Bel pulang sekolah berbunyi , selesai latihan semua para panitia yang akan tampil di acara MPLS , Vanya bertepuk tangan melihat hasil latihan para panitia Mpls .
" Bagus! Gue suka kalian kompak seperti ini ." Ujar Vanya senang melihat kekompakan anggotanya .
Selina tersenyum melihat hasil acara mereka . Mereka baru berlatih hari ini. Tapi hasil percobaan pertama memuaskan mereka semua . para kelas X IPS dan IPA adalah pilihan dia untuk menjadi panitia Mpls . Selina ingin melatih mental anak anak kelas X IPS untuk terjun ke dunia organisasi seperti ini . Hitung hitung menjadi panitia dulu. Dia ingin anak anak kelas X IPS dan IPA di latih mental mereka mulai saat ini juga sebelum mereka para OSIS dari periode 2023/2024 pamit dari masa jabatan mereka .
" Gue suka kekompakan kalian . Tetap seperti ini . Ingat kita OSIS. Jangan mempermalukan nama OSIS di depan anak baru nantinya . " Peringat Selina tajam pada Anggota panitia yang dia pilih .
Regina Andriane, salah satu panitia tersenyum mendengar pujian dari anggota OSIS . Apalagi Vanya dan Selina . Ketua OSIS dan sekretaris OSIS. Selama kelas sepuluh sampai sekarang , Selina , Vanya dan Bella selalu di puji puji kelas X IPA dan IPS karena kepemimpinan mereka tidak main main dalam menjalankan organisasi OSIS. Hingga di kenal banyak orang karena mereka berhasil memperkenalkan Hight Aurora School internasional sampai mendapatkan Akreditasi A di pemerintahan.
Mata Selina tak sengaja melihat wajah lelah Vanya .gadis itu memalingkan wajahnya lalu berjalan menjauhi area Vanya .
" Kak Vanya , Lo ada masalah sama Selina?" Tanya Regina , merasa pertemanan Selina dan Vanya mulai menjauh.
Vanya tak menjawab pertanyaan adik kelas ,dia pergi dari Aula meninggalkan Regina yang menatap kesal sikap Vanya .
" Kak Vanya sombong bangat ." Gumam Regina menghela nafas . Dia juga pergi dari Aula bagitu juga panitia lainnya .
Vanya mengambil tas nya . Langkah kaki nya berlari menuju parkiran . Gadis itu mendapat kabar bahwa orang yang sangat dia sayangi sekarang ada masalah hingga di haruskan Vanya harus pergi ke Mension nya.
Vanya memasuki mobil. Dia mengendarai mobilnya sambil menatap rambu lalu lintas yang dipasang oleh para polisi . Gadis itu tak sengaja mengumpat melihat mobil seseorang mengikuti dia dari belakang .
"Sialan!" Umpat Vanya melirik tajam ke arah kaca spion. Dimana ketiga mobil sedan berwarna putih mengikuti dia dari belakang.
Vanya menekan gas pedal lalu melajukan mobilnya hingga ketiga mobil yang mengikuti Vanya sontak menginjak gas mereka dan mengejar mobil Vanya yang terlalu jauh menurut mereka .
Vanya semakin melajukan gasnya . Gadis itu membuka kaca Mobil lalu mengambil pistol yang selalu dia bawa jika keadaan darurat ini . Gadis itu membidik ke arah mobil putih yang mengikutinya . Vanya menekan pistol di tangannya dengan mata memicing sebelah dan Tapp!!!
Dor!
Dor!
Dor!
Melihat sebuah jurang di depan , gadis itu membuka pintu mobil keluar hingga badannya terguling ke jalan trotoar.
Melihat Vanya telah keluar , para musuh yang mengejar Mobil Vanya yang tak bisa menghentikan Rem mereka terbelalak di depan mereka Jurang . Saat ingin menghentikan mobil mereka . Mobil kedua orang itu terjatuh di dalam jurang hingga....
BYARR!!
BYARRR!
Mobil ketiga yang tak sempat masuk jurang melihat teman temannya tewas di tempat tersebut emosi . Kedua oria berbadan besar penuh tato di badanya keluar dari mobil. Sementara Vanya memberisihkan badannya penuh debu dari jalan tersenyum melihat kedua pria keluar dari sangkarnya .
KAMU SEDANG MEMBACA
Ending Transmigrasion ? [ End ]
FantasySevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180% si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
![Ending Transmigrasion ? [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/377526195-64-k966255.jpg)