Ending Transmigrasion ( mengaku )

6.1K 108 3
                                        

mobil Rolls Royce La Rose Noire Droptai berhenti di sebuah kawasan  rumah kayu seperti gudang . Vanya tak percaya , seorang Adi , ketua pimpinan bela diri Hight Aurora School internasional memiliki rumah seperti ini . Galaksi juga tak percaya di depan matanya ini adalah rumah milik Adi tapi dia yakin , Adi memiliki alasan khusus kenapa rumahnya seperti ini .

Mereka berdua keluar dari mobil , saat langkah Vanya berjalan mendahului Galaksi  , tiba tiba pria itu berhenti di tengah jalan mendengar suara ponsel berbunyi . Dia mengambil ponsel , melirik sebentar nama kontak siapa yang menelpon nya .

" Lo duluan Vanya . Gue angkat telpon dulu." Galaksi menjauh meninggalkan Vanya sendiri . Gadis itu hanya menatap datar Galaksi lalu langkah kakinya kembali berjalan menuju rumah milik Adi. 

Dia berjalan menghadap pintu rumah milik Adi , mengetuk sebentar rumah itu.  Tak lama terdengar suara dari dalam .

Tok

Tok

Tokk

" Sebentar!"

Mendengar langkah kaki berjalan , Vanya mundur sedikit . Saat pintu itu terbuka , mata orang itu bergetar melihat Vanya .

" Mau apa kamu ke sini ." Ketus orang itu menatap tajam Vanya yang bingung melihat ekspresi Vanya .

" Maaf Bu , saya di perintahkan Adi  untuk menuju alamat rumah ini . Apa benar ini alamat rumah Adi  ?" Tanya Vanya tersenyum tipis melihat wajah dingin milik wanita paruh baya di depannya .

Wanita paruh baya di depannya hanya menatapnya sinis seperti menganggap Vanya musuh " bukan , pergi kamu dari sini . Disini tidak ada alamat rumah Yang kamu ucapkan  ." Sanggah wanita itu ingin menutup pintu tapi terhalang oleh kaki Vanya .

" Bu , bisa minta waktu sebentar. Saya mohon ." Ujar Vanya dengan wajah memohon pada wanita itu .

Wanita itu tak menghiraukan Vanya , dia masuk ke dalam rumah. Menutup pintu kencang meninggalkan Vanya yang menghela nafas gusar .

Brak!

" Sialan wanita itu ." Umpat Vanya melihat kesana Kamari .  dia menjauhi pekarangan rumah milik Adi . Mungkin besok dia akan kesini lagi untuk mencari tahu apa maksud dari alamat itu . Alamat rumah Adi yang penuh dengan misteri

Di dalam rumah gubuk milik Adi , wanita paruh baya menghela nafas lega melihat dari sela sela lubang , Vanya telah pergi . Dia mengambil ponsel , menekan nomor seseorang . Tak lama ponsel nya tersambung dengan dia .

" Apakah dia sudah pergi ?"

" Aman , beres . Wanita muda itu sudah pergi ."

" Sudah saya transfer sesuai perjanjian."

Wanita paruh baya itu menutup ponsel . Dia tersenyum senang melihat transfer dengan nominal besar masuk ke rekeningnya. Dia bersiul senang memakai pakaian mewah lalu pergi dari rumah goblok itu .

" Selamat tinggal rumah gubuk . Dan Welcome to the new home ." Girang wanita itu lalu dia meninggalkan rumah gubuk itu saat melihat suasana sepi di rumahnya . Dia yakin , Vanya dan Galaksi itu pintar . Tidak mungkin orang itu menyuruh dia untuk pergi ke alamat rumah milik Adi  jika ada suatu alasan yang di tinggalkan cowok sialan itu .

" Sudah mati tapi selalu menyusahkan gue ." Sindir wanita paruh baya itu di dalam hatinya . Dia yakin kali ini entah apa yang di buat oleh Adi . Untung saja cowok itu sudah meninggal jadi dia tidak perlu repot repot mengurus harta warisan itu .

.*.

Vanya masuk ke dalam mobil dengan suasana hati kesal . Dia bersedekap dada mengingat kejadian wanita paruh baya angkuh itu . Mungkin besok dia akan pergi ke rumah itu lagi melihat jam sudah pukul satu malam . Tapi Vanya baru sadar , kemana pergi nya Galaksi  setelah mengangkat ponselnya itu .

Ending Transmigrasion ? [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang