Vanya menatap dirinya di cermin, sebuah senyum puas terukir di wajahnya. Sebotol parfum Dior disemprotkan ke tubuhnya, memberikan aroma yang menyegarkan. Dengan ransel kecil di bahu, ia melangkah keluar kamar. Matanya menangkap jam dinding, dan ia pun bergegas menuruni tangga.
"Vanya, ini bekal untukmu..."
Langkahnya terhenti oleh suara kakaknya. Vanya berteriak dari luar rumah dengan suara yang menggelegar, membuat telinga sang kakak berdenging.
"Nanti, Bang! Vanya harus sekolah dulu!" teriaknya sambil memasuki mobil dan melajukannya dengan tenang. Jendela mobil dibuka, membiarkan angin pagi menerpa wajahnya, menambah semangat harinya.
Dalam mimpinya, Vanya bertemu dengan almarhum orang tuanya dan seorang wanita tua yang mengungkapkan bahwa ia dikirim ke dunia novel ini dengan sebuah misi yang belum terpecahkan. Misteri penyebab kematian orang tua Vanya di dunia novel juga masih menjadi tanda tanya besar.
Mimpi itu juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa orang tua Vanya bukanlah orang tua kandungnya. Mereka adalah orang tua angkat yang menculiknya dari keluarga Van Alexandra. Nama Vanya di dunia ini pun sama, Sevanya Aldora Van Alexandra, dan ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Edgar Emilliano Van Alexandra.
Mimpi tentang kehidupan aslinya membuat Vanya emosi. Ia melihat bagaimana Edgar, yang telah merawatnya sejak kecil dan menjadi satu-satunya tempat ia berlindung, meninggalkannya sendirian di tengah hujan deras demi seorang wanita lain. Itulah yang membuatnya kabur dari rumah selama berminggu-minggu.
Vanya muak dengan kehidupan dramatis orang yang menyamar menjadi dirinya di dunia ini, yang selalu bergantung pada laki-laki. Sejak kedatangannya di dunia ini, wanita tua itu telah memberitahunya bahwa orang yang menjadi dirinya telah menghilang. Untungnya, karakter Vanya yang asli mirip dengan dirinya, sehingga ia tidak perlu bersusah payah mengubah sikapnya.
Mobil Bugatti La Voiture Noire yang dikendarai Vanya memasuki kawasan sekolah elit yang dipenuhi anak-anak jenius. Vanya keluar dari mobil dan berjalan memasuki koridor sekolah. Orang-orang yang melihatnya merasa segan, terutama ketika melihat jam tangan mewahnya. Tas ransel di bahu, matanya yang teduh namun tajam mengamati sekeliling, ia berjalan tergesa-gesa.
Ia memasuki ruang OSIS dan melemparkan tasnya ke sofa. Duduk di sofa, ia melipat tangannya di dada dan memejamkan mata, berusaha menghilangkan kantuk yang akan segera datang.
"Vanya, I'm comeback!"
"Akhirnya ketua yang hilang selama berminggu-minggu datang juga."
"Vanya-ku!"
Mendengar suara berisik dan pintu yang ditendang, Vanya membuka matanya dan melihat empat orang temannya, tiga perempuan dan satu laki-laki, yang menatapnya dengan gembira.
"Vanya sayang..." Gadis berambut hitam dengan wajah bulat dan kacamata yang bertengger di hidungnya memeluk Vanya erat, diikuti oleh teman-temannya yang lain. Mereka semua merindukannya.
"Kalian tahu dari mana gue di sini?" tanya Vanya, tidak membalas ucapan mereka. Ia penasaran bagaimana mereka tahu ia ada di ruang OSIS.
"Dari Twitter sekolah kita, Vanya. Lo lupa kalau Lo itu ketua OSIS berpengaruh selama dua periode ini? Bahkan mereka sangat sedih mendengar Lo menghilang," jawab salah satu temannya.
Vanya mengambil ponsel temannya dan melihat berita tentang dirinya. Ia hanya terkekeh pelan. Ia jadi penasaran siapa admin akun fanbase sekolah ini. Berita tentang sekolah selalu tentang dirinya, bahkan saat ia menghilang, akun ini sangat sedih.
"Memangnya siapa admin sekolah kita ini?" tanya Vanya.
Alga, teman sekelas Vanya, menatapnya heran. "Baru kali ini Lo menanyakan tentang admin akun fanbase ini. Dulu, jangankan membahas ini, tentang yang lain saja kamu selalu diam."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ending Transmigrasion ? [ End ]
FantasíaSevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180% si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
![Ending Transmigrasion ? [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/377526195-64-k966255.jpg)