Ending Transmigrasion ( Flashback 1 )

5.7K 105 0
                                        

Dia Sevanya Aldora Van Alexandra, anak profesor di sebuah universitas terkenal di jakarta . Mamanya adalah profesor ternama di Jakarta saat ini dan papanya seorang pria dokter terkenal di sebuah pemilik rumah sakit milik keluarga berpengaruh di jakarta . Semenjak Vanya berumur 5 tahun , orang tuanya mendidik keras dia agar dia menjadi seperti mereka .

Vanya juga sering melihat penelitian orang tuanya , tentang lautan yang mereka ingin teliti tapi sayang penelitian mamanya berhenti di tengah jalan . Entah apa , Vanya tak tahu dan tiba tiba saja Mamanya bekerja sama dengan profesor Amerika Serikat, mereka ingin meneliti tentang mesin waktu . Memang banyak kegunaan mesin waktu menurut penelitian mamanya . Apakah benar bahwa mesin waktu bisa membawa kita ke masa lalu dan masa depan . Hanya mamanya Vanya dan Profesor itu yang tahu bagaimana proses penelitian mesin waktu ini .

Vanya berjalan menuju mamanya yang sedang membuat merakit mesin waktu menurut catatan yang dia teliti selama beberapa tahun ini . Wanita paruh baya itu menggunakan kacamata khusus dengan jas putih melekat di tubuhnya .

" Mama , apa ini yang mama bilang tentang mesin waktu itu ?"

Klara Evaliana Van Alexandra, nama mama Vanya . Wajah wanita anak satu itu semakin cantik meski umur wanita itu terus bertambah . Wanita itu tersenyum melihat anaknya yang penasaran dengan penelitian nya .

" Iya , ini tentang pengetahuan mama beberapa tahun terakhir ini . Tentang mesin waktu . Entah gagal atau tidak mesin waktu ini nantinya ." Jelas Klara meregangkan jarinya . Dia membuka masker wajah yang menutupinya . Dia hanya pasrah jika gagal untuk ketiga kalinya , mesin waktu yang di ciptakan dari sebuah teknologi Ai yang mereka buat . Bahkan teknologi ini agar semakin canggih untuk penelitian mesin waktu ini . mereka harus bekerja sama dengan Negara China , karena menurut catatan dunia , China memiliki teknologi terkuat dan tidak mudah di retes oleh negara musuh. Bahkan Negara China selalu mengeluarkan teknologi canggih mereka yang semakin sulit buat musuh untuk menerobos pertahanan lawan . hingga membuat Klara tertarik dan bekerja sama dengan beberapa petinggi China yang memang ahli dalam bidang teknologi.

Mesin itu masih setengah mereka buat , Vanya bisa melihat jelas bahwa mesin itu akan sebentar lagi jadi . 9 tahun mamanya meneliti mesin waktu , semoga kali ini Klara berhasil meneliti nya ..

Terdengar suara sepatu pantofel dari arah belakang , sontak Klara berpaling . Bibirnya tersenyum melihat rekan kerja samanya datang .

" Mari kita kerjakan sekarang Ny ."

Elviano De Zyvranza , pria paruh baya dan dengan sebutan Profesor tertinggi di Amerika dan orang yang sangat di hormati oleh para murid nya itu berjabat tangan dengan Klara . Walaupun ini sudah 6 tahun mereka bekerja sama . Tapi tetap saja El merasa segan Dengan wanita di depannya ini .

Mereka berdua berjalan tak menyadari Vanya berjalan di belakang mereka . Dan dia juga mendengarkan pembicaraan mamanya dan El tentang mesin waktu yang sebentar lagi akan jadi .

" Jadi bagaimana mesin waktu ini , mesin ini membutuhkan tumbal untuk uji mesin ini apakah cocok untuk di edarkan nantinya ." Jelas El melihat mesin waktu itu. Jika kita meneliti sesuatu kita harus mengorbankan apa pun agar penelitian ini bisa di apresiasi oleh masyarakat luas sana karena mesin waktu ini adalah ciptaan mereka . Mesin waktu , mereka berdua adalah orang pertama yang membuat mesin waktu . Semoga ciptaan mereka kali ini bisa menarik para pemerintah di negara Indonesia kali ini .

Vanya yang sebenarnya sangat ingin menjadi mananya keluar dari persembunyiannya , tersenyum Pepsodent ke arah mamanya .

" Mama , Vanya ingin menjadi orang pertama yang mau uji coba mesin waktu itu . " Kedua profesor itu melotot mendengar pernyataan Vanya.

" Tidak bisa , mama tidak ingin menumbalkan kamu Vanya . Kamu adalah anak mama satu satunya . " Larang keras Klara . Mana berani dia menumbalkan anaknya sendiri . Yang ada dia di geprek suaminya jika tahu anaknya akan dijadikan bahan uji coba .

Vanya memejamkan matanya berpikir keras agar bisa mencoba mesin waktu itu . Apapun caranya , dia harus menjadi orang pertama mencoba mesin waktu itu.

" Ayolah ma , please Vanya pengen mesin waktu itu!" Melihat wajah Vanya membuat El merasa tak tega . Dia melihat ke arah Klara yang tetap tidak mengijinkan anaknya menjadi tumbal ..

" Tidak , mama tidak setuju! Ini bahaya Vanya . Bisa saja kamu tidak akan bisa kembali! Taruhan mesin itu adalah Nyawa ?! " Frustasi Klara melihat wajah Vanya yang sebentar lagi akan menangis . Dia tahu cita cita Vanya ingin menjadi dirinya . Karena jika Klara berhasil dalam penelitian nya , dia selalu membawa pulang dan menunjukan nya pada Anaknya tentang ciptaannya .

Vanya menghela nafas lesu . Gadis itu dengan gontai berjalan keluar sebelum pernyataan satunya membuat langkah gadis itu terhenti dan tersenyum .

" Baik , kamu akan saya izinkan menggunakan mesin waktu ini . Tapi ingat Vanya resiko mesin ini adalah ingatan kamu akan di reset . Apa kamu sanggup kehilangan ingatan saat kamu tiba di dunia lain?" Tanya El tersenyum miring melihat Vanya yang tengah berpikir .

Klara menatap tajam ke arah El mengijinkan anaknya . Dia menggelengkan kepalanya . " Mama tidak setuju! Pokoknya kamu kembali ke kamar Vanya . " Mana berani klara menjadikan anaknya bahan uji coba . Dia sangat menyayangi anaknya sendiri daripada penelitian nya . Jika di pilih tentang mesin waktu dan Vanya , dia lebih memilih Vanya ketimbang teknologi ciptaan nya sendiri.

Vanya yang sudah kepalang ingin mencoba mesin waktu itu mengangguk setuju ." Saya setuju Om El . Yang penting saya adalah orang pertama yang mencoba mesin itu!"

El mengangguk ngangguk . Melihat semangat Vanya , dia juga merasa tak yakin kali ini apakah berhasil apa tidak . Karena mesin waktu ini adalah mesin ketiga kalinya mereka ciptakan . Semoga kali ini mesin waktu ketiga kalinya ini akan berhasil.

" Baik dalam beberapa hari ke depan datang ke sini untuk di jadikan bahan uji coba nantinya . " Vanya tersenyum cerah . Dia menjulurkan lidahnya pada Klara yang sebentar lagi tanduk dia akan keluar .

" Lo apa apaan jadiin anak gue bahan uji coba El !" Amuk Klara pada El yang tetap tenang .

El menghela nafas memijit pangkal hidungnya . " Gue Tahu, tapi kali ini gue yakin penelitian kita akan berhasil Klara . Vanya akan aman ." Ucap El memakai masker . Dia mengambil sebuah yang kecil , memperbaiki mesin waktu itu dengab perlahan. Pria itu memicingkan mata Dengan tangan sibuk bergerak memasang alat alat di mesin waktu itu.

Klara memejamkan mata , wanita itu keluar dari ruangan penelitian dengan tangan terkepal erat .

" Awas saja Lo El . Jika anak gue kenapa Napa . Lo yang bakal gue cari duluan ." Ancam Klara sebelum dirinya keluar dari ruangan itu meninggalkan El bersama para rekan kerja China yang mendengar pertengkaran kedua profesor terhebat itu .

" 先生,这次我们能成功吗?." Tanya orang itu dengan aksen bahasa China . Karena dia belum lancar bahasa Indonesia jadi setiap dia bekerja selalu menggunakan bahasa China

El tersenyum . Dia merasa yakin kali ini pasti akan berhasil . 9 tahun perjuangan mereka untuk membuat mesin ini dan tinggal beberapa hari lagi , mesin ini akan di uji coba dengan Vanya , orang pertama yang akan uji coba mesin penelitian mereka.

" 我相信这次一定能成功!" semangat El dengan nafas terburu buru. Dia yakin selama penantian mereka 9 tahun akan terbayar Dengan berhasilnya ciptaan mereka kali ini .





Ending Transmigrasion ? [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang