Sevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180%
si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
Di sebuah ruangan rahasia . Seseorang tersenyum senang mendengar kabar Bella telah tiada walaupun target dia adalah Vanya tapi dia senang mendengar salah satu circle Vanya meninggal dunia .
Dia tertawa girang sambil bernyanyi seraya menari mengalunkan lagu anak anak . Dia menggoyangkan tubuhnya menikmati lagu yang dia nyanyikan sambil mendengar instrumen musik mengalun di telinganya
Balonku ada lima Rupa-rupa warnanya
Orang itu menatap foto yang dia tempel di dinding . Foto lima orang organisasi OSIS di tempel di dinding. Dia mengambil tinta merah lalu mencoret tanda itu dengan tangan bertepuk tangan melihat foto Bella telah dia coret .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalu tangannya mengambil foto seseorang . Mata biru itu melihat sendu bagaimana dulu foto itu adalah foto terakhir sebelum kejadian tragedi itu terjadi .
" Kalian tenang di sana , biar gue yang balas mereka semua ." Gumam orang itu mengepalkan tangannya erat
Dia meletakan tinta itu . kembali menari tapi kali ini dia menghayati lagu yang di nyanyikan di speaker musik.
Hijau, kuning, kelabu Merah muda dan biru Meletus balon hijau DOR! Hatiku sangat kacau Balonku tinggal empat Kupegang erat-erat
" Balonku tinggal empat , ku pegang erat erat . " Ucap orang itu tersenyum miring . Kata katanya penuh makna jika orang lain akan memahami kata itu pasti tahu makna di balik nya.
.*.
Seorang gadis membuka matanya pelan pelan , saat matanya terbuka , dia melihat sekeliling . Bau obat menyeruak di hidung gadis itu . Dia melihat ke samping di mana Selina yang menatap kosong ke depan . Selina sudah sadar beberapa jam yang lalu tapi dia mendengar kabar mengejutkan hingga membuat gadis itu terdiam .
" Air .." mendengar kata seruan pertama Vanya setalah habis tidur panjang , Edgar yang senantiasa berjaga tersenyum senang adiknya telah sadar lalu mengambil air untuk adiknya .
" Dek ini air nya. " Edgar tak bisa berkata betapa senangnya dia adiknya telah sadar . Sementara Xaviera tertidur di sofa tak terusik Vanya telah sadar .
Selina mendengar Vanya telah sadar menatap sahabatnya. Entah kenapa tatapan Selina berubah setelah dia sadar .
Anggota OSIS dan orang tua Selina dan Bella pulang ke rumah masing masing. Mereka juga sibuk berduka atas kepergian Bella yang akan di kubur hari ini . Orang tua Selina pulang karena mereka ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan hingga terpaksa mereka meninggalkan putri semata wayang mereka di sini .
" Ini ada apa kak . Dan di mana Bella ? " Tanya Vanya menatap sekeliling. Dia ingat sebelum detik detik pingsan , Selina dan Bella juga pingsan akibat keracunan makanan di kantin terakhir kali mereka makan.