Ending Transmigrasion ( kepala tanpa tubuh)

5.8K 114 0
                                        

Memasuki Wilayah Mension yang terlihat sepi karena semua penjaga telah kembali beristirahat, Vanya berjalan menuju lantai dua di mana letak kamarnya berada .

Dia membuka pintu kamar menuju tempat laci, mata hitamnya menelisik sekitar. Dia tahu kamarnya seperti ada perubahan . Barang barangnya terletak sembarangan arah , vas bunga di bawah dan yang paling membuat Vanya jengkel adalah di meja barangnya berantakan tak tersusun rapi dari awal .

" Bibi!" Mendengar teriakan Vanya , sontak pelayan berjalan tergesa gesa menuju Vanya yang menahan amarah agar tidak meledak .

" Ini kenapa kamar Vanya berantakan seperti ini?" Tanya Vanya merasa aneh melihat sekeliling . Wilona , pembantu di Mension Van Alexandra menggelengkan kepala .

" Saya tidak tahu Nona , sadari pagi kamar nona tidak ada yang berani memasuki kecuali pembantu baru yang di request oleh kepala pelayan ." Jawab Wilona menunduk melihat Vanya menghela nafas kasar.

" Panggil kepala pelayan sekarang Bibi ." Wilona berjalan menjauhi Vanya yang berusaha mencari sebuah foto penting itu .gadis itu mengusak rambutnya kasar .

" Ada apa Non?" Mendengar suara kepala pelayan di Mension Van Alexandra, Vanya menutup mata sebentar , membukanya dengan mata menyeringai ke arah Helena , kepala pelayan yang sudah memasuki usia tua .

" Bibi siapa sana yang berani memasuki kamar Vanya! Bibi tahukan kamar Vanya tempat privasi Vanya!? Seharusnya bibi tegur pembantu itu!"

Helena tak berani menatap Vanya memarahi Helena dengan emosi mengebu ngebu . Dia tahu gadis itu pasti ada kehilangan sesuatu melihat wajah gadis itu agak berbeda.

Vanya menghela nafas kasar ." Yaudah bi, kemana pembantu baru ituu . Bawa ke sini." Pasrah Vanya menekan jarinya yang agak kaku .

Helena mengangguk kaku , wanita paruh baya itu berjalan menjauhi Vanya yang memejamkan matanya lelah . Hari ini memang dia libur di taman kompleks bersama anggota Fire of hell tapi dia juga merasa aneh kenapa mereka semua mengajak dia . Mereka tahu bahwasanya dia hanya butuh istirahat untuk melupakan kejadian itu . Bukan mendapatkan fakta baru yang membuat kepalanya nyaris sakit kepala . Video empat menit yang sempat menjadi perbincangan hangat media sosial di takdwon pihak Twitter . Entah siapa memblokir video dia agar tidak luas menyebar . Tapi tetap saja video itu telah sampai di tangan netizen bahkan ada yang menyebarkan video Vanya tanpa izin . Walaupun video itu sudah di Takdwon oleh pihak Twitter.

Helena berjalan pelan menuju Vanya yang mengangkat alisnya . Vanya melihat ke sana kemari . Di mana pembantu hang di bilang oleh Wilona .

" Mana pembantunya bi." Desak Vanya tak mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Sebenarnya saya tidak tahu kemana dia . Saya hanga menyeleski .__."kata kata dia terpotong mendengar suara lembut Vanya.

" Bibi , udah berapa kali Vanya bilang . Jika mau pembantu baru . Seleksi dulu . Bukan seperti ini!?" Geram Vanya , dia sangat marah mendengar Helena malah mengizinkan penyusup masuk ke mensionnya .

" Sekarang kalian keluar , tunggu hukuman kalian di bawah!"

Helena dan Wilona keluar dari kamar Vanya dengan tangan gemetar ketakutan . Baru kali ini mereka melihat Vanya yang selalu baik dengan semua orang malah memarahi para pembantu karena hanya penyusup yang masuk ke mensionnya.

Vanya berbalik , gadis itu berjalan hingga tungkainya terhenti melihat sebuah gelang benang yang sangat dia kenali pemiliknya siapa , dia mencondongkan badannya mengambil gelang benang itu dengan bibir menyeringai.

" Ada apa maksud bang David masuk ke kamar gue?" Tanya Vanya bertanya tanya pada dirinya sendiri .

Dia menggenggam erat gelang itu lalu menutup pintu kamar dan menguncinya . Dia membuka seluruh pakaiannya tanpa sehelai benang pun lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tanpa gadis itu sadari , di kamarnya terdapat kamera tersembunyi yang di sembunyikan oleh orang itu .

Lidah orang itu bergerak di dalam mulutnya melihat tubuh mulus Vanya . Dia tersenyum miring menghisap tembakau nya sambil menatap seluruh ruangan yang di penuhi ratusan Foto Vanya . Mata pria itu mendongak , membayangkan Vanya berada di bawahnya mendesah namanya membuat nya terangsang hanya membayangkan Vanya .

Dia tahu gosip yang beredar di luar sana tentang Video Vanya membuat orang itu tak menyukai Vanya lagi . Justru dia semakin penasaran bagaimana rasanya di cintai oleh orang yang kita suka .

Dia juga merasa aneh semenjak beberapa bulan lalu Vanya kabur dari Mension karena Obses Edgar pada Xaviera , gadis itu seperti orang lain . Karena dia sudah memantau Vanya lima tahun , jadi dia tahu selak beluk kehidupan Vanya seperti apa . Dia menatap kamera komputer yang menampilkan Vanya memakai Bathorbe . Cara berjalan , berbicara gadis itu seperti bukan Vanya yang dia kenal . Walaupun tubuh dan wajah Vanya memang Vanya yang dia kenal . Tapi seolah olah jiwa Vanya menghilang dari tempatnya dan di gantikan oleh yang baru .

.*.

Vanya keluar dari kamar , berjalan menuruni tangga satu persatu dengan dagu terangkat tinggi .

Alisnya terangkat melihat sebuah paket berwarna hitam di rang tamu. Dia berjalan menuju meja ruang tamu , melihat paket besar di ruang tamu .

" Non , itu paket untuk non kata kurir yang mengirimkan paket . " Kata Helena seolah tahu pikiran Vanya

Vanya bingung , walaupun dirinya merasa tidak pernah memesan paket , gadis itu membuka paket besar itu. Nyaris saja tubuhnya terjatuh jika tidak di tahan oleh Helena .

Vanya nyaris pingsan mendapatkan sebuah paket entah dari mana . Terdapat tiga kepala tanpa tubuh di dalam paket besar itu . Kepala yang masih mengeluarkan darah membuat Vanya muntah di tempat kejadian .

Vanya berlari menuju dapur , dia memutar kran lalu muntah di sana. Helena menyusul Vanya memijit tengkuk Vanya .

Tubuh Vanya gemetar jika tidak di tahan oleh Helena yang juga merasa gemetar melihat tiga kepala yang masih mengeluarkan darah itu . Vanya duduk di meja dapur saat Helan membawa Kotak P3K

" Non , hadap saya sebentar ." Helena mengobati Vanya . Wajah pucat Vanya akibat terus muntah membuat Helena merasa kasihan .

" Non tenang , ada bibi di sini . " Tenang Helena merasa kasihan pada Vanya . Di Tinggal keluarga sendiri , Xaviera seolah olah menghilang , dan hanya dia sendiri tersisa di keluarga Van Alexandra.

Vanya tersenyum saat dirinya merasa tenang . Melihat kepala itu mengingatkan dia tentang kejadian tentang Edgar . Dia ingat bahwa pembunuhan Edgar juga berkaitan dengan kepala tanpa tubuh pria itu. Apakah yang mengirim paket itu adalah pembunuh Edgar atau orang yang sama meneror dia selama ini .

Hidupnya terlalu rumit jika orang awam yang menjalani kehidupan dia . Terlalu misterius tentang kematian abangnya , terlalu banyak teror yang menimpanya dan terlalu banyak musuh yang berusaha menyerang dia menggunakan orang terdekat ..

Sebenarnya Vanya juga sakit mental tentang pemerkosaan itu . Tapi dia mengingat bagaimana Vanya asli merasa tahan banting tentang kehidupan nya yang terlalu hitam tak ada cahaya sedikit pun masuk . Dia merasa menyesal dulu menyumpah serapah Vanya yang menurutnya namanya hampir mirip dengannya malah dia yang transmigrasi ke novel yang sangat hitam dan benar benar hitam ini .

Dulu dia membaca chapter di mana Vanya dengan kejam membunuh Edgar , memang namanya muncul di chapter terakhir , tapi dia mengingat dengan jelas bagaimana Vanya membunuh Edgar karena membuat gadis itu merasa sakit hati tentang kebenaran apa yang Vanya maksud . Di ending tidak di jelaskan tentang maksud Vanya membunuh Edgar , karena ending novel berjudul Ending Ayana terlalu hitam dengan judul yang menurutnya tak sesuai . Dia dulu kenapa tertarik membeli novel karena sampulnya menarik perhatian dia . Dan saat membaca novel itu membuat dia merasa shock . Isinya gila semua dan yang waras hanya pasangan Ayana dan Leonardo . Memang kedua tokoh utama novel ini normal , tapi lain dengan tokoh novel lainnya yang menurutnya sangat gila dan gila .

Ending Transmigrasion ? [ End ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang