Sevanya Aldora Van Alexandra , gadis di kenal semua orang sombong , judes dan tak peduli dengan sekitar nyatanya jika berteman dengannya , pandangan tentang Vanya akan berubah 180%
si gadis yang memiliki kedua peran orang tua yang sangat menyayangi...
Malam semakin larut , pukul 02 dini hari , sebuah mobil sedan hitam memasuki wilayah Milik Van Alexandra. Edgar pulang dengan kantung mata terlihat jelas di area mata . Pria itu menguap berjalan ke arah sofa sambil membawa tas nya .
Edgar berbaring di sofa ruang tamu tanpa melepas seragam di baju pria itu . Matanya terpejam erat , tak menyadari seseorang telah mengikuti dia dari belakang .
Orang yang menggunakan topeng di balik bayangan berjalan menuju sofa . Di balik bayangan , wajah dia menyeringai ke arah Edgar yang tertidur di sofa.
Orang itu menatap lamat ke arah pintu kamar , Vanya . Tangannya sibuk memainkan pisau sambil setapak sepatu menggema di ruangan nya . Orang itu berjongkok ke arah Edgar dengan senyum mengerikan muncul di wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Goodbye Edgar. You will be happy with them." Ucap Pria itu mengangkat pisau tinggi . Lalu menusuk nya di perut
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mata Edgar terbuka terkejut merasakan tusukan seseorang , lalu matanya melirik ke arah orang bertopeng panda misterius yang tertawa sekaligus terkikik mendengar suara kesakitan Edgar
" Siapa Lo argh." Edgar semakin berteriak merasakan pisau itu seperti menguliti dia hidup hidup. Dia ingin berteriak tapi mulutnya terus di kunci oleh pria bertopeng itu .
Di balik topeng ,wajah pria itu tersenyum bahagia saat menghabisi nyawa Edgar . Pria itu tersenyum senang mendengar rintihan musuhnya .
" Lo itu cuma pion gue Edgar . " Lirih orang bertopeng itu sebelum kepalanya di penggal dengan kasar . Entah bagaimana juga , suara berisik Edgar tidak terdengar di seluruh Mension seolah olah Mension telah dia manipulasi keadaannya ." Kauu . " Edgar tahu suara itu , pria itu menatap Semar Semar ke arah pria bertopeng itu .
" Lo a.kan me.nye.sal." lirih Edgar sebelum matanya terpejam untuk pergi selama lamanya .
Orang bertopeng panda itu hanya tersenyum . Sebelum dia meninggalkan sebuah tanda . Dia pergi dari sana seraya bersenandung lagu kesukannya jaman dulu .
" Sebentar lagi ." Batin orang bertopeng panda memejamkan matanya menikmati dingin malam serta burung berkicau di malam hari .
Pagi harinya , Vanya bangun tidur karena merasakan sinar matahari memasuki jendela kamarnya. Dia menguap lalu pergi menuju ruang tamu karena perutnya sedang minta diisi.