Di sebuah ruangan OSIS yang hanya di terangi sedikit dari cahaya matahari masuk ke dalam , Vanya memejamkan mata , menghela nafas kasar . Setelah itu dia berjalan menuju Selina yang sedang mengerjakan tugas sekretaris OSIS setelah melatih anak kelas X IPA dan IPS .
" Selina , apa ruang aula dan dekorasi sudah selesai ?. " Tanya Vanya memalingkan wajahnya . Dia merasa gengsi minta maaf duluan pada Selina sekalipun itu pada keluarga nya sendiri . Tapi di sini dia harus menurunkan egonya untuk berbicara pada Selina.
Selina menatap sekilas setelah itu tangannya sibuk mencatat hal hal yang penting .
" Udah ketua , saya sudah memeriksa . Semua seksi Dekorasi sudah selesai menghias ruangan aula untuk acara besok ." Logas Selina . Setelah itu tangannya sibuk mengetik hal hal penting untuk acara besok .
Vanya menghela nafas dan tersenyum pada Selina ." Selina , gue minta maaf sama Lo . gue tahu gue salah , karena itu memang salah gue . Gue yang bunuh Bella . " Tangan Selina yang tadi mengetik terhenti . ekspresinya berubah mendengar pernyataan Vanya .
Vanya menggerutu dalam hati . Demi keamanan dirinya di sini . Dia rela menurunkan harga dirinya .
" Jangan bahas Bella sekarang Vanya?! Sekarang Lo keluar dari sini . Tugas Lo juga sudah selesai!" Selina menunjuk pintu ruang OSIS
Gadis itu menghela nafas , Vanya keluar dari ruangan sambil membawa leptop kesayangan nya . Mungkin belum waktunya Pikirnya .
Tanpa di sadari Vanya , Selina menatap sendu ke arah punggung Vanya mulai menjauh .
Tangan dia gemetar ketakutan , Selina yang sudah tahu dia akan mengalami panik attack mengambil obat dari tasnya . Setelah itu meneguk obat nya . Selina memejamkan mata saat keringat semakin deras muncul .
Setelah Vanya pergi , seseorang membuka pintu ruangan OSIS . Dia tersenyum melihat keadaan Selina tak berdaya . Matanya juga melihat sebuah pil berwarna putih di dalam botol kecil yang di pegang Selina .
" Bagus kamu menjauh dari dia Selina . Ini yang saya inginkan dari kamu . Jika saya melihat kamu berteman dengan dia lagi. Maka terima hukuman yang lebih kejam Selina Kyle William."
Selina mengangguk kaku saat tangan besar itu mengusap rambutnya . Setelah itu orang itu mencium bibir Selina yang membuatnya selalu kepikiran setiap hari
Cup
Orang itu melepas ciumannya melihat ekspresi Selina memerah . Wajah cantik dengan hidung mancung , alis tebal menukik , rambut hitam panjang dengan bola mata warna biru membuat Orang itu sangat tergila gila pada Selina sejak pertama kali dia bertemu dengan gadis itu .
" Kamu milik saya Selina , tidak ada yang boleh berteman dengan kamu selain saya ." Tegas Orang itu mencium tangan Selena setelah itu dia mencium dahi dan mengecup singkat bibir Selina.
" Saya pergi dulu cantik." Setalah mengatakan itu ,orang itu pergi meninggalkan Selina termenung sendiri.
" Maafin gue Vanya . Gue harus patuhi perintah dia . jika tidak Keluarga gue akan terancam." Gumam Selina berdiri. Dia mengambil tasnya dan pergi dari ruangan OSIS menuju kendaraan mobilnya yang berada di parkiran.
Tangan dia masih gemetar sejak orang itu selalu tahu tentang kehidupannya . Bahkan jika semua orang bertanya kenapa dia memusuhi Vanya , itu karena dia diancam oleh orang misterius .
Andai saja dia tidak melakukan kesalahan dan orang itu akan membocorkan bukti ke publik yang membuat nama besar keluarga William malu , tidak mungkin dia akan menjadi kekasih orang itu .
.*.
" BAGIMANA BISA!" Amuk David menatap tajam ke arah polisi yang hanya santai melihat dirinya .
" Bapak , laporan anda masih di proses, sekarang kami banyak menangani kasus jadi anda bisa diam!" Jengah Polisi itu mendengar teriakan David .
" Bagaimana saya bisa tenang jika anda bekerja tidak becus begini , saya membuat laporan dari dua hari yang lalu dan bapak belum memproses tengang kematian Putra Van Alexandra." Timpal David tak terima laporannya lama . Dia mengira mungkin polisi itu lagi sibuk , ternyata saat dia merasa aneh David menuju kantor polisi dan lihatlah sekarang . Laporannya masih tidak di terima hingga membuat David mengamuk di kantor polisi.
Polisi itu hanya menatap santai walaupun sebenarnya hatinya ketakutan melihat kemarahan sekretaris perusahaan Van Alexandra yang sangat berjaya di bidang teknologi.
David menghela nafas kasar . Terpaksa dia harus menggunakan kekuasaan keluarga Van Alexandra jika kasus kematian Edgar cepat terungkap .
" Jika kalian tidak mengungkap kasus ini . Siap siap saja keluarga Van Alexandra akan menuntut pihak polisi atas kinerja mereka," ancam David . Setelah itu dia pergi meninggalkan kedua polisi yang gemetar mendengar ancaman dari David .
" Apa kita selidiki tentang kematian Putra pewaris itu?" Tanya Kapolda Brigadir jenderal polisi yang memiliki jabatan tertinggi di kepolisian dengan memiliki bintang satu itu duduk di meja bersama temannya yang memiliki jabatan komisaris jenderal kepolisian tertinggi .
" Tidak , gue tidak bisa . " Geleng komisaris jenderal polisi beranjak dari duduknya pergi meninggalkan Brigadir yang frustasi.
" Andai saja kita engga terima uang itu . Mungkin kasus ini sudah terungkap ." Frustasi orang yang memiliki pangkat Brigadir di kepolisian itu cemas .
Cemas karena rahasia nya akan terbongkar . Kenapa dia tidak mengungkap kasus anak besar Van Alexandra, pewaris perusahan di bidang teknologi yang sangat besar di Indonesia di rahasiakan karena banyak mengungkap rahasia yang seharusnya sudah menjadi rahasia.
Di sisi lain David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan almarhum tuannya . Semenjak tuannya meninggal , dia yang sekarang di tunjuk untuk memegang sebuah perusahaan besar milik tuannya. Dan Vanya yang seharusnya menjadi pewaris karena gadis itu adalah anak kandung Van Alexandra, di larang oleh kedua orang tuanya yang sudah meninggal . Menurut mereka Perempuan tidak cocok memimpin sebuah perusahaan besar milik mereka . Hingga Hanya David yang dekat dengan keluarga Van Alexandra. Dan dia juga di tunjuk menjadi CEO sementara perusahaan Van Alexandra yang di Unjung tanduk kebangkrutan karena mengalami gagal Proyek .
" Keluarga Van Alexandra selain memiliki usaha juga mereka memiliki jabatan hukum ." Tak lama Senyum David menyeringai . Dia merasa menjadi manusia bodoh seperti ini . Dia tahu keluarga Van Alexandra selain memiliki usaha lain , mereka adalah pengacara sukses yang selalu mengungkap kasus besar bandar narkoba yang kabur dulu hingga membuat negara rugi . Bahkan kasusnya sudah terungkap berkat almarhum orang tua Van Alexandra yang mengungkap kasus itu .
" Mungkin gue bisa lapor sama kapolri langsung nanti dan gunain kekuasaan Van Alexandra. " Gumam David telah sampai di depan perusahaan milik tuannya . Perusahaan yang sebentar lagi akan bangkrut karena gagal Proyek hingga rugi miliaran rupiah. David pergi menuju meja yang selalu dia duduki . Dan mulai mengerjakan berkas penting . Dia membuat Proyek baru agar ada klien klien yang mau bekerja sama dengan mereka . Tidak ada yang tahu bahwa perusahaan Van Alexandra sebentar lagi akan bangkrut. Hanya dia dan Almarhum Edgar yang tahu tentang masalah ini . Dan karena dia bukan pewaris perusahan, David menekan nomor seseorang di ponsel lalu mengangkatnya .
" Vanya bisa kamu ke perusahaan sekarang!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ending Transmigrasion ? [ End ]
FantasíaSevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180% si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
![Ending Transmigrasion ? [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/377526195-64-k966255.jpg)