Sevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180%
si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
Vanya bersandar di tembok supermarket dengan mata menatap kosong ke depan. Sementara orang-orang menatapnya aneh karena dia seperti gelandangan dengan pakaian tidur putih setelan acak-acakan dan masker yang masih menempel di wajahnya. Sevanya Aldora Van Alexandra, gadis cantik dengan mata hitam legam itu, wajah cantiknya yang judes mengacak-acak rambutnya frustrasi melihat sekeliling. Vanya masih mencerna di mana sekarang dia berada. Gadis itu mengambil buku baca lalu melihat-lihat halaman. Seketika gadis itu berdecak melihat semua halaman kosong.
Vanya mengerjabkan matanya, sekali lagi melihat halaman buku yang dia bawa, tetap saja buku itu berisi halaman kosong. Padahal dia ingat buku itu banyak berisi adegan-adegan yang membuatnya merasa jijik melihatnya.
Hanya singkat saja, Vanya tidak ingin mengingat alur cerita yang sekarang dia masuki ini.
Ayana Zeylina, gadis cantik pindahan dari Eropa itu pindah sekolah dan terjadilah cinta-cintaan dengan kapten basket, Arkana Leonardo Rodriguez. Pria dengan sorot mata tajam, visual menawan yang diberikan pencipta benar-benar membuat kaum hawa tergila-gila pada kapten basket itu. Rupa yang dianugerahi menawan oleh sang pencipta dengan badan kekar dan pemilik perusahaan ternama di negaranya membuat laki-laki itu dijuluki "The Rich" di sekolah. Orang paling berpengaruh hingga membuat pria itu selalu ditakuti di sekolah maupun di luar sekolah. Sederhana saja ceritanya, mereka bertemu lalu terjadilah cinta-cintaan ala remaja dan ada juga antagonis yang merusak hubungan mereka, tapi yang namanya protagonis selalu menang dan yang paling aneh adalah kenapa novel yang dia temui belum ada endingnya. Bisa dibilang alurnya sangat menggantung. Padahal dia sangat menyukai karakter antagonis yang sangat membenci protagonis pria karena pria itu ternyata plin-plan dalam memilih cintanya. Tapi buku novel yang dia baca tidak ada ending sama sekali.
Vanya melihat sekeliling merasa malu dilihat orang-orang, Vanya berjalan menuju entah ke mana, yang pasti dia tidak ingin menemui orang-orang yang melihatnya seperti gelandangan.
Gadis itu melihat air di pancuran, mengambil air lalu mencuci wajahnya yang masih tersisa masker di wajahnya. Saat tangan putihnya ingin mengambil air untuk ketiga kalinya, Vanya dikejutkan oleh tangan yang memegang tangannya. Melihat tangan itu, Vanya memegang lalu memukul samping serangan yang menggunakan lengan dengan tangan mengepal dan lintasannya ke arah samping badan hingga membuat badan pria yang memegang tangannya tadi terkunci.
"Maaf. Gue enggak bermaksud macam-macam sama Lo," Vanya menatap tajam ke arah pria itu.
" Gue bingung sama Lo , kenapa Lo di sini, Vanya. Kakak lo nyariin , anjing," umpat pria itu menatap sinis ke arah Vanya.
Alis Vanya mengernyit bingung mendengar ucapan pria itu. "Dari mana lo tahu nama gue?" desis Vanya.
Pria itu terkekeh pelan. "Nama Lo juga terkenal kali, Vanya. Lo kan sahabat gue yang pentolan sekolah HIGH AURORA SCHOOL ini," sombong pria itu memegang leher Vanya gemas.
"Bangsat Lo , lepasin gue," berontak Vanya.
"Lo harus pulang, Vanya. Masa anak orang kaya jadi gelandangan begini. Malu Lo kelihatan wartawan, untung saja orang-orang enggak kenal Lo. Jika kenal, habis Lo nanti diliput di sosial media," ujar pria itu membawa lengan Vanya tanpa izin dari gadis itu.
"Lepasin gue, tolol," sumpah Vanya menatap penuh musuh ke arah pria itu.
"Enggak akan gue lepasin Lo , Vanya. Seminggu Lo kabur dari rumah nyusahin orang tahu enggak. Lihat di sekolah kakak Lo ngamuk saat tahu Lo hilang. Dan seenaknya ngusir gue," usil pria itu membawa tubuh Vanya ke dalam mobil.
Gadis itu pasrah saat tubuhnya ditarik paksa oleh pria yang dia tak kenal sama sekali. Padahal dia baru saja transmigrasi beberapa jam bersama tubuhnya dan dia malah ditarik oleh pria yang tak dikenal.
" Gue enggak tahu Lo siapa," sahut Vanya membuat pria yang tadi misuh-misuh tak jelas terhenti
" Lo enggak kenal sama gue, Vanya. Gue ini sahabat Lo . Xavier Rendazvous. Sahabat Lo !" seru Xavier menatap khawatir ke arah Vanya.
Vanya terdiam mendengar nama Xavier, dia ingat, Xavier adalah nama figuran yang nasibnya tragis karena menyelamatkan protagonis dari tabrakan truk. Baru saja dia muncul sudah tewas saja Xavier.
Vanya melihat ke arah wajah Xavier. Wajah rupawan dari sang pencipta langit dan bumi ini dibuat tewas oleh author. "Lo terpesona sama gue ya? Dari tadi lihatin gue mulu!" Vanya mengubah raut wajahnya melihat ke arah Xavier dengan tingkat percaya dirinya.
"Jalanin sekarang saja. Kata Lo Abang kangen gue ," ujar Vanya membuat Xavier mengangguk. Gadis itu lalu membuka jendela mobil, terlihatlah gedung pencakar langit dengan berbagai orang lalu lalang saat Xavier melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Tidak terasa sesampainya di mansion mewah, Vanya keluar dari mobil meninggalkan Xavier yang menggerutu ditinggal oleh sahabatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pintu utama mansion dibuka lebar, terlihat pria usia matang dengan jas biru dongker lapisan kaos biru, celana Secret Circus menatap tajam ke arah Vanya.
"Vanya, akhirnya Lo ketemu," saat ingin memeluk adiknya, Vanya mengangkat tangannya sontak tubuhnya refleks terhenti melihat ke arah adiknya.
" Bang, bisa antar gue ke kamar enggak?" Pria itu menatap lesu hanya mengangguk mengantar adiknya ke kamar .
Melihat kamar Vanya pintu hitam dengan tulisan nama lengkap Vanya, gadis itu membuka pintu kamar, menguncinya meninggalkan pria yang telah menjadi kakak Vanya sedih menatap pintu kamar adiknya.
Vanya mengelilingi kamar bernuansa gelap. Padahal dia ingat di dalam novel itu tidak tertulis nama Vanya Aldora Van Alexandra, yang dia ingat hanya sebagian orang-orang sering muncul seperti tokoh utama, antagonis, dan figuran, tapi nama Vanya tidak tertulis sedikit pun di dalam novel. Apa dia yang kurang teliti membaca nama-nama karakter novel.
Gadis itu menatap sedih menerawang ke atas kamar Vanya. Sama seperti kamar dunianya, tapi ini versi Vanya sedangkan dia entahlah.
Padahal dia bersama tubuhnya sendiri transmigrasi dan tiba-tiba dia diakui oleh anak entah siapa ini. Entahlah Vanya merasa otaknya akan meledak memikirkan ini. Kejadian aneh saja membuatnya hampir gila, belum juga sejam di dunia aneh ini dia bertemu dengan tokoh figuran yang mati. Dia saja merasa pusing memikirkan keanehan yang lagi dialaminya ini.
"Mungkin kalau gue tidur, gue bakal kembali ke dunia asli ," positif Vanya berbaring di king size. Tak lama mata indah berwarna hitam itu tertidur dengan sendirinya.