Ending Transmigrasion ( penjara )

5.7K 110 0
                                        

Vanya menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi . Mata hitam itu bergulir ke arah kaca spion ,  Tatapan Galaksi dengan  netra kecoklatan nya bagitu luar biasa  tajam  tanpa Melvin sadari , membuat gadis itu mengepalkan erat tangannya di setir mobil . Sementara Galaksi tersenyum miring melihat racun yang dia berikan telah bekerja .

" Apa apaan ini ." Emosi Melvin merasakan tubuhnya terasa panas . Galaksi hanya bersikap santai seolah olah dia akan tahu  akan terjadi sesuatu pada tubuh Melvin .

" Lo kira mudah nipu kita Melvin . Gue tahu Lo itu adalah komplotan orang orang itu bangsat!" Desis Galaksi merenggangkan tangannya melihat ekspresi wajah memerah Melvin .

Melvin tertawa berusaha mengalihkan pandangan pada Galaksi ." Lo ngomong apaan sih! Gue benaran engga tahu anjing !"  Bersikeras Melvin meyakinkan Vanya dan Galaksi bahwa dia berada di komplotan mereka .

Vanya tertawa pelan , dia menghentikan mobilnya di sebuah tempat sepi yang jarang di lalui oleh orang orang , seketika tatapan Vanya mengelap melihat Melvin lagi lagi berbohong .

" Jangan sampai pistol di samping Lo akan nembak Lo Melvin . Bilang sama gue siapa bos kalian itu ." Melvin seketika terdiam , matanya yang tadi berusaha mengalihkan pandangan nya berhenti . Dia menatap berani mata Vanya dan Galaksi yang mengintrogasi mereka .

Melvin terdiam merasakan pistol di samping kepalanya . Jika dia bergerak sedikit saja , mungkin pistol  itu akan menembak kepalanya .

" Gue engga akan beritahu Lo Sevanya . Sekalipun gue mati gue engga akan beritahu siapa bos gue ?!"

Vanya mengangguk , orang seperti Melvin akan susah di introgasi . Dia punya niat sendiri untuk membuat Melvin mengakui kejahatannnya itu .

" Terus apa yang Lo bilang ini Sudahlah , kita kembali saja. Lagian Flashdisk dan Kamera itu sudah di tangan tuan . Lo kira mudah nipu kita Melvin tolol ." Umpat Vanya tertawa dalam hati melihat kebodohan Melvin .

Tangan Melvin bergerak diam diam sambil mengambil pistol di kepalanya. Tapi sayang , Galaksi mengetahui pergerakan kecil itu . Pria itu mencengkram erat tangan Melvin . Seraya berteriak pada Vanya .

" Vanya ambil tali di jok mobil !!" Vanya mengangguk , dia mengambil tali menyodorkan tali panjang pada Galaksi yang berusaha menahan Melvin agar tidak kabur . Memang racun yang di berikan Galaksi ampuh bekerja tapi dia yakin , Melvin itu punya seribu cara untuk kabur.  Dan alasan inilah mereka selalu sedia tali untuk menyandra korban yang berusaha kabur dari jebakan mereka .

" Gue mau tanya sama Lo . Kenapa Lo engga beritahu gue alasan siapa tuan Lo Melvin ." Melvin tercekat . Dia terdiam tidak membuka mulut membuat Vanya kesal melihat tingkah laku Melvin .

" Beritahu gue atau keluarga Lo bakal celaka Melvin ." Alis Melvin mengerut mendengar nada ancaman dari Vanya .

Melvin tertawa mendengar ancaman konyol menurut nya ." Lo yang engga usah macam macam Vanya bangsat ." Sarkas Melvin tersenyum remeh melihat Vanya diam .

Vanya mengambil ponsel , menekan nomor seseorang . Tak lama terdengar suara imut dari ponsel itu  membuat darah Melvin naik mendidih . 

" Abang , tolong patuhi perintah kak Vanya . Adik sekarang lagi di markas kak Vanya seperti di Sandra . "

Melvin berusaha mengambil ponsel Vanya , tapi sayang gadis itu mengangkat tinggi ponsel membuat emosi Melvin nyaris meledak .

Ending Transmigrasion ? [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang