gue!!" Sarkas Selina mencengkram erat tali ransel nya.
Orang itu mencerna sebentar sebelum mulutnya terkekeh mendengar ucapan Selina " udah gue bilang , berteman dengan Vanya itu buat kamu akan terserat dengan kasus dia Selina. Makanya saya menjauhkan kamu dari dia ." Jelas Orang itu menatap tenang Selina yang emosi. Dia sudah tahu kasus Vanya di luaran sana yang sudah tersebar. Bagaimana ketua OSIS yang paling di banggakan di hight Aurora School internasional melakukan hal tercela .
Selina mengangguk kepala dengan perasaan kecewa . Ternyata benar dugaannya bahwa orang ini adalah menyebarkan video tentang sahabatnya .
" Gue kecewa sama Lo . Gue udah percaya sama Lo . Bahkan gue rela jauhin sahabat gue demi Lo kak. tapi engga gini juga caranya kak!" Lirih Selina dengan menatap terluka orang itu . Orang itu tak tega melihat mata berkaca-kaca Selina memeluk gadisnya erat menenangkan Selina yang memukul dadanya .
" Shut! Udah diam ." Orang itu memeluk Selina erat. Pria itu hanya terkekeh melihat wajah Emosi Selina.
" Gue benci sama Lo ."
" Gue cinta sama Lo Selina . " Gumam Orang itu. Walaupun dia tahu perasaanya kecewa mendengar pernyataan Selina bahwa gadis itu tidak mencintai nya.
Beberapa waktu kemudian Selina tertidur di pangkuan pria itu . Dia terkekeh melihat cara tidur Selina seperti anak kecil . mencubit pipi Selina , gemes . Ingin sekali dia menghancurkan hidup gadis itu saking gemesnya . Andai saja pistol nya ada di sini , mungkin dia akan menembak Selina dan menjadikannya boneka .
Dia menggendong tubuh Selina lalu membawanya keluar . Tentang orang tua gadis itu , entah kemana mereka , pria itu juga tak peduli , yang penting Selina harus ada di sisinya .
" Tidur nyenyak bunga mawar . " Gumam pria itu mencium wajah Selina yang tak merasa terganggu bahwa wajahnya selalu di cium oleh pria itu .
Pria itu memasukan tubuhnya dan Selina ke dalam mobil . Dia menekan gas pedal lalu menjalankan mobil menjauhi pekarangan keluarga William dengan Selina di gendongan dan tangan sibuk menyetir mobilnya .
Melihat gadisnya terusik , pria itu menepuk lembut di area bokong Selina membuat gadis itu kembali tertidur kembali .
Pria itu melirik ke depan . Melihat jalanan lurus membuat dia tersenyum miring. Dia tahu kasus ini akan tersebar . Jadi dia menyuruh gadisnya untuk tidak berteman dengan Vanya . Dia tahu Vanya teman gadisnya itu banyak musuh karena perilaku tegas dan sombong Vanya membuat temannya itu dendam pada Vanya . Alasan itulah membuat pria itu melarang keras Selina berteman dengan Vanya agar gadisnya terhindar dari masalah sahabatnya . Dia tahu sesayang apa Selina pada Vanya . Mungkin jika dia suruh memutuskan hubungan dia demi Vanya mungkin Selina akan sanggup membela gadis itu .
.*.
Sementara di rumah sakit , Vanya bangun menatap kosong ke depan setelah dia meneguk obat . Dari luar pentilasi pintu , Bumi mengintip Vanya yang berantakan . David yang sudah mengetahui keadaan Vanya dan mendengar cerita Bumi tentang keadaan Vanya membuat perasannya sangat hancur. Sebagai Abang , dia tahu adik perempuan yang selalu dia jaga walaupun bukan adik kandungnya telah di lecehkan oleh seseorang . David telah memburu pelaku yang telah melecehkan Vanya sementara Mars , Galaksi dan Jupiter membantu David untuk mencari pelaku pelecehan Vanya . David hari ini pergi ke sekolah Hight Aurora School internasional untuk mengambil raport adiknya karena hari ini adalah pembagian raport kenaikan kelas . Dia menjadi wali murid Vanya untuk mengambil raport nya karena Vanya tidak memiliki keluarga selain dirinya.
Diam diam , bumi juga bergerak di belakang layar membantu mereka mencari pelaku pelecehan Vanya . Semenjak Vanya di lecehkan , pelaku seolah hilang jejak bahkan saat kembali ke lokasi kejadian Vanya di temukan , Tidak ada bukti hingga membuat David merasa frustasi . Tapi dia tak pantang menyerah , dia terus mencari pelaku pelecehan dan Pembunuh Edgar secara bersamaan . David tak tahu entah apa yang di lakukan kakak beradik itu hingga membuat seseorang sangat membenci dia .
" Hikss Gue mau pulang ." Lirih Vanya mencengkram selimut Branker . Gadis itu frustasi mengingat semua kejadian itu . Kejadian yang membuatnya trauma seumur hidup . Andai saja dia hilang ingatan mungkin dia akan membeli obat itu untuk dirinya .
Melihat pisau di atas meja entah kemana pikiran Vanya karena ingin pulang ke dunia asalnya . Dia merasa menderita hidup di dunia ini. Dia ingin kembali ke dunia asalnya walaupun dia menyangkal bahwa ini adalah dunia aslinya . Dia ingin kembali ke dunia asalnya di mana orang tua yang menyayanginya dan Killa yang selalu menjadi sahabatnya .
Dia mengambil pisau lalu ingin mengarahkan ke tangan sebelum Bumi mengambil paksa pisau Vanya dan membuangnya ke sembarangan Arah .
" VANYA! BERHENTI!!!" Bumi memeluk Vanya yang menangis di pelukannya . Pria itu mengusap rambut berantakan . Dia tak tega melihat raut wajah pucat Vanya yang gemetar ketakutan .
" Pergi Lo hiks pergi!" Vanya memukul dada Bumi . Melihat wajah Bumi membuatnya teringat tentang kejadian itu .
" Ini gue bumi ." Bisik Bumi di telinga Vanya . Mendengar nama Bumi entah kenapa hatinya merasa tenang .
Vanya mengusap wajah Bumi . Melihat tatapan itu kenapa membuatnya merasa aman saya bersamanya .
" Mereka hikss mereka . " Mental Vanya terganggu akibat ketiga preman yang memperkosanya . Jelas Vanya butuh Psikiater untuk menyembuhkan nya dari trauma yang di alaminya.
Bumi memeluk Vanya erat . Dia tak tega melihat raut wajah pucat itu terlihat terluka karena kejadian naas itu.
" Gue ada di sini . Lo tenang ya " Vanya hanya mengangguk . Gadis itu berbaring , dengan Bumi yang mengusap kepala Vanya yang kembali tertidur akibat efek obat yang dia minum beberapa menit yang lalu .
" Vanya , gue mohon kembali sikap yang dulu . Jangan seperti ini ."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ending Transmigrasion ? [ End ]
FantasySevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180% si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
![Ending Transmigrasion ? [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/377526195-64-k966255.jpg)