Ending Transmigrasion ( pembagian Raport )

6.4K 120 0
                                        

David telah sampai di Hight Aurora School internasional . Dia berjalan menyusuri Koridor menghiraukan perkataan orang orang yang menghujat tentang Vanya .

" Dia itu abangnya Vanya kan . Yang videonya 4 menit itu!"

" Iya , kok dia engga malu?"

" Dia juga sama seperti adiknya . Engga malu . "

" Cih, dasar munafik ya keluarga semuanya wkwkw . Anjing bangat gue lihat Vanya . "

" Namanya juga jalang . Kita tidak bisa melihat penampilan dari luar saja . Bisa saja dia suhu seperti Vanya ."

" Iya gue lihat Vanya itu tegas jadi ketua OSIS. Eh dianya malah engga tegas sama sekali ."

" Namanya juga munafik muka dua . "

" Jangan jangan dia juga sama seperti Vanya , suka sesama jenis ."

Telinga David panas mendengar hujatan Vanya membuat tangan pria itu terkepal erat . Dia membalikan badan lalu menatap tajam ke arah kedua siswa yang menghujat adiknya .

" jangan sampai saya menghajar kalian di sini ." Ketus David melirik tajam seraya tangan menunjuk ke arah dua murid menantang dia ..

Mendengar ucapan David . Kedua murid itu yang menyindir Vanya maju . Tatapan menantang kedua murid itu membuat David bertanya tanya , apakah ini hasil didikan kedua orang tua jaman sekarang . Tidak sopan menyindir orang yang lebih tua . Dan lebih anehnya lagi , murid jaman sekarang lebih mementingkan penampilan daripada Adab . Apakah ini hasil didikan orang tua nya . David benar benar bingung dengan anak jaman sekarang . Contohnya didikan orang tua di depan nya ini . Berani sekali menyindir lebih tua . David terkekeh dalam hati , lebih empuk di jadikan mesin oleh para pengusaha karena mereka juga berpikir untuk menerima anak yang tidak tahu sopan santun dan Adab . Mungkin David tahu anak anak sekarang malah lebih pintar tapi mereka tidak tahu cara mengelola kepintaran mereka bagaimana , sedangkan jaman dulu gen Milenial walaupun dia juga tidak pintar setidaknya dengan kepintaran dia karena berhasil mengelola logika dan nafsu , dia berhasil menjadi sekretaris perusahaan Van Alexandra.

" Saya tidak takut dengan anda pak tua! Saya malah kasihan pada anda . anda yang memiliki adik kotor dan jalang seperti Vanya . " Balas Vero , murid yang akan menjadi kelas XI IPA yang merasa membenci aturan di Hight Aurora School internasional karena Vanya dan karena Video Vanya tersebar membuat dia tersenyum puas . Akhirnya para pembenci Vanya senang karena penderitaan Vanya adalah impian mereka .

" Kalian ini masih muda , jaga mulut kalian . Karna kalian tidak tahu apa apa tentang video itu . Bangsat ." David yang emosi akhirnya memukul Vero membuat teman di samping Vero berteriak .

" Vero , woy tolongin Vero ." Histeris Jevano, melihat orang orang di samping. Dan David yang semakin murka memukul Vero .

Bugh!

Bugh!

Guru guru dan orang yang menyaksikan melerai kedua orang yang berkelahi . Varo tersenyum miring mengusap kasar darah yang ada di hidungnya sementara David memejamkan matanya berusaha menahan emosi agar tidak menghajar anak murid di depan nya ini .

" David bisa berhenti . Kamu itu lebih tua daripada dia . " Lerai Bu Keyla merasa marah pada David yang memejamkan matanya.

David membuka matanya . Pria itu menatap tak percaya ke arah Bu Keyla yang membela Vero yang jelas jelas menghina adiknya .

" Bu saya mohon Bu ajari didikan mulut pada anak murid ibu . Jangan sampai saya mematahkan tangan dia karena berani menghina Vanya ." Ucap David pergi meninggalkan Bu Keyla menghela nafas . Semua guru hight Aurora School internasional tahu tentang video Vanya yang trending di Twitter karena itu dia juga tidak tahu harus melakukan apa pada hukuman Vanya . Dia merasa tak percaya video itu adalah Vanya . Bisa saja wajah Vanya di edit serupa mungkin tapi dia juga harus adil sebagai guru karena Vanya telah mempermalukan Hight Aurora School internasional.

Ending Transmigrasion ? [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang